Hari Jumat menjadi hari yang cukup berbeda dari biasanya. Meskipun para siswa sedang libur karena sekolah sedang melaksanakan kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), aku tetap mendapat jadwal piket di sekolah. Sebagai guru yang bertugas, aku harus datang untuk berjaga-jaga apabila ada calon wali murid yang ingin mendaftar atau mengurus keperluan administrasi lainnya. Awalnya aku mengira hari itu akan berjalan tenang dan membosankan. Namun, ternyata hari itu justru menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan karena dipenuhi dengan berbagai kejadian yang membuatku berkali-kali terkejut.
Seperti biasa, sekitar pukul delapan pagi aku berangkat menuju sekolah. Suasana jalan cukup lengang karena tidak ada aktivitas belajar mengajar. Setibanya di sekolah, aku langsung membuka ruang kantor dan mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk melayani masyarakat yang datang. Aku melihat sekeliling dan menyadari bahwa hari itu aku datang sendirian. Tidak ada guru lain yang hadir. Mungkin mereka sedang memiliki kesibukan lain atau sedang membantu kegiatan lain di tempat berbeda. Walaupun sendirian, aku tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Beberapa saat kemudian, datanglah seorang wali murid yang ingin mengantarkan persyaratan pendaftaran. Aku menyambutnya dengan ramah, memeriksa kelengkapan berkas, lalu menjelaskan beberapa informasi yang masih diperlukan. Setelah itu, datang lagi calon wali murid yang baru ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah kami. Aku kembali melayani dengan sabar, menjelaskan prosedur pendaftaran, syarat-syarat yang harus dipenuhi, serta tahapan yang harus dilalui. Tidak lama kemudian, datang pula seorang wali murid yang hendak mengambil rapor anaknya. Rupanya rapor tersebut belum sempat diambil sebelumnya karena ada suatu kendala. Semua urusan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga mereka pulang dengan wajah lega dan senang.
Setelah beberapa tamu selesai dilayani, suasana sekolah kembali sepi. Hanya terdengar suara kipas angin dan suara kendaraan bermotor di jalan . Aku pun duduk di kursiku sambil merapikan beberapa dokumen dan menikmati suasana yang tenang. Aku berpikir bahwa mungkin sisa hari itu akan berlalu tanpa kejadian apa pun.
Namun, dugaanku ternyata salah.
Tiba-tiba terdengar suara gaduh yang sangat keras dari arah dapur kantor. Suara piring dan gelas beradu membuatku langsung terkejut. Suara itu begitu keras hingga aku mengira ada seseorang yang tidak sengaja menjatuhkan semua peralatan makan atau bahkan ada pencuri yang masuk ke dalam kantor. Dengan perasaan waswas, aku segera berjalan menuju dapur untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Saat sampai di dapur, aku dibuat semakin penasaran karena tidak ada seorang pun di sana. Aku melihat ke sekeliling, lalu tiba-tiba seekor kucing berlari dengan sangat cepat. Rupanya kucing itu sedang mengejar seekor tikus yang berusaha melarikan diri. Dalam proses perburuan itu, kucing tersebut menabrak beberapa piring dan gelas sehingga menimbulkan suara yang sangat gaduh. Aku hanya bisa menghela napas panjang sambil tersenyum sendiri. Ternyata bukan sesuatu yang berbahaya. Aku sempat benar-benar kaget, tetapi setelah mengetahui penyebabnya, rasa takut itu berubah menjadi rasa lucu.
Aku kembali ke ruang kantor sambil berkata dalam hati bahwa semoga tidak ada lagi kejadian yang mengagetkan. Akan tetapi, ternyata kejutan berikutnya sudah menunggu.
Beberapa saat kemudian aku pergi ke kamar mandi. Ketika membuka pintu dan melihat ke arah kloset, aku kembali dibuat terkejut. Sekilas aku mengira ada kotoran yang belum disiram oleh orang yang menggunakan kamar mandi sebelumnya. Aku sempat merasa kesal dan berpikir, "Siapa yang begitu jorok meninggalkan kamar mandi seperti ini?"
Namun, setelah kuperhatikan lebih dekat, ternyata yang kulihat bukanlah kotoran seperti yang kukira. Di dalam kloset terdapat seekor anak tikus yang sudah mati. Kemungkinan besar anak tikus itu terjatuh ke dalam kloset dan tidak mampu memanjat keluar sehingga akhirnya mati di sana. Aku benar-benar tidak menyangka akan menemukan pemandangan seperti itu. Untuk kedua kalinya hari itu aku dibuat kaget. Setelah rasa terkejutku berkurang, aku segera membersihkan dan mengatasi keadaan tersebut agar kamar mandi kembali bersih dan nyaman digunakan.
Setelah selesai dari kamar mandi, aku kembali duduk di meja kerja. Aku mencoba menenangkan diri sambil sesekali tertawa mengingat kejadian-kejadian aneh yang baru saja kualami. Aku berpikir bahwa hari itu memang penuh kejutan. Akan tetapi, rupanya masih ada satu kejadian lagi yang benar-benar tidak kuduga.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah depan kantor. Suaranya cukup keras sehingga membuatku kembali berdiri dan melihat ke luar. Aku bertanya-tanya dalam hati, "Ada apa lagi ini?"
Saat melihat ke halaman depan sekolah, aku menyaksikan sebuah fenomena alam yang cukup menarik. Ternyata ada angin puting beliung kecil yang sedang berputar di halaman sekolah. Angin itu membawa debu, daun-daun kering, dan sampah ringan berputar-putar sebelum akhirnya naik ke udara. Walaupun ukurannya kecil, pemandangan itu cukup menakjubkan sekaligus membuatku sedikit khawatir. Aku membayangkan, jika angin itu jauh lebih besar, tentu bisa membahayakan bangunan sekolah maupun orang-orang yang berada di sekitarnya.
Karena merasa kejadian itu cukup langka, aku segera mengambil telepon genggam dengan niat merekam video sebagai dokumentasi. Sayangnya, karena terburu-buru dan masih sedikit gugup, aku salah menekan tombol. Bukannya merekam video, aku justru tidak berhasil menyimpan apa pun. Ketika aku menyadari kesalahanku, angin puting beliung kecil itu sudah menghilang. Aku hanya bisa tersenyum sambil merasa sedikit kecewa karena kehilangan kesempatan mengabadikan peristiwa yang unik tersebut.
Hari itu benar-benar memberikan pengalaman yang tidak akan mudah kulupakan. Dalam waktu hanya beberapa jam, aku mengalami tiga kejadian yang membuatku berkali-kali terkejut. Mulai dari suara gaduh di dapur yang ternyata disebabkan oleh seekor kucing yang sedang berburu tikus, penemuan anak tikus yang mati di dalam kloset, hingga munculnya angin puting beliung kecil di depan kantor sekolah. Semua kejadian itu terjadi saat aku sedang bertugas sendirian, sehingga setiap suara atau peristiwa terasa lebih mengejutkan dibandingkan jika ada teman yang menemaniku.
Dari pengalaman tersebut aku belajar bahwa setiap hari bisa menghadirkan kejadian yang tidak pernah kita duga. Tugas piket yang semula kupikir akan membosankan ternyata berubah menjadi hari yang penuh cerita. Selain belajar untuk tetap tenang menghadapi situasi yang mengejutkan, aku juga menyadari pentingnya selalu waspada terhadap keadaan di sekitar. Pengalaman hari itu menjadi kenangan yang lucu sekaligus menarik untuk diceritakan kepada keluarga, teman, maupun rekan guru.
Meskipun sempat berkali-kali dibuat kaget, aku tetap bersyukur karena semua kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan hal yang membahayakan. Justru hari itu menjadi bukti bahwa dalam menjalankan tugas, kita harus siap menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga. Pengalaman piket pada hari Jumat saat libur PPDB ini akan selalu kuingat sebagai salah satu pengalaman paling unik selama bertugas di sekolah.

Komentar
Posting Komentar