Langsung ke konten utama

Postingan

Silaturahmi Sukabumi Wonogiri 2025

  Perjalanan dari Sukabumi menuju Wonogiri bersama keluarga menjadi salah satu pengalaman yang tidak akan kami lupakan. Jarak tempuh yang jauh membuat perjalanan ini terasa sangat panjang dan melelahkan. Namun, di balik rasa lelah tersebut, tersimpan banyak momen kebahagiaan dan kenangan indah yang membuat perjalanan ini terasa sangat menyenangkan. Kami memulai perjalanan dengan penuh semangat dan harapan agar semuanya berjalan lancar. Perjalanan darat yang kami tempuh memakan waktu cukup lama. Sepanjang jalan, kami melewati berbagai daerah dengan pemandangan yang beragam, mulai dari perkotaan hingga pedesaan yang asri. Rasa lelah terkadang muncul, terutama ketika harus duduk berjam-jam di kendaraan. Namun, kebersamaan dengan keluarga membuat suasana tetap hangat dan penuh canda. Hal yang paling kami syukuri adalah seluruh anggota keluarga dalam kondisi sehat selama perjalanan, sehingga perjalanan panjang ini bisa kami jalani dengan aman dan nyaman. Tujuan utama kami ke Wonogir...
Postingan terbaru

Ego Sering Menjadi Masalah

  Ego sering kali menjadi akar dari berbagai permasalahan dalam hubungan antarindividu, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun lingkungan sosial yang lebih luas. Ego muncul ketika seseorang merasa dirinya paling benar, paling penting, dan enggan mengakui kesalahan. Pada titik inilah ego berubah dari sekadar rasa percaya diri menjadi sumber konflik yang merusak. Masalah sering kali bukan terletak pada peristiwa awal, melainkan pada sikap mempertahankan ego yang berlebihan. Ketika seseorang tidak merasa bersalah, meskipun jelas telah melakukan kesalahan, maka tidak ada ruang untuk mengalah. Keengganan untuk mengakui kesalahan membuat komunikasi menjadi buntu. Setiap pihak sibuk membela diri, mencari pembenaran, dan menutup telinga terhadap sudut pandang orang lain. Akibatnya, perdebatan terus berlanjut tanpa solusi yang jelas. Ego membuat seseorang lebih fokus untuk menang dalam argumen daripada menjaga hubungan. Hal yang lebih parah terjadi ketika seseorang sudah jelas bersalah...

Sebesar Apapun Hutangnya Lakukan Ini Untuk Melunasinya

  Keajaiban sering kali dianggap sebagai sesuatu yang jauh dari logika, sulit diterima oleh akal, bahkan dianggap mustahil terjadi. Namun, bagi mereka yang percaya, keajaiban bukanlah sekadar cerita—melainkan kenyataan yang dapat hadir kapan saja, terutama ketika seseorang berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kisah berikut adalah gambaran nyata bahwa keajaiban itu benar-benar ada. Suatu ketika, hiduplah seorang lelaki sederhana dengan penghasilan yang jauh di bawah standar kebutuhan hidup. Setiap bulan, pendapatannya nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Di sisi lain dia terjebak hutang yang besar, hutangnya terus menumpuk. Jika dihitung secara logika, hampir mustahil baginya untuk melunasi semua hutang tersebut. Bahkan, jika ia bekerja tanpa henti selama bertahun-tahun, jumlahnya tetap terasa memberatkan. Tekanan hidup membuatnya sering gelisah dan kehilangan harapan. Namun, segalanya mulai berubah ketika bulan Ramadhan tiba. Lelaki itu mengambil keputusa...

Menjadi Orang Tua Sholeh sebagai Jalan Menuju Anak yang Sholeh

  Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah? Setiap ayah dan ibu tentu memimpikan anak yang berakhlak baik, taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, serta membawa kebaikan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Namun, sering kali kita lupa bahwa keshalihan anak tidak lahir begitu saja, melainkan berawal dari keshalihan orang tuanya. Dalam Islam, orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Anak-anak ibarat kertas putih yang akan menyerap apa pun yang mereka lihat dan rasakan di rumah. Oleh karena itu, sebelum menuntut anak menjadi sholeh, sudah seharusnya orang tua terlebih dahulu memperbaiki diri. Keteladanan jauh lebih kuat pengaruhnya dibandingkan sekadar nasihat. Anak akan lebih mudah meniru perbuatan daripada mendengar perintah. Ketika orang tua membiasakan shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, serta berakhlak baik dalam kehidupan sehari-hari, anak akan melihat dan mencontoh kebiasaan tersebut. ...

Album PKL di Cirendeu lebak

Pendidikan Praktek Lapangan (PPL) merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pendidikan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nida El Adabi. Sekitar tahun 2007, saya bersama satu kelompok mahasiswa mendapatkan kesempatan melaksanakan PPL di SDN Cireudeu Lebak, Kecamatan Nagrak. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih selama satu bulan dan menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan hingga saat ini. Selama pelaksanaan PPL, kami belajar langsung bagaimana dunia pendidikan di tingkat sekolah dasar dijalankan. Mulai dari menyusun perangkat pembelajaran, mengajar di kelas, hingga berinteraksi dengan siswa dan para guru. Awalnya, rasa gugup dan canggung tentu kami rasakan, namun seiring berjalannya waktu, kepercayaan diri mulai tumbuh. Anak-anak SDN Cireudeu Lebak yang ceria dan penuh semangat menjadi penyemangat tersendiri dalam setiap proses pembelajaran. Tidak hanya suka, berbagai tantangan juga kami hadapi bersama. Keterbatasan sarana, perbedaan karakter siswa, serta pengalam...

Guru Madrasah dari Seluruh Indonesia Gelar Aksi Damai di Monas: Menuntut Kesejahteraan dan Pengakuan Setara

    Jakarta, 30 Oktober 2025 – Ribuan guru madrasah dari berbagai pelosok Tanah Air memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) dan kompleks Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Dengan membawa berbagai spanduk, poster, dan atribut khas daerah, para pendidik ini bersatu dalam satu suara: menuntut kesejahteraan dan pengakuan yang setara dengan guru-guru lain di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.   Sejak pagi hari, arus massa mulai berdatangan dari berbagai arah. Mereka datang menggunakan bus, kereta, dan kendaraan pribadi, sebagian bahkan menempuh perjalanan berhari-hari dari daerah terpencil. Aksi damai ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kekeluargaan. Para guru madrasah mengenakan seragam khas instansi mereka, sambil membawa bendera organisasi dan spanduk bertuliskan berbagai pesan, seperti “Guru Madrasah Bukan Guru Kelas Dua” dan “Sejahterakan Guru Madrasah Demi Masa Depan Pendidikan Islam.”   Me...

Surat Terakhir untuk Lia Yulianti

  Malam itu, hujan turun pelan-pelan, membasahi atap seng yang sudah karatan. Di dalam gubuk tua yang nyaris roboh, seorang pemuda bernama Arman duduk sendirian. Di tangannya tergenggam sebuah kertas lusuh dan bolpoin yang tintanya hampir habis. Ia menatap kosong, lalu mulai menulis dengan tangan gemetar. “Maafkan aku, Lia…” Arman berhenti sejenak. Nama itu membuat dadanya terasa sesak. Lia—wanita yang pernah ia yakini sebagai cahaya hidupnya. Seorang perempuan cantik, pintar, dan penuh senyum. Lia tidak pernah memandang rendah dirinya meski ia hanyalah seorang pemuda miskin yang bekerja serabutan. Justru Lia yang selalu memberi semangat, selalu menanyakan kabar, dan menunggu Arman setiap sore di taman kecil dekat pasar. Tapi Arman tahu, cintanya pada Lia adalah kemewahan yang tak pantas ia genggam. Bukan karena Lia salah, tapi karena dirinya sendiri. Hidupnya hanyalah sisa-sisa mimpi yang patah. Ia tinggal di gubuk tua milik seorang kerabat jauh, menumpang hidup tanpa kepast...