Kesombongan adalah sifat tercela yang dapat menutup hati seseorang dari kebenaran dan menjerumuskannya pada kehancuran. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan berbagai bentuk kesombongan. Ada orang kaya yang sombong dengan hartanya, ada yang sombong dengan ilmunya, ada pula yang sombong dengan kedudukannya. Meskipun kesombongan orang kaya sudah jelas buruk, paling tidak mereka masih memiliki sesuatu yang dapat dijadikan bahan kesombongan, walau tetap saja tidak benar di hadapan agama maupun akhlak. Namun, ada bentuk kesombongan yang jauh lebih parah dan menyedihkan, yaitu ketika orang miskin yang tidak memiliki apa-apa justru bersikap sombong.
Fenomena ini sering kita jumpai di sekitar kita. Orang miskin yang seharusnya rendah hati, rajin berusaha, dan mendekatkan diri kepada Allah, malah sebaliknya menjadi tinggi hati. Mereka enggan beribadah dengan alasan gengsi, malas bekerja kasar karena merasa tidak pantas, dan mudah marah ketika dinasihati. Padahal, kondisi kehidupan mereka sudah berada di ambang kehancuran, tetapi kesombongan membuatnya tidak sadar-sadar.
Hakikat Kesombongan
Kesombongan dalam ajaran Islam didefinisikan sebagai menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi." (HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan betapa berbahayanya sifat sombong, sekecil apapun. Apalagi jika kesombongan itu dimiliki oleh orang yang sebenarnya tidak punya sesuatu untuk dibanggakan. Sombong padahal miskin ibarat orang yang berdiri di atas jurang namun masih membusungkan dada, padahal sebentar lagi bisa jatuh.
Mengapa Orang Miskin Bisa Sombong?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang miskin tetap bersikap sombong:
1. Rasa gengsi yang berlebihan. Mereka merasa bekerja kasar akan merendahkan martabatnya. Padahal, semua pekerjaan halal adalah mulia.
2. Tidak mau menerima kenyataan. Banyak orang miskin yang menolak kondisi dirinya dan bukannya berusaha keluar dari kesulitan, malah membungkus dirinya dengan kesombongan semu.
3. Kurang ilmu dan iman. Lemahnya pengetahuan agama membuat mereka tidak sadar bahwa ibadah dan kerendahan hati justru menjadi jalan keluar dari kesulitan hidup.
4. Lingkungan yang salah. Kadang, pengaruh pergaulan membuat mereka lebih mementingkan penampilan gagah dan gengsi, daripada bekerja keras dan memperbaiki ibadah.
Dampak Kesombongan Orang Miskin
Kesombongan orang miskin membawa dampak buruk baik bagi dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya:
Enggan berusaha. Karena gengsi, mereka malas bekerja. Akibatnya, kemiskinan semakin parah.
Menjauh dari Allah. Tidak mau beribadah berarti menutup pintu rezeki dan keberkahan.
Mudah tersinggung. Ketika dinasihati, mereka malah marah. Akibatnya, tidak ada yang bisa membimbing mereka.
Dibenci lingkungan. Orang yang sombong biasanya dijauhi, sehingga mereka semakin terpuruk dalam kesendirian.
Kesombongan harus segera dibuang, apalagi bagi orang miskin. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1. Menyadari kondisi diri. Orang miskin harus ikhlas menerima keadaan dan menjadikannya motivasi untuk bekerja keras.
2. Meningkatkan ibadah. Dengan shalat, doa, dan mendekatkan diri kepada Allah, hati akan dilembutkan dan kesombongan akan terkikis.
3. Menghargai setiap pekerjaan halal. Tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan cara yang benar. Justru gengsi yang berlebihanlah yang membuat hidup hina.
4. Mencari lingkungan yang baik. Berteman dengan orang-orang yang rendah hati dan pekerja keras akan membantu menumbuhkan semangat positif.
Kesombongan adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Orang kaya sombong saja sudah buruk, apalagi orang miskin yang tidak memiliki apa-apa tetapi masih menyombongkan diri. Mereka enggan beribadah, malas bekerja karena gengsi, dan tidak mau menerima nasihat. Sikap seperti ini hanya akan mempercepat kehancuran hidupnya.
Sebaliknya, jika orang miskin mau rendah hati, rajin berusaha, dan bersyukur kepada Allah, maka pintu rezeki akan terbuka. Banyak contoh orang sederhana yang sukses karena ketekunan dan kerendahan hatinya. Karena itu, sudah sepatutnya kita menjauhi sifat sombong, baik dalam keadaan kaya maupun miskin. Ingatlah, kehormatan seseorang bukan terletak pada harta atau kedudukan, melainkan pada akhlaknya.



Komentar
Posting Komentar