Hidup sering kali
dibuai oleh hayalan. Kita membayangkan masa depan yang gemerlap, harta yang
melimpah, serta kedudukan yang tinggi. Namun, di balik semua angan itu, ada
satu kenyataan yang tak pernah berubah: manusia tidak hidup selamanya. Waktu
terus berjalan, usia terus bertambah, dan kesempatan hidup semakin berkurang.
Karena itu, mengejar segalanya dengan dorongan hawa nafsu dan keserakahan
bukanlah jalan yang bijak.
Keinginan untuk memiliki lebih adalah hal yang wajar.
Manusia ingin hidup nyaman, berkecukupan, dan dihargai. Namun, ketika keinginan
berubah menjadi keserakahan, di situlah bahaya mulai muncul. Orang yang
dikuasai rasa serakah tidak pernah merasa cukup. Berapa pun harta yang
dimiliki, selalu terasa kurang. Padahal, kenyataannya sederhana: semakin kaya
seseorang, ia tetap makan dengan porsi yang terbatas. Tidak ada orang yang
mampu makan berpuluh-puluh piring hanya karena hartanya melimpah. Bahkan sering
kali, semakin tinggi kedudukan dan kekayaan, pola hidup justru semakin dibatasi
demi menjaga kesehatan.
Keserakahan juga membawa dampak buruk bagi hati dan
pikiran. Hati menjadi gelisah, selalu khawatir kehilangan, takut disaingi, dan
cemas terhadap masa depan. Pikiran dipenuhi ambisi tanpa henti. Hubungan dengan
sesama pun bisa rusak karena persaingan yang tidak sehat. Demi harta dan
kekuasaan, orang rela mengorbankan kejujuran, persahabatan, bahkan keluarga.
Pada akhirnya, yang tersisa hanyalah kesepian dan penyesalan.
Sebaliknya, hidup yang dijalani dengan rasa cukup akan
terasa lebih damai. Rasa syukur membuat hati tenang dan pikiran jernih. Kita
tetap boleh bekerja keras dan bercita-cita tinggi, tetapi bukan untuk memuaskan
nafsu tanpa batas. Tujuan hidup seharusnya tidak hanya tentang mengumpulkan
materi, melainkan juga tentang memberi manfaat, berbagi, dan memperbaiki diri.
Kesederhanaan bukan berarti kemiskinan, melainkan
kemampuan mengendalikan diri. Orang yang mampu menahan hawa nafsu adalah orang
yang kuat. Ia tidak mudah tergoda oleh gemerlap dunia, karena ia sadar bahwa
semua hanya sementara. Harta hanyalah titipan, jabatan hanyalah amanah, dan
hidup adalah kesempatan singkat untuk berbuat baik.
Pada akhirnya, yang paling
berharga bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa bijak kita
mengelola keinginan. Jangan biarkan keserakahan menguasai hati, karena ia bisa
menghancurkan kebahagiaan yang sebenarnya sudah ada dalam diri

Komentar
Posting Komentar