Langsung ke konten utama

Mimpi Pergi Haji

Mimpi Pergi Berhaji

Mimpi berangkat haji ke tanah suci bukan hanya aku saja kayannya semua teman teman muslim pasti ingin pergi ke tanah suci utuk melaksanakan ibadah karena mengharap rido Ilahi.Tapi kadang mimpi hanyalah mimpi untuk pergi haji karena apalah daya rijiki belum mencukupi hanya ada niat dan keinginan di hati untuk pergi haji. 

Alangkah bahagianya hati bila sudah sampai ditanah suci mungkin air mata tak akan terbendung lagi ketika ka`bah sudah ada didepan mata bukan di dalam mimpi.Begitu menggebu orang berburu ingin cepat pergi ke tanah suci tempat nabi pertama kali menyebarkan islam yang suci.Ditanah itu islam lahir membawa kedamaian dan ketentraman yang hakiki. 

Ingin segera ku bersai untuk napak tilas dengan sejarah istri nabi siti hajar istri nabi Ibrahim kekasih ilahi,bolak balik mencari air di tanah yang gersang kering kerontang taka da air hanya patamorgana yang menipu diri.Dengan Kekuasan sang ilahi bumi yang sunyi mampu mengeluarkan air yang terus mengalir tanpa henti sampai hari ini. 

Akankah keajaiban menimpa diri yang bermimpi untuk pergi haji dari tanah yang jauh dengan ongkos yang tidak kumiliki.Walau hanya mimpi semoga menjadi doa kepada sang ilahi dengan kejabian ku mampu berhaji dengan keluarga yang kecintai..walau itu hanya mimipi dan hanya menjadi ocehan orang yang tak mengerti. 

Semoga suatu hari keajaiban menimpa diri bukan lagi sebuah mimpi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...