Langsung ke konten utama

Motivasi Ramadhan

Hari ini tanggal satu Ramadhan 1438 h.Alhamdulilah kita masih diberikan kesempatan oleh Allah swt,bisa ikut melaksanakan lagi shaum.Semoga shaum kita diterima Oleh Allah swt,Karena beramal tiada lain hanya karena Allah.Tujuan kita hanya mencari ridho Allah .Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Saw.

Dengan semangat Ramadhan ini membentuk manusia yang tahan dengan segala rintangan,di bulan Ramadhan ini jangankan yang haram yang halal saja kalau belum waktunya jangan dimakan atau dilaksanakan.Sabar hanya kata sabar menanti waktunya berbuka puasa,tapi bukan tidak beraktipitas kita hanya menanti waktu berbuka puasa.Tapi harus lebih semangat lagi dalam beraktipitas mengisi bulan Ramadahn ini dengan membaca Al-Quran,memperbanyak sholat sunat,bersodakoh atau berdiskusi keagamaan atau membuat pesantren kilat.Pokonya bulan Ramadahan ini penuhi dengan segala kebaikan dan kebaikan.

Bulan Ramadahan adalah sarana latihan jiwa raga untuk diteruskan di bulan –bulan lain selain bulan ramadhan .Ketika malam bulan Ramadhan kita melaksanakan kiamul Ramdhan bukan hanya bulan Ramdhan saja tapi bulan lain pun kita harus melasanakan Kiyamul Lail.Bulan Ramadhan banyak Masjid yang ramai dengan tadarus atau membaca Al-Quran,karena sebulan targetnya harus hotam Al-Quran 30 juz selam sebulan,Di bulan lain setelah bulan Ramadhan pun tadarus atau membaca Al-Quran harus diteruskan dengan target yang sama.Jangan sampai Alquran dibiarkan tersimpan di atas lemari hanya setahun sekali dibacanya.Bulan Ramadhan melatih kesabaran manusia dalam menghadapi kehidupan inipun adalah sarana pelatihan jiwa yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari –hari bukan hanya bulan Ramadhan saja.Di bulan Ramadhan banyak bersedekah ada dengan member ta`jil atau memberikan makanan untuk berbuka atau sedekah lainya.Inipun harus diteruskan di bulan selain bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang agung sebagai sarana pelatihan jiwa raga untuk seluruh umat muslim di dunia.Selain itu bulan Ramadhan sebagai bulan ampunan ,rahmat,pahala.pokonya bulan kebaikan .Untuk itu jangan sia-siakan dengan kehadiran bulan Ramadhan ini ,andaikan kita tahu Rahasia bulan Ramadhan kita yakin tidak mau ditinggalkan bulan Suci ini,Ingin selamanya dalam bulan Ramadhan begitu sabda nabi Muhammad saw.

Ada empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga,biasanya yang merindukan surga adalah manusia,sebejat apapun manusia tetap mereka ingin masuk ke surga kalau ditanya, karena mereka tidak mau masuk ke dalam neraka.Tapi ada yang hebat ada manusia yang dirindukan oleh surga yaitu empat golongan manusia,salah satunya ialah manusia selalu berpuasa pada bulan suci Ramadhan.Semoga kita termasuk golongan tersebut. Amin ya Allah.

Saudaraku yang baik hati bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan segala hajat dikabulkan,jadi yang memiliki hajat atau kebutuhan tentunya kebutuhan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.Di bulan suci inilah saatnya berdoa dan bermunajat kepada Allah dengan tulus ihlas dan husyu agar segala hajat kita terkabulkan.Insya Allah .

Semoga dengan bulan suci Ramadhan ini segala dosa kita diampuni,Allah memberikan rohmat kepada kita,segala hajat kita dikabulkan ,segala amal kita diterima oleh Allah swt,dan kebaikan –kebaikan yang Allah berikan kepada kita .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...