Langsung ke konten utama

Guru Madrasah dari Seluruh Indonesia Gelar Aksi Damai di Monas: Menuntut Kesejahteraan dan Pengakuan Setara

 


 Jakarta, 30 Oktober 2025 – Ribuan guru madrasah dari berbagai pelosok Tanah Air memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) dan kompleks Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Dengan membawa berbagai spanduk, poster, dan atribut khas daerah, para pendidik ini bersatu dalam satu suara: menuntut kesejahteraan dan pengakuan yang setara dengan guru-guru lain di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
 
Sejak pagi hari, arus massa mulai berdatangan dari berbagai arah. Mereka datang menggunakan bus, kereta, dan kendaraan pribadi, sebagian bahkan menempuh perjalanan berhari-hari dari daerah terpencil. Aksi damai ini berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kekeluargaan. Para guru madrasah mengenakan seragam khas instansi mereka, sambil membawa bendera organisasi dan spanduk bertuliskan berbagai pesan, seperti “Guru Madrasah Bukan Guru Kelas Dua” dan “Sejahterakan Guru Madrasah Demi Masa Depan Pendidikan Islam.”
 
Menurut koordinator aksi, tujuan utama kegiatan ini bukan untuk menciptakan kericuhan, melainkan untuk mengingatkan pemerintah agar tidak memandang sebelah mata perjuangan para guru madrasah. Mereka berperan besar dalam membina generasi muda berakhlak dan berwawasan keislaman di berbagai penjuru negeri, namun hingga kini masih banyak di antara mereka yang belum mendapatkan kesejahteraan layak.


Sayangnya, aspirasi tersebut belum bisa langsung disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia. Pada hari yang sama, Presiden sedang berada di Seoul, Korea Selatan, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025. Meski begitu, para peserta aksi berharap suara mereka tetap akan sampai ke telinga kepala negara melalui para pejabat yang hadir di Istana.
 
Beberapa perwakilan guru madrasah akhirnya diterima oleh staf Kementerian Agama dan perwakilan Kantor Staf Presiden untuk menyerahkan surat tuntutan resmi.
Aksi ini juga menjadi ajang silaturahmi besar bagi para guru madrasah. Di sela-sela kegiatan, terdengar lantunan salawat dan orasi yang penuh semangat, mencerminkan kedamaian serta keikhlasan perjuangan mereka. Beberapa peserta bahkan membawa hasil karya siswa madrasah sebagai simbol dedikasi mereka terhadap dunia pendidikan Islam.
 
Menjelang sore hari, massa aksi membubarkan diri dengan tertib setelah menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Hymne Madrasah.” Mereka berharap, perjuangan ini akan menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib para guru madrasah — pilar penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menanamkan nilai-nilai moral serta spiritual di tengah masyarakat.
 
Dengan penuh harapan, para guru madrasah pulang ke daerah masing-masing membawa semangat baru. Mereka percaya, perjuangan hari ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal menuju pengakuan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh pendidik madrasah di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bergizi Gratis Perdana di MI Cijulang

  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menyambut dengan penuh suka cita program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di sekolah. Program ini disambut sangat gembira oleh para siswa, karena selain memberikan pengalaman baru, juga menambah semangat belajar mereka di sekolah. Sejak pagi, wajah anak-anak terlihat ceria menantikan momen istimewa ini. Ketika makanan bergizi dibagikan, mereka tampak begitu antusias dan menikmatinya dengan lahap. Menu yang disajikan pun sehat dan bervariasi, mulai dari nasi, lauk pauk berprotein, sayuran segar, hingga buah-buahan. Hal ini tentu menjadi langkah baik dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak-anak. Kepala MI Cijulang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas terselenggaranya program MBG ini. Menurut beliau, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan agar anak-anak lebih rajin belajar. Dengan tubuh yang sehat dan gizi ...

SOAL LATIHAN IPAS KELAS 5 SD/MI

  Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah cara menyenangkan untuk menambah wawasan. Untuk melatih pemahaman, silakan kerjakan soal-soal IPAS yang tersedia. Kegiatan ini tidak bersifat wajib, sehingga siapa pun bebas memilih untuk berpartisipasi. Soal IPAS diperuntukkan bagi masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang pendidikan. Menariknya, soal tersebut dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja sesuai kenyamanan masing-masing. Dengan begitu, belajar IPAS menjadi lebih fleksibel sekaligus bermanfaat. Semakin sering berlatih, semakin mudah memahami konsep-konsep penting dalam IPAS yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Unutk mengerjakan soal tersebut silahkan klik  kata yang di cetak  miring         :   Klik di sini soalan IPAS Kelas 5 MI /SD

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...