Sinopsis Doni dan Fares adalah dua pemuda dari sebuah desa yang memiliki jalan kehidupan berbeda. Doni hanya lulusan SD, tetapi berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah toko di kota. Sementara Fares menempuh pendidikan lebih tinggi, namun setelah lulus ia belum mendapatkan pekerjaan sehingga menjadi bahan cemoohan tetangga dan keluarga. Mereka sering berkata, “Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya jadi pengangguran? Lihat Doni, sekolah SD saja sudah bisa bekerja dan punya banyak harta.” Doni kemudian pulang ke desa dengan kehidupan yang terlihat sukses. Ia memiliki kambing, kerbau, dan sawah, bahkan membawa pacarnya dari kota. Semua orang semakin kagum dan menganggap Doni jauh lebih berhasil daripada Fares. Namun di balik kesuksesan yang terlihat itu ternyata tersimpan rahasia besar. Doni menyalahgunakan kepercayaan bosnya dan bekerja sama dengan sopir toko untuk mencuri barang dari gudang. Perbuatannya akhirnya terbongkar dan Doni harus mempertanggungjawabkan kes...
Pendidikan anak pada hakikatnya bukan hanya tanggung jawab guru dan sekolah, tetapi yang paling utama adalah tanggung jawab orang tua. Sekolah membantu mendidik dan mengembangkan kemampuan anak, tetapi orang tualah yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk akhlak, kebiasaan, dan kehidupan agama anak sejak dini. Salah satu hal yang sangat penting dalam pendidikan agama adalah kemampuan membaca Al-Qur’an. Bagi seorang muslim, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan petunjuk hidup. Karena itu, sudah seharusnya setiap orang tua memberikan perhatian serius terhadap pendidikan Al-Qur’an anak-anaknya. Ironisnya, di zaman sekarang masih ditemukan anak yang sudah duduk di kelas lima dan enam sekolah dasar, bahkan tingkat SMP dan SMA, tetapi belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Padahal mereka tinggal di lingkungan yang sebenarnya sangat mendukung. Banyak ustadz dan ustadzah yang membuka pengajian, bahkan tidak sedikit yang mengajarkannya secara gratis. Ketika ditanya, “Ka...