Hobi adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Setiap orang pasti memiliki kegemaran atau aktivitas yang membuat hati senang dan pikiran lebih segar. Hobi bisa menjadi sarana melepas penat, mengembangkan bakat, bahkan membuka peluang rezeki. Namun, ketika hobi dijalani tanpa menggunakan akal sehat dan tanggung jawab, hobi yang seharusnya membawa kebahagiaan justru bisa berubah menjadi sumber masalah. Tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan apa saja demi hobinya. Waktu, tenaga, bahkan uang dalam jumlah besar dihabiskan tanpa perhitungan. Mereka terkadang mengabaikan kebutuhan keluarga, melupakan kewajiban, bahkan mengorbankan kesehatan diri sendiri. Yang penting bagi mereka hanyalah hobi tersalurkan. Padahal, sikap seperti ini menunjukkan kurangnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Hobi yang tidak dikendalikan bisa menjadi malapetaka. Misalnya, seseorang yang terlalu fanatik terhadap suatu aktivitas hingga berutang demi memenuhi keinginannya. Ada pula yang sampai me...
Dalam perjalanan hidup, tidak jarang kita merasa lelah, kecewa, bahkan marah pada keadaan. Ketika harapan tidak sejalan dengan kenyataan, rasa syukur perlahan memudar. Yang tersisa hanyalah perasaan kurang, gelisah, dan pertanyaan, “Mengapa hidupku seperti ini?” Kita fokus pada apa yang belum kita miliki, bukan pada apa yang sudah ada di tangan. Namun suatu hari, kita melihat seseorang yang secara ekonomi dan fisik menurut penilaian kita jauh “di bawah”. Hidupnya sederhana, mungkin penuh keterbatasan. Pekerjaannya tidak bergengsi, penghasilannya tidak besar, kesehatannya pun mungkin tidak sempurna. Tetapi anehnya, ia tetap tersenyum. Ia tetap menyapa dengan hangat. Ia tetap bersyukur atas hari yang dijalaninya. Di situlah hati kita mulai terusik.Kita sadar, kebahagiaan ternyata bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi tentang bagaimana kita memandang apa yang kita miliki. Orang-orang yang kita anggap “kurang beruntung” justru sering kali memiliki hati yang leb...