Di sebuah desa yang tenang hiduplah sebuah keluarga yang dikenal berhasil mendidik anak-anaknya. Sang ayah adalah sosok pekerja keras, sedangkan ibunya sangat berharap semua anaknya kelak memiliki pekerjaan yang mapan. Mereka percaya bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui pendidikan formal dan karier yang tinggi. Empat orang anak mereka tumbuh dengan jalan hidup yang hampir sama. Mereka rajin belajar, selalu memperoleh nilai terbaik, diterima di sekolah-sekolah favorit, kemudian melanjutkan kuliah hingga menjadi sarjana. Prestasi mereka menjadi kebanggaan keluarga. Tetangga pun sering memuji keberhasilan mereka. Namun, ada satu anak yang berbeda. Namanya Ahmad. Sejak kecil Ahmad memang cerdas. Nilai pelajarannya tidak pernah buruk. Bahkan beberapa gurunya mengatakan bahwa Ahmad memiliki kemampuan belajar yang sangat baik. Akan tetapi, hatinya lebih tertarik kepada Al-Qur'an daripada pelajaran lainnya. Ketika teman-temannya bercita-cita menjadi dokter, insinyur, atau pegawai n...
Di sudut kota Madinah, hiduplah seorang lelaki tua yang telah kehilangan penglihatannya. Tubuhnya lemah, rambutnya memutih, dan hidupnya bergantung pada belas kasihan orang lain. Setiap hari ia duduk di pinggir jalan yang ramai dilalui masyarakat. Namun, ada satu kebiasaan yang membuat banyak orang merasa sedih. Setiap kali orang-orang membicarakan Nabi Muhammad ﷺ, lelaki tua itu selalu berkata dengan nada penuh kebencian. "Jangan kalian dekati Muhammad! Dia seorang penyihir. Dia memecah belah keluarga. Dia menyesatkan manusia. Siapa pun yang mengikutinya akan celaka." Orang-orang yang mendengar ucapan itu hanya menghela napas. Mereka tahu lelaki itu buta, bukan hanya matanya, tetapi juga hatinya yang belum mengenal kebenaran. Ia hanya mengulang cerita-cerita bohong yang didengarnya dari orang-orang yang membenci Rasulullah ﷺ. Anehnya, tidak ada yang membalas caciannya. Bahkan, orang yang paling ia benci justru adalah orang yang paling menyayanginya. Setiap pagi, sebelum mata...