Langsung ke konten utama

MI Cijulang Gelar Ekstrakurikuler Pencak Silat untuk Kebugaran, Kedisiplinan, dan Pelestarian Budaya

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang terus berupaya memberikan pendidikan yang menyeluruh, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga pengembangan bakat dan karakter peserta didik. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah ekstrakurikuler pencak silat, yang dilaksanakan secara rutin di bawah bimbingan Bapak Utis.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik siswa, menanamkan nilai kedisiplinan, serta melestarikan salah satu warisan luhur bangsa Indonesia, yaitu pencak silat. Melalui latihan teratur, para siswa tidak hanya dilatih gerakan dasar bela diri, tetapi juga sikap mental seperti sportivitas, rasa hormat, dan kepercayaan diri.

Menurut Bapak Utis selaku pembimbing, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter. “Anak-anak belajar bagaimana menghargai guru, teman, serta menjaga sikap sopan santun. Disiplin waktu dan ketekunan juga menjadi hal penting yang kami tanamkan,” ujarnya.

Para siswa pun terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Selain menambah keterampilan, mereka juga merasa bangga dapat ikut menjaga dan mengembangkan budaya asli Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak generasi yang sehat, tangguh, disiplin, sekaligus mencintai warisan budayanya.

Dengan adanya ekstrakurikuler pencak silat, MI Cijulang semakin menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang berkarakter, sehat, dan berbudaya.



Komentar

  1. ttp lestari n maju pencak silat,MI CIJULANG terus jaya n mendunia

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...