Langsung ke konten utama

KEPALSUAN CINTA

Cekdam

Aku datang padamu dengan hati penuh sayang. Semua yang kupunya, yang tak seberapa, kuberikan dengan tulus. Kau sambut perasaanku, dan aku kira itu adalah awal dari kebahagiaan. Aku percaya pada senyummu, pada genggaman tanganmu, pada setiap kata manis yang keluar dari bibirmu. Aku kira cintamu sejujur cintaku.

Hari-hari pertama bersama denganmu terasa indah. Kita berjalan berdua di jalanan kecil, bercanda, tertawa, seakan dunia ini hanya milik kita. Kau sering berkata, “Aku bahagia bersamamu, meski kau sederhana.” Dan aku percaya. Aku tidak pernah meragukanmu, karena aku tahu aku mencintaimu tanpa syarat.

Namun perlahan, aku mulai melihat sesuatu yang berbeda. Senyummu yang dulu hangat, kini terasa dingin. Tatapanmu yang dulu penuh cinta, kini sering kosong. Kau mulai sibuk, sering beralasan tak bisa bertemu. Dan saat kita berjumpa, aku melihat matamu seakan menyimpan sesuatu yang tak pernah kau katakan.

Hingga akhirnya aku tahu. Semua itu hanya pura-pura. Cintamu hanyalah sandiwara, permainan yang kau jalani untuk menutupi apa yang sebenarnya ada di hatimu. Kau tidak pernah benar-benar mencintaiku. Kau hanya menganggapku singgahan, seseorang yang bisa kau manfaatkan sementara.

Hari itu kau berkata dengan lantang, tanpa peduli perasaanku, “Aku tidak bisa hidup denganmu. Karena kamu lelaki yang tak punya dan tak memiliki masa depan .”

Kata-katamu menusuk jiwaku. Seakan semua kebahagiaan yang kubangun bersamamu runtuh begitu saja. Kau menghina aku, seolah seluruh ketulusanku tak ada artinya hanya karena aku tak punya harta. Aku menatapmu dengan mata berkaca-kaca, mencoba menahan air mata, tapi suaraku gemetar saat aku berkata, “Apakah cintaku tidak cukup bagimu?”

Tapi kau hanya tertawa kecil, senyum yang penuh penghinaan. Lalu kau pergi, meninggalkanku. Dan tak lama kemudian aku tahu, kau memberikan kesucianmu pada orang lain. Lelaki yang dianggap  lebih kaya, yang bisa memberimu apa yang tidak bisa kuberikan. Aku hancur. Malam itu aku menangis, bukan hanya karena kau meninggalkanku, tapi karena aku sadar betapa bodohnya aku telah percaya pada cintamu yang palsu.

Hari-hariku setelah itu penuh luka. Aku berjalan sendiri, mencoba mengobati hati yang terlanjur remuk. Aku bekerja keras, bukan untuk membuktikan apa-apa padamu, melainkan untuk membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku bisa bangkit dan memiliki masa depan meski tanpa dirimu.

Waktu berjalan. Dan aku dengar kabar itu. Hubunganmu dengan dia tidak bertahan lama. Lelaki itu meninggalkanmu, merenggut segalanya darimu, lalu pergi tanpa rasa peduli. Kau gagal. Kau hancur.

Dan pada akhirnya, kau datang kembali padaku. Dengan wajah penuh air mata, dengan suara bergetar, kau berkata, “Maafkan aku. Aku salah. Aku bodoh telah mengabaikanmu. Aku ingin kembali. Aku masih mencintaimu.”

Aku menatapmu lama. Kau masih cantik, pesonamu tak berubah, tapi aku tahu di balik itu semua, ada luka yang tak bisa kuabaikan. Aku ingat bagaimana dulu kau menghina aku, meninggalkan aku hanya karena aku miskin, memberikan sesuatu yang seharusnya dijaga untuk orang lain.

Air mataku jatuh. Bukan karena aku bahagia kau kembali, melainkan karena luka lama itu kembali terbuka. Aku menggeleng pelan dan berkata lirih, “Maaf. Aku tidak bisa lagi. Aku pernah mencintaimu sepenuh hati, tapi kau hancurkan semuanya. Aku tidak akan kembali, meski kau memang cantik. Karena cinta bagiku bukan soal wajah atau harta, melainkan tentang hati yang tulus. Dan hatimu pernah menghinaku.”

Kau menangis di hadapanku, memohon, tapi aku tidak bergeming. Aku memilih pergi, meninggalkanmu sendiri. Aku tidak ingin lagi mengulang luka yang sama.

Sejak saat itu aku belajar: cinta yang sejati tidak pernah pura-pura, tidak pernah meninggalkan hanya karena miskin. Dan aku berjanji, aku akan menjaga hatiku untuk seseorang yang benar-benar tahu bagaimana menghargai ketulusan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bergizi Gratis Perdana di MI Cijulang

  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menyambut dengan penuh suka cita program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di sekolah. Program ini disambut sangat gembira oleh para siswa, karena selain memberikan pengalaman baru, juga menambah semangat belajar mereka di sekolah. Sejak pagi, wajah anak-anak terlihat ceria menantikan momen istimewa ini. Ketika makanan bergizi dibagikan, mereka tampak begitu antusias dan menikmatinya dengan lahap. Menu yang disajikan pun sehat dan bervariasi, mulai dari nasi, lauk pauk berprotein, sayuran segar, hingga buah-buahan. Hal ini tentu menjadi langkah baik dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak-anak. Kepala MI Cijulang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas terselenggaranya program MBG ini. Menurut beliau, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan agar anak-anak lebih rajin belajar. Dengan tubuh yang sehat dan gizi ...

SOAL LATIHAN IPAS KELAS 5 SD/MI

  Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah cara menyenangkan untuk menambah wawasan. Untuk melatih pemahaman, silakan kerjakan soal-soal IPAS yang tersedia. Kegiatan ini tidak bersifat wajib, sehingga siapa pun bebas memilih untuk berpartisipasi. Soal IPAS diperuntukkan bagi masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang pendidikan. Menariknya, soal tersebut dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja sesuai kenyamanan masing-masing. Dengan begitu, belajar IPAS menjadi lebih fleksibel sekaligus bermanfaat. Semakin sering berlatih, semakin mudah memahami konsep-konsep penting dalam IPAS yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Unutk mengerjakan soal tersebut silahkan klik  kata yang di cetak  miring         :   Klik di sini soalan IPAS Kelas 5 MI /SD

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...