Langsung ke konten utama

Postingan

Ketegasan Guru Demi Membentuk Akhlak Anak

 Menjadi seorang guru bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Guru juga memiliki amanah besar untuk membentuk akhlak, karakter, serta adab peserta didik. Ilmu memang sangat penting, tetapi ilmu tanpa akhlak akan kehilangan kemuliaannya. Oleh karena itu, terkadang seorang guru harus bersikap tegas demi kebaikan anak-anak di masa depan. Sering kali terjadi ketika guru sedang menjelaskan pelajaran dengan sungguh-sungguh, ada saja siswa yang tiba-tiba meminta izin ke toilet, mengobrol, atau melakukan hal lain yang sebenarnya masih bisa ditunda beberapa menit. Jika memang benar-benar darurat, tentu guru akan memahaminya. Namun apabila hal tersebut dilakukan hanya karena bosan atau tidak ingin menyimak pelajaran, maka guru perlu memberikan batasan yang jelas. Mengapa demikian? Karena kebiasaan kecil di dalam kelas akan terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang terbiasa memotong pembicaraan guru, tidak menyimak ketika orang lain berbicara, atau memilih melakukan hal lain saat...
Postingan terbaru

Seperti Terhimpit Langit

  Ada hari-hari ketika hidup terasa begitu sunyi, meski di sekeliling kita begitu banyak suara. Ada waktu ketika senyum hanya menjadi topeng yang menutupi hati yang penuh luka. Kesedihan datang tanpa mengetuk pintu, lalu menetap begitu lama hingga kita lupa seperti apa rasanya bahagia. Masalah seolah berjalan beriringan. Satu belum selesai, yang lain sudah menunggu di tikungan kehidupan. Belum sempat menghapus air mata, mata kembali basah oleh kenyataan yang baru. Hidup terasa seperti jalan panjang yang dipenuhi bebatuan tajam. Setiap langkah melukai, setiap harapan seperti diuji. Yang paling melelahkan bukanlah beratnya cobaan, melainkan ketika mimpi yang telah dirangkai dengan penuh keyakinan seakan selalu tertahan oleh sesuatu yang tak terlihat. Saat kita berlari mengejar harapan, ada saja keadaan yang memaksa berhenti. Ketika pintu kesempatan hampir terbuka, angin kehidupan tiba-tiba menutupnya kembali. Seolah-olah ada dinding tak kasatmata yang menghalangi setiap langkah menuj...

Liburan Di Pantai Citepus dan Keajaiban Geyser Cipanas Pelabuhanratu

Sabtu, 10 Juli 2026, menjadi hari yang begitu dinanti oleh keluarga besar guru MI Cijulang Nagrak. Hari itu bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sebuah penutup masa liburan sekolah sebelum kembali mengemban amanah mendidik generasi penerus bangsa pada Senin, 13 Juli 2026. Setelah berbulan-bulan disibukkan dengan kegiatan belajar mengajar, penilaian, serta berbagai aktivitas sekolah, akhirnya tibalah saatnya menikmati sejenak keindahan alam Sukabumi yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Sejak pagi, rombongan guru beserta keluarga mulai berkumpul dengan wajah penuh semangat. Tawa kecil anak-anak, obrolan hangat antar guru, dan doa sebelum keberangkatan menjadi awal perjalanan yang penuh keberkahan. Kendaraan pun perlahan meninggalkan kampung Cijulang, membawa rombongan menuju salah satu destinasi wisata paling terkenal di Sukabumi, yaitu Pantai Citepus, Pelabuhanratu. Perjalanan menuju Pelabuhanratu memberikan pengalaman tersendiri. Jalanan yang berkelok...

Selamat Kepada Ananda Silvi Yang Akan Melanjutkan Belajar Di Yayasan Al Purqon

Setelah selesai melaksanakan doa bersama dan membaca Surah Yasin bersama anak-anak, suasana di pengajian terasa begitu tenang dan penuh keberkahan. Kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan kami setiap hari Jum`at itu selalu memberikan ketenangan hati serta menjadi pengingat bahwa setiap langkah kehidupan hendaknya diawali dengan memohon pertolongan kepada Allah Swt. Anak-anak mengikuti bacaan dengan khusyuk, sementara kami  merasa bersyukur dapat membimbing mereka dalam kebiasaan yang baik. Di tengah suasana yang penuh kehangatan tersebut, kami kedatangan tamu istimewa, yaitu ibunda Silvi bersama Emak Eje. Kedatangan beliau bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan untuk berpamitan kepada kami semua. Dengan wajah yang penuh haru sekaligus bahagia, beliau menyampaikan bahwa Silvi akan melanjutkan pendidikan sekaligus menimba ilmu agama dengan mondok di Yayasan Al Purqon. Mendengar kabar tersebut, kami turut merasa bangga dan bersyukur. Tidak semua anak memiliki kesempatan untuk mel...

Kejutan Di Hari Jum`at

Hari Jumat menjadi hari yang cukup berbeda dari biasanya. Meskipun para siswa sedang libur karena sekolah sedang melaksanakan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), aku tetap mendapat jadwal piket di sekolah. Sebagai guru yang bertugas, aku harus datang untuk berjaga-jaga apabila ada calon wali murid yang ingin mendaftar atau mengurus keperluan administrasi lainnya. Awalnya aku mengira hari itu akan berjalan tenang dan membosankan. Namun, ternyata hari itu justru menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan karena dipenuhi dengan berbagai kejadian yang membuatku berkali-kali terkejut. Seperti biasa, sekitar pukul delapan pagi aku berangkat menuju sekolah. Suasana jalan cukup lengang karena tidak ada aktivitas belajar mengajar. Setibanya di sekolah, aku langsung membuka ruang kantor dan mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk melayani masyarakat yang datang. Aku melihat sekeliling dan menyadari bahwa hari itu aku datang sendirian. Tidak ada guru lain yang ...

Jalan Hidup yang Berbeda, Namun Menjadi Cahaya bagi Banyak Orang

  Di sebuah desa yang tenang hiduplah sebuah keluarga yang dikenal berhasil mendidik anak-anaknya. Sang ayah adalah sosok pekerja keras, sedangkan ibunya sangat berharap semua anaknya kelak memiliki pekerjaan yang mapan. Mereka percaya bahwa kesuksesan hanya bisa diraih melalui pendidikan formal dan karier yang tinggi. Empat orang anak mereka tumbuh dengan jalan hidup yang hampir sama. Mereka rajin belajar, selalu memperoleh nilai terbaik, diterima di sekolah-sekolah favorit, kemudian melanjutkan kuliah hingga menjadi sarjana. Prestasi mereka menjadi kebanggaan keluarga. Tetangga pun sering memuji keberhasilan mereka. Namun, ada satu anak yang berbeda. Namanya Ahmad. Sejak kecil Ahmad memang cerdas. Nilai pelajarannya tidak pernah buruk. Bahkan beberapa gurunya mengatakan bahwa Ahmad memiliki kemampuan belajar yang sangat baik. Akan tetapi, hatinya lebih tertarik kepada Al-Qur'an daripada pelajaran lainnya. Ketika teman-temannya bercita-cita menjadi dokter, insinyur, atau pegawai n...

Orang Buta yang Selalu Mencela Nabi, Namun Disuapi oleh Nabi Setiap Hari Di sudut kota Madinah

Di sudut kota Madinah, hiduplah seorang lelaki tua yang telah kehilangan penglihatannya. Tubuhnya lemah, rambutnya memutih, dan hidupnya bergantung pada belas kasihan orang lain. Setiap hari ia duduk di pinggir jalan yang ramai dilalui masyarakat. Namun, ada satu kebiasaan yang membuat banyak orang merasa sedih. Setiap kali orang-orang membicarakan Nabi Muhammad ﷺ, lelaki tua itu selalu berkata dengan nada penuh kebencian. "Jangan kalian dekati Muhammad! Dia seorang penyihir. Dia memecah belah keluarga. Dia menyesatkan manusia. Siapa pun yang mengikutinya akan celaka." Orang-orang yang mendengar ucapan itu hanya menghela napas. Mereka tahu lelaki itu buta, bukan hanya matanya, tetapi juga hatinya yang belum mengenal kebenaran. Ia hanya mengulang cerita-cerita bohong yang didengarnya dari orang-orang yang membenci Rasulullah ﷺ. Anehnya, tidak ada yang membalas caciannya. Bahkan, orang yang paling ia benci justru adalah orang yang paling menyayanginya. Setiap pagi, sebelum mata...