Langsung ke konten utama

TERUS BELAJAR

Begitu mudahnya melihat orang merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat dan akhirnya menjadi sebuah karangan yang penuh makna baik itu menulis cerpen roman dan novel sungguh luarbiasa mereka mampu membuatnya.Sayapun tertarik membuat semisal itu semua,tapi jangankan sebuah novel atau cerpen sepenggal katapun tidak bermakna dan jauh dari kata sempurna.

Begitu indah alur cerita sebuah novel ketika cinta bertasbih satu dan dua seperti di dunia nyata dan juga saya pernah baca ayat ayat cinta yang begitu mempseona sampai diangkat kelayar lebar dan sungguh semua terpesona dengan keindahan kata-kata seorang yang menyusun kata - kata dalam ayat –ayat cinta.

Sayapun sering melihat cerita komedi koala kumal yang disutradarai oleh seorang radit sebuah kisah cinta yang komedi menurut saya sangat sederhana tapi luarbiasa menghibur juga .Disamping itu saya melihata Assalamualaikum Beijing dan kukejar cintaku ke negeri Cina .Saya melamun ingin seperti mereka yang sudah mampu menulis sebuah novel yang penuh makna dan sekaligus menghibur juga menjadi inspirasi untuk semua orang .

Dibalik jendela rumah ku ini dibawah pohon manggis sambil mengisi liburan Ramadhan yang panjang kutulis catatan ini walaupun tak memiliki makna hanya sebuah catatan dan keinginan yang tak sampai karena jauh dari kesuksesan.Andai aku bisa menulis seperti mereka sungguh bahagia .

Tapi tak apalah dunia memiliki bagian bagiannya yang tak bisa tembus oleh orang lain hanya kata harus berusaha walau itu tak adak kepastian untuk bisa seperti mereka .Saya teringat dengan sebuah cerita ada seorang murid ingin menjadi seorang pemahat ulung seperti gurunnya yang terkenal memahat patung yang sangat luarbiasa hasilnya dan terkenal diseluruh dunia,murid ini ingin menyamai hasil karya gurunya ini karena dia ingin terkenal seperti gurunya dan mampu membuat karya yang melambungkan namanya di atas dunia dan dia ingin menjadi hebat seperti gurunya itu. 


Pada esok harinya sang murid meminta ijin kepada guru yang sangat hebat tersebut untuk meminjam peralatan yang suka dipakai sang guru tersebut,menurut sangkaan murid tersebut mungkin sang guru hebat karena perlatannya itu memeiliki keajaiban sehingga seluruh hasil karyannya membuat orang terpesona dan luarbiasa terkenal di dunia.Murid ini menyangka dengan memakai peralan sang guru hasil karya dia akan melebihi sang guru atau paling tidak dia akan menyamaianya karena memakai peralatan dari sang guru.Guru yang bijak itu mempersilahkan muridnya untuk memakai perlatanya dengan senang hati Karen asang murid mau membuat sesuatu.

Dengan semangaat yang tinggi murid itu merancang ingin membuat patung dan dia memilih bahanya yang bagus seperti sang guru dia mulai memahat dan membentuk patung tersebut .Setelah watu terus berlalu terwujudlah sebuah bentuk patung yang takberaturan yang jauh dari kata sempurna baik orang lain yang melihatnya maupun dia sediri, murid itu melihat karyanya sangat jeleknsekali jauh dari hasil karya sang guru yang sangat bagus sekali.Akhirnya dia menyerah dan melamun kenapa hasilnya seperti itu padahal peralatan yang dipakai adalah milik sang guru semua.Murid bertanya keheranan dan dia menanyakan mungkin sang guru memiliki rahasia atau ilmu gaib lainya sehingga mampu menciptakan karyanya  yang luarbiasa.

Mendengar pertanyaan seperti itu gurunya tersenyum kepada sang murid yang sedang menanti jawabannya

“anak muda kehebatan itu bukan kamu memakai peralatan yang di gunakan orang hebat.Tapi kamu harus terus belajar sampai kamu menemukan kekeurangan mu .Kamu baru satu kali sudah menyerah begitu,asal kamu tahu anak muda saya belajar seperti itu dari puluhan tahun yang lalu dan terus belajar .Kamu tahu nak banyak gagalnya daripa suksesnya.Ingat suksesnya orang har ini karena mereka mempersiapkan kesuksesannya jauh-jauh hari atau belajarnya jauh sebelum kesuksesannya!’;

‘’jadi kamu jangan menyerah terus belajar dan belajar sampai kamu menemukan apa yang kau ingin inginkan’’

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...