Skip to main content

Ulang Tahun Wafda Azizah Yang Ke-2Th

 

Hari Jumat sore menjadi momen yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur bagi keluarga kami. Setelah melaksanakan doa bersama anak-anak pengajian seperti biasanya, suasana yang awalnya sederhana perlahan berubah menjadi lebih meriah dan penuh kejutan. Hari itu sekaligus menjadi perayaan ulang tahun putri kami tercinta, Wafda Azizah, yang genap berusia dua tahun.

Sejak awal sebenarnya kami tidak berencana membuat acara besar. Kami hanya ingin mengadakan syukuran kecil sederhana bersama anak-anak pengajian. Rencananya cukup dengan doa bersama, memotong kue ulang tahun, lalu membagikan kue kepada anak-anak yang hadir. Kesederhanaan itu justru terasa lebih hangat karena dilakukan bersama orang-orang terdekat dan anak-anak yang setiap hari belajar mengaji dengan penuh semangat.

Menjelang sore, anak-anak mulai berkumpul dengan wajah ceria. Setelah doa bersama selesai dipanjatkan, kue ulang tahun pun dibawa ke tengah ruangan. Wafda Azizah yang masih kecil tampak begitu lucu dan sedikit malu saat menjadi pusat perhatian. Semua anak tersenyum dan ikut mendekat untuk melihat kue ulang tahun yang cantik itu.

Namun ternyata suasana semakin meriah karena ada kejutan yang tidak disangka-sangka. Tiba-tiba beberapa anak datang membawa snack tower dan juga kado ulang tahun untuk Wafda Azizah. Kami benar-benar terharu melihat perhatian dan kasih sayang mereka. Hal sederhana seperti itu membuat acara yang awalnya biasa saja berubah menjadi sangat berkesan. Anak-anak tampak begitu antusias dan bahagia ikut merayakan ulang tahun Wafda.

Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi potong kue. Dengan didampingi keluarga, Wafda Azizah memotong kue ulang tahunnya sambil disaksikan semua yang hadir. Setelah itu suasana semakin semarak ketika seluruh anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu “Mabruk Alfa Mabruk.” Suara nyanyian mereka terdengar kompak dan penuh kegembiraan. Wafda pun terlihat tersenyum bahagia mendengar semua orang bernyanyi untuk dirinya.

Tidak hanya itu, acara juga diisi dengan sesi foto bersama. Anak-anak bergantian berfoto bersama Wafda Azizah sambil membawa hadiah dan snack. Momen tersebut menjadi kenangan manis yang tentu akan sangat berharga di kemudian hari. Gelak tawa dan canda anak-anak membuat suasana sore itu terasa hangat dan penuh kebersamaan.

Setelah sesi foto selesai, kue ulang tahun mulai dibagikan kepada semua anak-anak. Selain kue, mereka juga mendapatkan snack dan makanan ringan yang sudah disiapkan. Anak-anak tampak sangat senang menikmati hidangan sambil bercanda bersama teman-temannya. Melihat kebahagiaan mereka membuat hati kami ikut bahagia.

Menjelang akhir acara, suasana semakin ramai karena nenek dan para bibi Wafda Azizah turut hadir. Kehadiran keluarga besar menambah kehangatan dan membuat acara menjadi semakin meriah. Mereka ikut memberikan doa terbaik untuk Wafda Azizah agar tumbuh menjadi anak yang sehat, salehah, pintar, dan selalu membawa kebahagiaan bagi keluarga.

Meski awalnya hanya direncanakan sederhana, ternyata acara ulang tahun kedua Wafda Azizah berlangsung begitu hangat, penuh cinta, dan tak terlupakan. Dari kebersamaan kecil itulah kami belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu berasal dari kemewahan, tetapi dari rasa syukur, perhatian, dan kasih sayang orang-orang di sekitar kita. Semoga Wafda Azizah selalu tumbuh dalam limpahan cinta dan keberkahan.

Comments

Popular posts from this blog

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...

GALERI FOTO KEGIATAN HUT RI KE-81 MI CIJULANG

Dokumentasi kemeriahan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di MI Cijulang. Berbagai kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan seluruh siswa serta warga sekolah. “Semangat Kemerdekaan, Semangat Belajar, Semangat Meraih Prestasi.” Dirgahayu Republik Indonesia ke-81