Langsung ke konten utama

Grobak Dibalut Berak


Ada kejadian yang sangat jorok sekali sekaligus sangat disesalkan .Di mana ada seorang pedagang es jelly yang selalu jualan di Sekolah ,yang memakai gerobak dorong.Setiap hari dia suka jualan es jelly kecuali hari jumat .dan gerobaknya suka di simpan disekolah.

Pada hari pertama gerobaknya aman ketika disimpan dihalaman sekolah sampai pada hari kedua .Sampai pada hari ketiga pagi –pagi tukang e situ mau jualan rame,anak –anak juga rame .Saya tidak tahu apa yang terjadi.Ternyata sangat jorok gerobaknya ada yang membalut dengan kotaran manusia(berak) ,jelas tukang es jelly itu marah dan bercampur sedih ,karena gerobak tempat jualannya ada yang ngejailin seperti itu.

Semua orang tidak tahu siapa pelakunya kalau anak –anak tidak mungkin ,karena kejadiannya malam .ahkami semua tidak tahu siapa pelakunya ,sungguh disayangkan ya pelaku keji seperti itu.pedagang itu pun sementara tidak berjualan dulu karena mungkin masih marah atau trauma karena kejadian itu.

Berbulan bulan kemudian ada lagi seorang pedagang makanan ringan kejadiannya sama seperti tukang es jelly dia lupa tempat jualanya tidak dibawa pulang .Eh pas saya datang ke sekolah ini juga rame karena tempat jualanya ada yang membalut sama berak manusia.

Sungguh keji menurut saya pelaku pembalut itu cuman jualan es jelly dan makanan ringan disekolah mereka mencari nafkah untuk anak istrinya.Padahal rijkikan sudah ada yang mengatur yaitu Allah subhanu wataala.Dengan kejadian itu saya jadi selalu berpikir ko jualan seperti itu saja ada orang yang iri dengki seperti itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...