Langsung ke konten utama

Jalan Sehat Bersama Anak MI Kelas 5: Menyusuri Kampung Cijulang dengan Ceria

 


Sabtu pagi itu tanggal 13 September 2025, udara terasa begitu segar. Sinar matahari menembus pepohonan dengan hangat, menyambut langkah kami dalam kegiatan jalan sehat bersama anak-anak MI kelas 5. Seperti biasanya, kegiatan ini menjadi salah satu momen yang paling ditunggu, karena selain menyehatkan tubuh, juga menghadirkan kebersamaan yang penuh tawa dan keceriaan.



Rute yang dipilih kali ini cukup istimewa. Kami berangkat dari sekolah, kemudian melewati kampung Cijulang, menyusuri blok Randu, Ci Bubuay, hingga kembali lagi ke Cijulang dengan melewati perumahan Fitra Pratama. Jalur yang dipilih bukan sekadar jalan besar atau aspal utama, melainkan sengaja diarahkan melewati gang kecil menuju perumahan penduduk dan juga area pesawahan. Hal ini dilakukan agar anak-anak bisa melihat secara langsung suasana kampung yang alami, sekaligus merasakan indahnya berjalan di tengah lingkungan pedesaan.

Yang membuat perjalanan kali ini terasa berbeda adalah perubahan wajah kampung yang cukup mencolok. Jika dahulu banyak jalan yang masih berupa tanah, licin saat hujan dan becek ketika dilalui, kini hampir semua gang sudah ditata dengan rapi. Beberapa sudah dipasang tembok penahan, bahkan ada yang sudah diaspal mulus. Kondisi ini tentu membuat perjalanan lebih nyaman, baik untuk anak-anak maupun guru pendamping.

Di sepanjang jalan, pemandangan sawah dan kebun menjadi teman setia. Hamparan hijau padi yang bergoyang tertiup angin menambah keindahan suasana. Sesekali terdengar suara burung yang berkicau di pepohonan, menambah semarak perjalanan pagi itu. Anak-anak tampak begitu antusias, saling bercanda sambil melangkah dengan semangat. Mereka bahkan beberapa kali berhenti sejenak untuk menikmati udara segar, atau sekadar menunjuk sesuatu yang menarik di sekitar.

Selain keindahan alamnya, pengalaman menyusuri kampung ini juga memberikan pelajaran berharga bagi anak-anak. Mereka belajar untuk lebih menghargai lingkungan sekitar, memahami pentingnya menjaga kebersihan jalan, serta menyadari betapa berharganya suasana pedesaan yang sejuk dan damai. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, berjalan di jalan kecil kampung seperti ini menghadirkan rasa tenteram yang jarang didapat di tempat lain.



Setibanya di perumahan Fitra Pratama, langkah kaki mulai melambat karena sebagian anak merasa lelah. Namun wajah mereka tetap ceria, karena perjalanan ini bukan sekadar tentang mencapai garis akhir, melainkan tentang menikmati setiap detik kebersamaan. Rasa lelah itu pun seakan terbayar dengan tawa riang yang terus terdengar hingga langkah terakhir kembali ke sekolah.

Jalan sehat kali ini bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga sebuah perjalanan penuh makna. Dari perubahan kampung yang semakin maju, pemandangan sawah yang menyejukkan, hingga canda tawa anak-anak yang mengiringi, semua menjadi bagian dari cerita yang akan dikenang. Semoga kegiatan sederhana namun bermakna ini terus dilaksanakan, agar anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga semakin cinta pada lingkungannya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...