Oleh :Kasya Syafiyah Ahmad kelas 5 MI Cijulang Pagi hari dimulai saat matahari terbit dari timur. Cahayanya masuk lewat celah jendela, menyentuh wajahku dengan lembut. Aku bangun segera, merapikan tempat tidur dengan rapi, lalu mencuci muka dan menyikat gigi agar terasa segar. Udara pagi masih bersih dan sejuk, membuat semangatku bangkit. Di dapur, Ibu sudah sibuk menyiapkan sarapan dan minuman hangat. Aroma masakan rumah terasa sangat sedap. Kami duduk bersama di meja makan, berdoa sebelum makan dan mengobrol dengan akrab. Suasana ini membuat hati tenang dan bahagia. Setelah selesai, aku membantu membereskan piring dan segera bersiap menjalani aktivitas. Jalanan mulai ramai orang beraktivitas. Ada yang berjalan kaki, ada yang naik kendaraan. Semuanya tampak berusaha melakukan tugasnya dengan baik. Aku pun bergerak dengan tenang, mengerjakan segala hal yang menjadi tanggung jawabku dengan teliti dan jujur. Jika ada hal sulit, aku berusaha sabar dan tidak mudah putus asa. Siang ha...
Bismillahirrahmanirrahim. Saudaraku yang dirahmati Allah, Tidak semua orang diberi kesempatan menjadi tamu Allah di Baitullah. Harta yang banyak belum tentu menjadi jalan, kesehatan yang kuat belum tentu menjadi kesempatan. Ketika Allah memanggil, itulah anugerah yang tak ternilai. Mungkin selama ini kita disibukkan oleh urusan dunia, mengejar rezeki, jabatan, dan berbagai cita-cita. Namun pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, kapan kita memenuhi panggilan Rabb kita? Bayangkan saat pertama kali mata memandang Ka'bah, bibir mengucapkan talbiyah, air mata mengalir tanpa terasa, dan tangan terangkat memohon ampunan. Betapa indahnya menjadi tamu Allah, mencurahkan segala doa, harapan, dan penyesalan di hadapan-Nya. Jangan menunggu sempurna untuk berangkat. Jangan menunggu usia senja. Karena kita tidak pernah tahu kapan kesempatan itu akan berakhir. Selagi Allah masih memberikan kesehatan, rezeki, dan waktu, mari niatkan untuk memenuhi panggilan-Nya. Semoga Allah memudahkan set...