Langsung ke konten utama

JANGAN HANYA MIMPI


Ketika kita melihat orang disekeliling kita yang sukses ternyata mereka bukan orang jenius atau memiliki otak di atas rata-rata,tentunya sebagian orang ya.Mereka yang sukses adalah orang yang berani mengambil resiko dalam kehidupannya.Tidak sedikit orang yang pintar secara IQ tetapi hidup mereka adalah biasa-biasa saja,kadang kalah dengan orang yang memiliki otak pas pasan.

Ah itukan takdir itu adalah jawaban orang yang apatis,belum berbuat apa-apa sudah mengatakan takdir.kalau itu sebagai jawabannya satu-satunya dunia ini tidaka aka nada suatu perkembangan.Saya yakin tidak aka nada penemuan kalau pemikiran manusia apatis hanya mengandalkan keajaibanya.

Tidak ada jalan untuk sukses selain bekerja dengan keras disertai hati yang ihlas dan berdoa kepada Allah yang maha kuasa.Bekerja terus menerus tanpa berdoa dan melupakan Allah swt merupakan suatu kesombongan,berdoa terus menerus tanpa mau bekerja itu suatu keapatisan hanya menanti keajaiban tanpa ada usaha.

Berdoanya harus serius,kerjanya terus menerus dan hatinya ihlas .Insya Allah sukses hidupnya akan beres.Tidak sombong kalau sukses tidak putus asa kalau gagal tidak mengeluh mendapat rintangan malah tertantang untuk ditaklukan.

Sehebat apapun kata kata motivasi kalau tidak dilaksanakan hanya sebatas hiasan kertas dan pemanis bibir bagi penceramah,yang jelas harus diperaktekan bukan hanya diucapkan .Sehebat apapun orang memiliki visi misi tapi tanpa aksi adalah mimpi.

Mari singsingkan lengan kita kerjakan apa yang kita bisa sesuai kemampuan dan keahlian kita jangan memaksakan kehendak.Jangan mau sukses cepat-cepat karena kita harus melalui proses dahulu.Semakin cepat di dapat semakin mudah lepasnya orang bilang begitu.

Semoga kita sukses dengan beres

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...