Pada hari yang berbahagi a, saya dan istri menghadiri acara pernikahan Neng Utami Sayekti dan Acecep. Kami berangkat menuju lokasi acara setelah melaksanakan salat Zuhur. Setibanya di tempat resepsi, suasana sudah terlihat ramai dan penuh kebahagiaan. Para tamu undangan datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, saudara, tetangga, hingga sahabat kedua mempelai. Acara pernikahan tersebut berlangsung meriah dengan nuansa budaya Sunda yang begitu kental. Sebagai hiburan bagi para tamu, panitia menghadirkan pertunjukan seni Jaipong yang sangat menarik. Para penari menampilkan gerakan yang anggun dan enerjik, diiringi alunan musik tradisional Sunda yang menambah semarak suasana. Banyak tamu yang menikmati pertunjukan tersebut sambil berbincang dan bersilaturahmi dengan sesama tamu undangan. Di lokasi acara, kami juga bertemu dengan beberapa tetangga serta saudara yang sudah lama tidak berjumpa. Kesempatan menghadiri pesta pernikahan ini menjadi momen yang sangat baik untuk me...
Sekilas aku tidak mengerti dengan hatiku . Mengapa masih ada riak cemburu yang diam-diam bergelombang ketika melihatmu berada dalam pelukan yang lain. Bukankah itu tempat yang memang seharusnya kau singgahi? Bukankah tangan yang menggenggammu adalah tangan yang telah dipilih takdir untuk menemanimu? Dan bukankah aku sendiri telah memiliki yang lain untuk kujaga? Namun hati sering kali tidak mengenal logika. Ia berjalan di jalan yang tidak dapat dipetakan oleh akal. Ia menyimpan kenangan di sudut-sudut yang bahkan waktu gagal menjangkaunya. Maka ketika senyummu lewat di hadapanku, ada sesuatu yang masih terjaga di dalam dada, sesuatu yang kukira telah lama terkubur bersama musim-musim yang berlalu. Sering aku bertanya pada diriku sendiri, apakah ini tanda bahwa aku tidak pandai bersyukur? Ataukah memang ada serpihan rasa yang tertinggal dan enggan pulang ke tempat asalnya? Aku mencari jawabannya pada hujan, pada desir angin yang melintas di antara dedaunan, pada langit senja yang perlah...