Langsung ke konten utama

Cinta di Balik Hujan



Di sebuah sudut kota yang tak pernah benar-benar tidur, tinggal seorang pemuda miskin bernama Raka. Ia hidup sebatang kara di gubuk reyot peninggalan orang tuanya yang telah lama tiada. Setiap pagi, ia memungut sampah, mengumpulkan botol plastik, atau menawarkan jasa membersihkan selokan hanya demi sesuap nasi.

Namun, meski hidupnya keras, hati Raka tetap lembut. Di tengah kekacauan dunia, ia menyimpan satu perasaan suci—cinta. Cinta yang diam-diam ia pelihara untuk seorang gadis bernama Laras.

Laras adalah anak pengusaha kaya di kota itu. Cantik, anggun, dan selalu ramah kepada siapa pun. Raka pertama kali melihat Laras saat ia sedang duduk di taman kota, membaca buku di bawah pohon. Sejak saat itu, Laras menjadi matahari di dunia kelabu Raka. Ia mulai sering datang ke taman hanya untuk melihat senyum gadis itu dari kejauhan. Tak pernah berani mendekat, apalagi menyapa. Ia tahu diri.

Tapi hati manusia tak bisa terus bersembunyi.

Suatu sore, ketika hujan turun deras dan taman mulai sepi, Raka melihat Laras berlari kecil, berteduh di bawah pohon yang biasa ia duduki. Gadis itu tampak kedinginan. Tanpa pikir panjang, Raka melepas jaket lusuhnya dan memberikannya pada Laras.

"Ini... pakai saja. Nanti sakit," katanya gugup.

Laras sempat menatapnya heran, tapi menerima jaket itu dengan ragu. "Terima kasih..."

Itu pertama kalinya mereka berbicara.

Keesokan harinya, Raka kembali ke taman. Tapi kali ini, bukan Laras yang ia temui, melainkan dua pria berbadan besar yang langsung mendorongnya jatuh.

“Kamu pikir siapa kamu berani-beraninya dekati Nona Laras?” bentak salah satu dari mereka. “Orang miskin kayak kamu pantasnya tidur di got, bukan ngajak ngobrol anak orang kaya!”

Raka tak melawan. Hujan mulai turun lagi, membasahi tubuh kurusnya yang tergeletak di tanah. Orang-orang lewat begitu saja, tak satu pun menolong. Bahkan sekadar menoleh pun tidak.

Sejak kejadian itu, Raka tak pernah ke taman lagi. Tapi cintanya tak juga padam. Ia menulis surat-surat untuk Laras di selembar kertas bekas, meski ia tak tahu harus dikirim ke mana. Surat yang tak pernah terbaca, hanya disimpan dalam kotak kayu kecil di samping tempat tidurnya.

Sampai suatu hari, tubuh Raka ditemukan di dalam gubuknya yang ambruk diterjang angin malam. Di tangannya, tergenggam erat sepucuk surat yang belum sempat ditulis tuntas.

"Maaf, Laras... aku cuma ingin mencintaimu, walau dari jauh..."

Tak ada yang menangis. Tak ada yang peduli. Bagi dunia, Raka hanyalah orang gila yang berani mencintai seseorang jauh di atas langitnya. Tapi bagi hati yang tahu rasanya mencinta dalam diam, Raka adalah puisi yang tak pernah selesai ditulis—terlalu indah untuk dipahami, terlalu sedih untuk diabaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bergizi Gratis Perdana di MI Cijulang

  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menyambut dengan penuh suka cita program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di sekolah. Program ini disambut sangat gembira oleh para siswa, karena selain memberikan pengalaman baru, juga menambah semangat belajar mereka di sekolah. Sejak pagi, wajah anak-anak terlihat ceria menantikan momen istimewa ini. Ketika makanan bergizi dibagikan, mereka tampak begitu antusias dan menikmatinya dengan lahap. Menu yang disajikan pun sehat dan bervariasi, mulai dari nasi, lauk pauk berprotein, sayuran segar, hingga buah-buahan. Hal ini tentu menjadi langkah baik dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak-anak. Kepala MI Cijulang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas terselenggaranya program MBG ini. Menurut beliau, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan agar anak-anak lebih rajin belajar. Dengan tubuh yang sehat dan gizi ...

SOAL LATIHAN IPAS KELAS 5 SD/MI

  Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah cara menyenangkan untuk menambah wawasan. Untuk melatih pemahaman, silakan kerjakan soal-soal IPAS yang tersedia. Kegiatan ini tidak bersifat wajib, sehingga siapa pun bebas memilih untuk berpartisipasi. Soal IPAS diperuntukkan bagi masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang pendidikan. Menariknya, soal tersebut dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja sesuai kenyamanan masing-masing. Dengan begitu, belajar IPAS menjadi lebih fleksibel sekaligus bermanfaat. Semakin sering berlatih, semakin mudah memahami konsep-konsep penting dalam IPAS yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Unutk mengerjakan soal tersebut silahkan klik  kata yang di cetak  miring         :   Klik di sini soalan IPAS Kelas 5 MI /SD

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...