Langsung ke konten utama

Berilmulah

Darmareja,4-4-2017.Saya sering mengatakan kepada siswa kelas enam  bahwa negara Indonesia tercinta ini adalah sebuah negara yang dianugrahkan Tuhan untuk kita  olah  agar  manusianya sejahtra lahir dan batin.Coba  kita  lihat  bumi Indonesia  sungguh luar biasa kaya ,kurang apa coba di bawah bumi ada minyak dan di atas bumi juga ada minyak.beraneka ragam jenis tumbuhan dan binaatang   ada di Indonesia ,hamparan hutan yang hijau  lautan yang terbentang dari Sabang sampai Meroke ,gunung menjulang  sawah dan ladang  luas  menbentang yang dikeling sungai yang tak pernah kering.Sungguh Indonesia  sangat kaya sekali .
Sebagai generasi muda  kalian  harus memiliki tanggung jawab,kalau kalian sebagai pelajar  harus  belajar agar menjadi manusia yang pintar tapi  jangn pintar  kebelinger.Kalau  generasi Indonesia tidak memiliki kemampuan   dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ,Indonesia penduduknya akan menjadi  pembantu di ruamhnya sendiri.makanya kalian  sebagai generasi bangsa Indonseia dalam mengolah kekayaan Indonesia sesuai dengan kemampuan masing -masing tentunya harus  memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi dan juga iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Supaya sejahtera lahir dan batinya  menuju hidup bhagia di dunia dan di akhiratnya.
Saya sangat tertarik dengan sebuah moto sekolah  .DENGAN  AGAMA  DUNIA MENJADI TERARAH ,DENGAN ILMU DUNIA MENJADI MUDAH  DAN DENGAN SENI DUNIA MENJADI INDAH. Bagaimanapun manusia harus memiliki ilmu kalau tidak memiliki ilmu dia akan gelapa dalam perjalan hidupnya  karena  ilmu merupakan cahaya sedangkan kebodohan adalah kegelapan yang akan menghambat langkah kehidupan manusia .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...