Keajaiban sering kali dianggap sebagai sesuatu yang jauh dari
logika, sulit diterima oleh akal, bahkan dianggap mustahil terjadi. Namun, bagi
mereka yang percaya, keajaiban bukanlah sekadar cerita—melainkan kenyataan yang
dapat hadir kapan saja, terutama ketika seseorang berserah diri sepenuhnya
kepada Tuhan. Kisah berikut adalah gambaran nyata bahwa keajaiban itu
benar-benar ada.
Suatu ketika, hiduplah seorang lelaki sederhana dengan
penghasilan yang jauh di bawah standar kebutuhan hidup. Setiap bulan,
pendapatannya nyaris tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Di sisi
lain dia terjebak hutang yang besar, hutangnya terus menumpuk. Jika dihitung
secara logika, hampir mustahil baginya untuk melunasi semua hutang tersebut.
Bahkan, jika ia bekerja tanpa henti selama bertahun-tahun, jumlahnya tetap
terasa memberatkan.
Tekanan hidup membuatnya sering gelisah dan kehilangan
harapan. Namun, segalanya mulai berubah ketika bulan Ramadhan tiba. Lelaki itu
mengambil keputusan penting dalam hidupnya: ia ingin menjadikan Ramadhan
sebagai titik balik, bukan hanya untuk memperbaiki kondisi ekonomi, tetapi juga
untuk memperbaiki hubungannya dengan Tuhan. Ia mulai memperbanyak ibadah,
menjaga shalat tepat waktu, rajin membaca Al-Qur’an, beristighfar, dan berdoa
dengan sungguh-sungguh. Ia mengadukan segala kesulitan hidupnya hanya kepada
Tuhan, dengan keyakinan penuh bahwa pertolongan-Nya pasti datang.
Ramadhan pun berlalu. Lelaki itu tidak serta-merta menjadi
kaya atau mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar. Namun, keajaiban datang
dengan cara yang tak pernah ia bayangkan. Perlahan, satu per satu jalan
terbuka. Ada rezeki tak terduga, ada orang yang membantunya tanpa diminta, ada
peluang kerja tambahan, bahkan ada sebagian hutang yang diringankan. Semua
datang dari arah yang tidak pernah ia rencanakan.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, hutang-hutang yang
selama ini terasa mustahil untuk dilunasi, akhirnya benar-benar lunas. Sesuatu
yang menurut perhitungan akal tidak mungkin terjadi, justru menjadi kenyataan.
Lelaki itu menyadari bahwa keajaiban bukan datang karena kekuatannya sendiri,
melainkan karena keyakinan, kesabaran, dan kedekatannya dengan Tuhan.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa ketika manusia sudah
berusaha dan berserah diri sepenuhnya, Tuhan mampu membukakan jalan yang bahkan
tidak terpikirkan sebelumnya. Keajaiban itu nyata, dan ia hadir bagi mereka
yang percaya.

Komentar
Posting Komentar