Langsung ke konten utama

Tiga Pengantar Mayat

Darmareja,10-09-2017.Saudaraku semua manusia di dunia akan mati tak terkecuali dari orang paling sholeh sampai orang paling dholim semua akan mati juga. Setiap yang memiliki nyawa pasti akan merasakan mati. Ada tiga pengiring ketika mati nanti yaitu keluarga,hartaa dan amal.

Hampir semua orang meninggal dunia pasti diantrkan oleh keluarganya,mereka berisak tangis dengan pakain serba hitam kadang mereka menangis histeris .Tapi walaupun betapa sayang dan cinta kepada si mayit tetapi mereka tidak mau ikut kedalam kuburan,hanya sebatas mengantarkan dan kembali ke rumah. Mayat diabiarkan sendirian ,siapa orangnya yang mau menamani mayat kan?

Hartanya mengantrkan ke pemakaman seperti mobilnya, tikarnya,payungnya dan lain-lainya.Selesai pemakaman mobilnya tidak ikut dikuburnya,tikar butut pun tidak dikuburkan dibawa kembali. Hanya ada kain kapan yang menemaninya,tidak satu tahunpun dia akana hancur dimakan rayap atau busuk karena lapuk oleh lembabnya tanah.Harta yang melimpah tidak ikut kekkuburan dan bahkan jadi rebutan keluarganya atau pindah nama ke ahli warisnya.Tidak jarang ahli waris ribut soal harta warisan tapi mereka tidak peduli dengan yang meninggalkannya (mayat).

Hanya amal yang menemani dialam kubur kita nanti .Kalau amalanya baik Insya Allah baik pula yang akan kita terima kalau amalnya buruk waktu didunia pasti buruk pula yang akan kita terima jadi hanya amal yang akan mengikiuti orang mati .

Jadi saudaraku mari kita persiapkan amal perbuatan di dunia ini untuk bekal kita nanti di akhirat bukan tidak boleh mencintai harta tapi jangan lupa ada hidup sesudah mati ada mati sesudah hidup kita jangan terlena dengan tipuan dunia tapi kita harus waspada dunia adalah jembatan menuju akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...