Langsung ke konten utama

Bertahan Dalam Hidup


Darmareja,10-9-2017.Saya masih ingat dengan seorang yang tunanetra tapi ahli computer yang bernama Rama dari Bekasi.Kisah ini saya ambil dari sebuah majalah Tarbawi tahunnya sudah lupa jadi sudah jadul namun masih berkesan buat hidup saya di mana ada sebuah kisah nyata seorang pemuda yang tunanetra tapi dia bisa jadi ahli computer.

Kadang saya berpikir seorang yang tuna netra saja sudah bisa jadi ahli computer kenapa saya tidak bisa .Menurut kebanyakan orang adalah sempurna mata bisa melihat,tangan sempurna dengan otak dan kecerdasan yang lumayan tidak idiot karena dalam rapot selalu menjadi rangking sepuluh besar.Ah itukan takdir iya tapi kenapa kita kan harus ilmiah dalam menjawabnya.Bukan hanya menyerah dengan jawaban takdir saja .Takdir bukan satu-satunya jawaban tapi mungkin karena kita malas atau karena kita hidup dalam lingkungan yang tidak ada mengenal computer .Tapi kita harus berusaha agar menjadi manusia mandiri tidak menjadi tanggungan orang.

Ada lagi seorang dalam tanyangan televise waktu bulan puasa seorang yang tuna daksa tidak memiliki kaki tapi dia tidak menyerah dalam hidupnya dia sebagai tukang parkir tidak mau mengemis .Dia membuktikan kepada orang lain kalau dia mampu hidup dan bertahan hidup bahkan dia mampu menghidupi seorang istri dan anak,menurut saya sangat luar biasa.Saya aja kalah sama dia.

Ada orang yang secara pisik mereka tidak sempurna tapi mereka bisa bertahan hidup dan hidupnya lebih hidup luar biasa.Beda dengan orang yang sempurna secara fisik tapi mereka banyak yang mengeluh dan meratapi kehidapannya.Padahal kita tahu kekayannya membuat orang berdecak tapi seakan hidupnya dalam kesengsaraan.

Seorang adam kaho orang singapura yang diponis orang bahwa dia seorang yang bodoh dan dispelekan orang ternyata sekarang dia menjadi jutawan dan mengalahkan orang lain yang dianggap pintar.Dia menjadi seorang milyader dan dengan ketekunan belajar dia menjadi seukses.

Apalagi sebagai manusia secara fisik dan mental mereka akan lebih mampu untuk sukses lagi.Tentunya dengan rajin belajar dan pantang menyerah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...