Langsung ke konten utama

Malam,Telanlah Perasaan Itu Dalam Kegelapanmu


Sekilas aku tidak mengerti dengan hatiku . Mengapa masih ada riak cemburu yang diam-diam bergelombang ketika melihatmu berada dalam pelukan yang lain. Bukankah itu tempat yang memang seharusnya kau singgahi? Bukankah tangan yang menggenggammu adalah tangan yang telah dipilih takdir untuk menemanimu? Dan bukankah aku sendiri telah memiliki yang lain untuk kujaga?

Namun hati sering kali tidak mengenal logika. Ia berjalan di jalan yang tidak dapat dipetakan oleh akal. Ia menyimpan kenangan di sudut-sudut yang bahkan waktu gagal menjangkaunya. Maka ketika senyummu lewat di hadapanku, ada sesuatu yang masih terjaga di dalam dada, sesuatu yang kukira telah lama terkubur bersama musim-musim yang berlalu.

Sering aku bertanya pada diriku sendiri, apakah ini tanda bahwa aku tidak pandai bersyukur? Ataukah memang ada serpihan rasa yang tertinggal dan enggan pulang ke tempat asalnya? Aku mencari jawabannya pada hujan, pada desir angin yang melintas di antara dedaunan, pada langit senja yang perlahan kehilangan warna. Namun semuanya hanya menjawab dengan diam.

Mungkin memang ada cinta yang tidak benar-benar pergi. Ia hanya berubah wujud menjadi kenangan yang sesekali mengetuk pintu hati. Tidak meminta masuk, hanya mengingatkan bahwa ia pernah tinggal begitu lama di sana. Dan aku sadar, berpaling darimu ternyata bukan perkara mudah. Bukan karena aku ingin kembali memiliki, melainkan karena sebagian cerita hidupku pernah ditulis bersamamu.

Kini ku tak lagi berharap pada keajaiban. Aku tak meminta waktu berputar kembali. Aku hanya ingin belajar menerima bahwa ada perasaan yang harus dihormati tanpa harus diperjuangkan. Ada rindu yang cukup dikenang tanpa harus dipertemukan.

Wahai malam yang kelam, bentangkanlah selimut gelapmu yang luas. Telanlah rasa yang masih tersisa itu ke dalam sunyimu. Biarkan ia larut bersama bayang-bayang yang tak lagi memiliki nama. Simpanlah ia di antara bintang-bintang yang jauh, di tempat yang tak dapat dijangkau oleh ingatan.

Jika suatu hari rasa itu kembali mengetuk melalui mimpi, bisikkan padanya bahwa semuanya telah berakhir. Bahwa aku dan dia telah berjalan di jalan yang berbeda. Bahwa kenangan boleh tinggal, tetapi hati harus pulang.

Maka malam, jagalah rahasia ini dalam gelapmu. Jangan biarkan ia tumbuh lagi, bahkan walau hanya sekejap dalam mimpi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bergizi Gratis Perdana di MI Cijulang

  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menyambut dengan penuh suka cita program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di sekolah. Program ini disambut sangat gembira oleh para siswa, karena selain memberikan pengalaman baru, juga menambah semangat belajar mereka di sekolah. Sejak pagi, wajah anak-anak terlihat ceria menantikan momen istimewa ini. Ketika makanan bergizi dibagikan, mereka tampak begitu antusias dan menikmatinya dengan lahap. Menu yang disajikan pun sehat dan bervariasi, mulai dari nasi, lauk pauk berprotein, sayuran segar, hingga buah-buahan. Hal ini tentu menjadi langkah baik dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak-anak. Kepala MI Cijulang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas terselenggaranya program MBG ini. Menurut beliau, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan agar anak-anak lebih rajin belajar. Dengan tubuh yang sehat dan gizi ...

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Album Foto Kenangan Perlombaan 17 Agustusan 2025

  Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, masyarakat dengan penuh semangat menyelenggarakan berbagai perlombaan khas 17 Agustusan pada tahun 2025 ini. Berbagai momen berharga pun berhasil diabadikan dalam sebuah album foto kenangan yang penuh warna dan keceriaan. Album foto ini menampilkan potret kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan warga dari anak-anak, remaja, hingga orang tua yang ikut berpartisipasi. Beragam lomba tradisional seperti balap karung, panjat pinang, makan kerupuk, tarik tambang, hingga lomba khusus anak-anak membuat suasana semakin meriah. Sorak sorai penonton, tawa lepas peserta, serta semangat pantang menyerah menjadi pemandangan yang tidak terlupakan. Tak hanya lomba, album foto ini juga merekam kebersamaan antarwarga dalam menghias lingkungan dengan bendera merah putih, umbul-umbul, dan gapura yang penuh semangat nasionalisme. Semua momen ini menjadi bukti nyata bahwa perayaan 17 Agustusan bukan hanya sekad...