Langsung ke konten utama

Pawai PAUD Wahana Darmareja



Pada hari Senin, saya bersama keluarga berkunjung ke rumah nenek buyut. Sejak pagi cuaca terasa cukup panas sehingga aktivitas di luar rumah terasa agak melelahkan. Namun, menjelang waktu Zuhur, langit mulai berubah menjadi mendung. Udara yang semula panas perlahan menjadi lebih sejuk. Meskipun awan terlihat tebal, hujan tidak turun sehingga kegiatan kami tetap berjalan dengan lancar.

Setelah melaksanakan salat Zuhur, kami bersiap untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan, kami melihat suasana yang berbeda di Jalan Darmareja. Ternyata sedang berlangsung sebuah pawai atau arak-arakan dalam rangka kenaikan kelas PAUD Wahana yang berada di Kampung Cijulang, Darmareja. Acara tersebut menarik perhatian banyak warga sehingga jalanan menjadi sangat ramai.

Berbagai kendaraan roda dua  yang  ikut memeriahkan pawai. Anak-anak PAUD tampak ceria mengenakan pakaian yang berwarna-warni. Mereka melambaikan tangan kepada masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan. Wajah mereka terlihat gembira karena dapat mengikuti acara yang menjadi kenangan indah sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Keramaian tidak hanya berasal dari peserta pawai. Banyak pedagang asongan yang berjualan di sekitar lokasi acara. Mereka menawarkan berbagai makanan, minuman, dan mainan kepada para pengunjung. Kehadiran para pedagang menambah semarak suasana dan memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati acara sambil berbelanja.

Semakin mendekati Perumahan Cijulang, arus kendaraan menjadi semakin macet. Dari sisi kanan dan kiri jalan, penonton berjejer dengan antusias untuk menyaksikan jalannya pawai. Banyak di antara mereka yang datang bersama keluarga. Suasana benar-benar meriah dan penuh kegembiraan.

Kami pun ikut menyaksikan pawai tersebut meskipun sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang. Sepanjang jalan hingga belokan gang menuju rumah saya, keramaian masih terlihat. Hari itu menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dapat melihat semangat anak-anak dan kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan acara kenaikan kelas PAUD.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...