Aku tahu, kini tubuhmu berada dalam pelukan yang lain, namun ada bagian dari hatimu yang masih tertinggal di antara kenangan yang pernah kita rajut bersama.
Aku tahu, hari-harimu kini berjalan megah di dalam istana yang penuh cahaya, tetapi senyum yang paling tulus pernah kau tinggalkan di gubuk tua yang menjadi saksi sederhana tentang cinta kita.
Aku tahu, kau tertawa di hadapan banyak mata, menyembunyikan luka yang tak mampu mereka baca. Sebab ada rindu yang tak pernah benar-benar pergi, ada cerita yang belum sempat menemukan akhirnya.
Andai takdir dapat kutulis ulang dengan tanganku sendiri, mungkin aku tak akan membiarkan waktu membawa kita ke jalan yang berbeda. Mungkin aku masih menggenggam tanganmu, menemani setiap langkahmu, dan menjadi rumah bagi segala lelahmu.
Namun hidup bukan tentang "andaikan". Ia adalah kumpulan perpisahan yang harus diterima meski hati menolak. Kini namamu telah menjauh sejauh harapan yang tak lagi mampu kuraih, sementara aku tetap berdiri di tempat yang sama, menjaga kenangan yang perlahan dimakan usia.
Jika suatu hari semesta berbaik hati, jika langit masih menyimpan keajaiban untuk dua hati yang pernah saling mencintai, maka biarkan waktu mempertemukan kita sekali lagi. Bukan untuk mengulang luka, melainkan untuk menyelesaikan rindu yang selama ini tak pernah menemukan tempat pulang.
Sampai saat itu tiba, aku akan tetap mengenangmu dalam diam. Sebab ada cinta yang tidak ditakdirkan untuk memiliki, tetapi ditakdirkan untuk hidup selamanya di dalam hati.

Komentar
Posting Komentar