Suatu ketika, orang-orang Basrah bertanya kepada Ibrahim bin Adham
rahimahullah:
"Wahai Imam, mengapa kami sudah berdoa kepada Allah, tetapi doa kami
seolah-olah tidak dikabulkan?"
Beliau menjawab, "Karena hati kalian telah mati."
Mereka bertanya lagi, "Apa tanda-tanda matinya hati itu?"
Beliau menjawab:
- Kalian mengenal
Allah, tetapi belum menunaikan hak-hak-Nya dengan sempurna.
- Kalian membaca
Al-Qur'an, tetapi belum mengamalkan isinya.
- Kalian mengaku
setan adalah musuh, namun masih mengikuti ajakannya.
- Kalian mengaku
sebagai umat Nabi Muhammad SAW, tetapi belum bersungguh-sungguh mengikuti
sunnah beliau.
- Kalian
menginginkan surga, tetapi tidak banyak beramal untuk meraihnya.
- Kalian takut
neraka, tetapi masih melakukan perbuatan yang mengantarkan kepadanya.
- Kalian yakin
bahwa kematian itu pasti, tetapi tidak mempersiapkan bekal untuk
menghadapinya.
- Kalian sibuk
mencari dan membicarakan aib orang lain, sementara aib diri sendiri
dilupakan.
- Kalian
menikmati nikmat Allah setiap hari, tetapi kurang bersyukur kepada-Nya.
- Kalian
menguburkan orang yang telah meninggal, namun tidak mengambil pelajaran
dari kematian mereka.
Renungan ini mengajarkan kepada kita agar lebih banyak melakukan
introspeksi diri. Sebelum mempertanyakan mengapa doa belum terkabul, hendaknya
kita memperbaiki iman, amal, akhlak, serta hubungan kita dengan Allah SWT.
Semoga Allah menghidupkan hati kita dengan iman, menerima doa-doa kita, dan
menjadikan kita hamba yang senantiasa bersyukur. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar