Langsung ke konten utama

Postingan

Hobi Tanpa Kendali Akan Menjadi Malapetaka ???

  Hobi adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Setiap orang pasti memiliki kegemaran atau aktivitas yang membuat hati senang dan pikiran lebih segar. Hobi bisa menjadi sarana melepas penat, mengembangkan bakat, bahkan membuka peluang rezeki. Namun, ketika hobi dijalani tanpa menggunakan akal sehat dan tanggung jawab, hobi yang seharusnya membawa kebahagiaan justru bisa berubah menjadi sumber masalah. Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan apa saja demi hobinya. Waktu, tenaga, bahkan uang dalam jumlah besar dihabiskan tanpa perhitungan. Mereka terkadang mengabaikan kebutuhan keluarga, melupakan kewajiban, bahkan mengorbankan kesehatan diri sendiri. Yang penting bagi mereka hanyalah hobi tersalurkan. Padahal, sikap seperti ini menunjukkan kurangnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Hobi yang tidak dikendalikan bisa menjadi malapetaka. Misalnya, seseorang yang terlalu fanatik terhadap suatu aktivitas hingga berutang demi memenuhi keinginannya. Ada pula yang sampai me...
Postingan terbaru

Berhentilah Mengeluh Sesekali Lihat Orang Yang Jauh Di Bawah Kita !!!

  Dalam perjalanan hidup, tidak jarang kita merasa lelah, kecewa, bahkan marah pada keadaan. Ketika harapan tidak sejalan dengan kenyataan, rasa syukur perlahan memudar. Yang tersisa hanyalah perasaan kurang, gelisah, dan pertanyaan, “Mengapa hidupku seperti ini?” Kita fokus pada apa yang belum kita miliki, bukan pada apa yang sudah ada di tangan. Namun suatu hari, kita melihat seseorang yang secara ekonomi dan fisik menurut penilaian kita jauh “di bawah”. Hidupnya sederhana, mungkin penuh keterbatasan. Pekerjaannya tidak bergengsi, penghasilannya tidak besar, kesehatannya pun mungkin tidak sempurna. Tetapi anehnya, ia tetap tersenyum. Ia tetap menyapa dengan hangat. Ia tetap bersyukur atas hari yang dijalaninya. Di situlah hati kita mulai terusik.Kita sadar, kebahagiaan ternyata bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang bagaimana kita memandang apa yang kita miliki. Orang-orang yang kita anggap “kurang beruntung” justru sering kali memiliki hati yang leb...

Sesuatu yang bisa menghancurkan yang sudah ada dalam hati ?

  Hidup sering kali dibuai oleh hayalan. Kita membayangkan masa depan yang gemerlap, harta yang melimpah, serta kedudukan yang tinggi. Namun, di balik semua angan itu, ada satu kenyataan yang tak pernah berubah: manusia tidak hidup selamanya. Waktu terus berjalan, usia terus bertambah, dan kesempatan hidup semakin berkurang. Karena itu, mengejar segalanya dengan dorongan hawa nafsu dan keserakahan bukanlah jalan yang bijak. Keinginan untuk memiliki lebih adalah hal yang wajar. Manusia ingin hidup nyaman, berkecukupan, dan dihargai. Namun, ketika keinginan berubah menjadi keserakahan, di situlah bahaya mulai muncul. Orang yang dikuasai rasa serakah tidak pernah merasa cukup. Berapa pun harta yang dimiliki, selalu terasa kurang. Padahal, kenyataannya sederhana: semakin kaya seseorang, ia tetap makan dengan porsi yang terbatas. Tidak ada orang yang mampu makan berpuluh-puluh piring hanya karena hartanya melimpah. Bahkan sering kali, semakin tinggi kedudukan dan kekayaan, pola hidup ...

Angin Kencang Akan Menerpa Pohon Yang Tinggi

  Perjalanan hidup setiap manusia memiliki pola yang hampir serupa: semakin tinggi seseorang melangkah, semakin besar pula tantangan yang dihadapinya. Hidup bukanlah garis lurus tanpa hambatan, melainkan jalan panjang penuh tikungan, tanjakan, dan terkadang jurang yang menguji keteguhan hati. Seperti pohon yang semakin tinggi akan semakin kencang diterpa angin, demikian pula manusia. Semakin besar impian dan pencapaian kita, semakin kuat pula ujian yang datang menyapa. Banyak orang mengira bahwa keberhasilan adalah akhir dari perjuangan. Padahal, keberhasilan justru sering menjadi awal dari tantangan yang lebih besar. Ketika seseorang masih berada di titik nol, mungkin hanya sedikit orang yang memperhatikan. Namun ketika ia mulai bersinar, perhatian, ekspektasi, bahkan kritik akan datang silih berganti. Ibarat kerang yang berproses lama di dasar laut, ia harus melewati tekanan, kegelapan, dan waktu yang tidak sebentar sebelum akhirnya menghasilkan mutiara yang indah. Dan ketika m...

Silaturahmi Sukabumi Wonogiri 2025

  Perjalanan dari Sukabumi menuju Wonogiri bersama keluarga menjadi salah satu pengalaman yang tidak akan kami lupakan. Jarak tempuh yang jauh membuat perjalanan ini terasa sangat panjang dan melelahkan. Namun, di balik rasa lelah tersebut, tersimpan banyak momen kebahagiaan dan kenangan indah yang membuat perjalanan ini terasa sangat menyenangkan. Kami memulai perjalanan dengan penuh semangat dan harapan agar semuanya berjalan lancar. Perjalanan darat yang kami tempuh memakan waktu cukup lama. Sepanjang jalan, kami melewati berbagai daerah dengan pemandangan yang beragam, mulai dari perkotaan hingga pedesaan yang asri. Rasa lelah terkadang muncul, terutama ketika harus duduk berjam-jam di kendaraan. Namun, kebersamaan dengan keluarga membuat suasana tetap hangat dan penuh canda. Hal yang paling kami syukuri adalah seluruh anggota keluarga dalam kondisi sehat selama perjalanan, sehingga perjalanan panjang ini bisa kami jalani dengan aman dan nyaman. Tujuan utama kami ke Wonogir...

Ego Sering Menjadi Masalah

  Ego sering kali menjadi akar dari berbagai permasalahan dalam hubungan antarindividu, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun lingkungan sosial yang lebih luas. Ego muncul ketika seseorang merasa dirinya paling benar, paling penting, dan enggan mengakui kesalahan. Pada titik inilah ego berubah dari sekadar rasa percaya diri menjadi sumber konflik yang merusak. Masalah sering kali bukan terletak pada peristiwa awal, melainkan pada sikap mempertahankan ego yang berlebihan. Ketika seseorang tidak merasa bersalah, meskipun jelas telah melakukan kesalahan, maka tidak ada ruang untuk mengalah. Keengganan untuk mengakui kesalahan membuat komunikasi menjadi buntu. Setiap pihak sibuk membela diri, mencari pembenaran, dan menutup telinga terhadap sudut pandang orang lain. Akibatnya, perdebatan terus berlanjut tanpa solusi yang jelas. Ego membuat seseorang lebih fokus untuk menang dalam argumen daripada menjaga hubungan. Hal yang lebih parah terjadi ketika seseorang sudah jelas bersalah...

Sebesar Apapun Hutangnya Lakukan Ini Untuk Melunasinya

  Keajaiban sering kali dianggap sebagai sesuatu yang jauh dari logika, sulit diterima oleh akal, bahkan dianggap mustahil terjadi. Namun, bagi mereka yang percaya, keajaiban bukanlah sekadar cerita—melainkan kenyataan yang dapat hadir kapan saja, terutama ketika seseorang berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kisah berikut adalah gambaran nyata bahwa keajaiban itu benar-benar ada. Suatu ketika, hiduplah seorang lelaki sederhana dengan penghasilan yang jauh di bawah standar kebutuhan hidup. Setiap bulan, pendapatannya nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Di sisi lain dia terjebak hutang yang besar, hutangnya terus menumpuk. Jika dihitung secara logika, hampir mustahil baginya untuk melunasi semua hutang tersebut. Bahkan, jika ia bekerja tanpa henti selama bertahun-tahun, jumlahnya tetap terasa memberatkan. Tekanan hidup membuatnya sering gelisah dan kehilangan harapan. Namun, segalanya mulai berubah ketika bulan Ramadhan tiba. Lelaki itu mengambil keputusa...