Langsung ke konten utama

Postingan

Selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H: Saatnya Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Hari Selasa, 1 Muharam 1448 Hijriah, menandai datangnya tahun baru dalam kalender Islam. Momentum ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk melakukan introspeksi diri, merenungkan perjalanan hidup selama setahun terakhir, serta menyusun harapan dan langkah yang lebih baik untuk tahun yang akan datang. Kami mengucapkan selamat Tahun Baru Hijriah 1448 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam setiap urusan kita. Pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka dan waktu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa usia terus bertambah dan kesempatan untuk berbuat kebaikan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Setiap orang tentu memiliki pengalaman yang berbeda pada tahun sebelumnya. Ada yang memperoleh keberhasilan, ada pula yang menghadapi berbagai ujian dan kesulitan. Dalam bidang ekonomi misalnya, mungkin ada yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam bidang ibadah, mungkin masih ada kewajiban dan a...
Postingan terbaru

Perpisahan dan Wisuda PAUD Raudhatul Jannah: Momen Haru Penuh Kenangan

Senin, 15 Juni 2026, menjadi hari yang sangat berkesan bagi kami sekeluarga. Pada hari itu kami menghadiri acara perpisahan dan wisuda anak kami di PAUD Raudhatul Jannah. Setelah menempuh pendidikan selama dua tahun di lembaga tersebut, kini putra kami telah menyelesaikan masa belajarnya dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Acara ini menjadi momentum yang penuh kebahagiaan sekaligus haru bagi para siswa, orang tua, dan seluruh dewan guru. Sejak pagi suasana sekolah sudah terlihat ramai dan meriah. Para siswa tampil rapi dengan pakaian terbaik mereka, sementara para orang tua hadir untuk menyaksikan momen penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka. Acara diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin dengan khidmat, dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah, dewan guru, serta perwakilan wali murid yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama ini. Setelah sesi sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan pentas se...

Pintar Tapi Tidak Berakhlak ???

Di lingkungan sekolah, sering kali kita menjumpai seorang anak yang memiliki kemampuan akademik luar biasa. Nilai-nilainya selalu tinggi, menguasai berbagai mata pelajaran, dan hampir selalu menjadi juara kelas. Ketika ada perlombaan yang berkaitan dengan bidang studi, ia menjadi pilihan utama untuk mewakili sekolah karena kecerdasannya dianggap mampu membawa prestasi yang membanggakan. Memiliki anak yang cerdas tentu menjadi kebanggaan bagi orang tua, guru, dan sekolah. Kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) memang sangat penting karena membantu seseorang memahami pelajaran, memecahkan masalah, dan mencapai prestasi akademik yang tinggi. Namun, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membentuk pribadi yang unggul. Ada faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ). EQ adalah kemampuan seseorang dalam memahami, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi dengan baik, serta mampu menjalin hubungan yang sehat dengan oran...

Menghadiri Pernikahan Neng Utami Sayekti dan Acecep

  Pada hari yang berbahagi a, saya dan istri menghadiri acara pernikahan Neng Utami Sayekti dan Acecep. Kami berangkat menuju lokasi acara setelah melaksanakan salat Zuhur. Setibanya di tempat resepsi, suasana sudah terlihat ramai dan penuh kebahagiaan. Para tamu undangan datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, saudara, tetangga, hingga sahabat kedua mempelai. Acara pernikahan tersebut berlangsung meriah dengan nuansa budaya Sunda yang begitu kental. Sebagai hiburan bagi para tamu, panitia menghadirkan pertunjukan seni Jaipong yang sangat menarik. Para penari menampilkan gerakan yang anggun dan enerjik, diiringi alunan musik tradisional Sunda yang menambah semarak suasana. Banyak tamu yang menikmati pertunjukan tersebut sambil berbincang dan bersilaturahmi dengan sesama tamu undangan. Di lokasi acara, kami juga bertemu dengan beberapa tetangga serta saudara yang sudah lama tidak berjumpa. Kesempatan menghadiri pesta pernikahan ini menjadi momen yang sangat baik untuk me...

Malam,Telanlah Perasaan Itu Dalam Kegelapanmu

Sekilas aku tidak mengerti dengan hatiku . Mengapa masih ada riak cemburu yang diam-diam bergelombang ketika melihatmu berada dalam pelukan yang lain. Bukankah itu tempat yang memang seharusnya kau singgahi? Bukankah tangan yang menggenggammu adalah tangan yang telah dipilih takdir untuk menemanimu? Dan bukankah aku sendiri telah memiliki yang lain untuk kujaga? Namun hati sering kali tidak mengenal logika. Ia berjalan di jalan yang tidak dapat dipetakan oleh akal. Ia menyimpan kenangan di sudut-sudut yang bahkan waktu gagal menjangkaunya. Maka ketika senyummu lewat di hadapanku, ada sesuatu yang masih terjaga di dalam dada, sesuatu yang kukira telah lama terkubur bersama musim-musim yang berlalu. Sering aku bertanya pada diriku sendiri, apakah ini tanda bahwa aku tidak pandai bersyukur? Ataukah memang ada serpihan rasa yang tertinggal dan enggan pulang ke tempat asalnya? Aku mencari jawabannya pada hujan, pada desir angin yang melintas di antara dedaunan, pada langit senja yang perlah...

DALAM DIAM AKU MERINDUKANMU

  Aku tahu, kini tubuhmu berada dalam pelukan yang lain, namun ada bagian dari hatimu yang masih tertinggal di antara kenangan yang pernah kita rajut bersama. Aku tahu, hari-harimu kini berjalan megah di dalam istana yang penuh cahaya, tetapi senyum yang paling tulus pernah kau tinggalkan di gubuk tua yang menjadi saksi sederhana tentang cinta kita. Aku tahu, kau tertawa di hadapan banyak mata, menyembunyikan luka yang tak mampu mereka baca. Sebab ada rindu yang tak pernah benar-benar pergi, ada cerita yang belum sempat menemukan akhirnya. Andai takdir dapat kutulis ulang dengan tanganku sendiri, mungkin aku tak akan membiarkan waktu membawa kita ke jalan yang berbeda. Mungkin aku masih menggenggam tanganmu, menemani setiap langkahmu, dan menjadi rumah bagi segala lelahmu. Namun hidup bukan tentang "andaikan". Ia adalah kumpulan perpisahan yang harus diterima meski hati menolak. Kini namamu telah menjauh sejauh harapan yang tak lagi mampu kuraih, sementara aku tetap berdiri d...

Untuk Yang Memiliki Masalah Bacalah Artikel Ini !!!

  Dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti akan menghadapi ujian dan kesulitan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Ada saat-saat ketika segala usaha telah dilakukan, namun jalan keluar belum juga terlihat. Pada saat seperti itulah seseorang menyadari bahwa pertolongan sejati hanya datang dari Allah SWT. Salah satu kisah yang sangat menyentuh tentang hal ini terdapat dalam hadis Rasulullah SAW mengenai tiga orang yang terperangkap di dalam sebuah gua. Kisah ini mengajarkan kepada kita tentang keikhlasan, bakti kepada orang tua, menjaga kehormatan diri, serta amanah dalam bermuamalah. Lebih dari itu, kisah ini menunjukkan bahwa amal saleh yang dilakukan dengan tulus karena Allah dapat menjadi sebab datangnya pertolongan-Nya. Dikisahkan bahwa pada suatu waktu, tiga orang laki-laki melakukan perjalanan bersama. Dalam perjalanan tersebut, mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah gua yang terletak di kaki gunung. Mereka masuk ke dalam gua untuk berlindung dan menghabiskan waktu s...