Langsung ke konten utama

Harimau Yang Egois



Di dalam hutan, tidak pernah ada sebuah pemilihan, tidak pernah ada musyawarah, apalagi pemungutan suara untuk menentukan siapa yang menjadi pemimpin. Hutan hidup dengan hukum alamnya sendiri, di mana setiap makhluk memiliki peran, keseimbangan, dan jalannya masing-masing. Namun, harimau sering kali disebut-sebut sebagai “raja hutan.” Julukan itu lahir bukan karena kesepakatan seluruh penghuni hutan, melainkan karena sifatnya yang kuat, berani, dan ditakuti.

Masalahnya, harimau kadang menjadi terlalu egois. Ia menganggap dirinya penguasa, seakan-akan seluruh isi hutan adalah miliknya. Ia berjalan dengan angkuh, menebar teror dengan cakarnya, dan merasa berhak menentukan aturan tanpa mendengar suara makhluk lain. Padahal, kera, gajah, burung, rusa, bahkan semut pun punya peran penting dalam menjaga keseimbangan hutan.

Jika hutan bisa berbicara, mungkin ia akan menegur harimau:

“Wahai harimau, engkau memang kuat, tetapi kekuatan bukanlah alasan untuk menyebut dirimu raja. Tidak ada satupun dari kami yang memilihmu. Kau hanyalah bagian dari hutan, sama seperti kami. Jika engkau rakus dan egois, maka kerusakanlah yang akan datang, bukan keharmonisan.”

Kenyataannya, hutan tidak butuh raja. Hutan butuh keseimbangan. Semua makhluk, kecil maupun besar, berhak hidup damai sesuai takdirnya. Julukan “raja hutan” hanyalah sebutan yang diciptakan manusia, bukan hasil pengakuan alam. Maka, seekor harimau yang mengaku-ngaku sebagai raja sesungguhnya sedang terjebak dalam kesombongan dirinya sendiri.

Kekuatan tidak selalu identik dengan kepemimpinan. Seorang pemimpin sejati bukanlah yang merasa berkuasa karena ditakuti, melainkan yang mampu menjaga, melindungi, dan menyeimbangkan kehidupan di sekitarnya. Mengaku raja tanpa persetujuan hanyalah bentuk egoisme, bukan kepemimpinan yang sejati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bergizi Gratis Perdana di MI Cijulang

  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menyambut dengan penuh suka cita program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di sekolah. Program ini disambut sangat gembira oleh para siswa, karena selain memberikan pengalaman baru, juga menambah semangat belajar mereka di sekolah. Sejak pagi, wajah anak-anak terlihat ceria menantikan momen istimewa ini. Ketika makanan bergizi dibagikan, mereka tampak begitu antusias dan menikmatinya dengan lahap. Menu yang disajikan pun sehat dan bervariasi, mulai dari nasi, lauk pauk berprotein, sayuran segar, hingga buah-buahan. Hal ini tentu menjadi langkah baik dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak-anak. Kepala MI Cijulang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas terselenggaranya program MBG ini. Menurut beliau, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan agar anak-anak lebih rajin belajar. Dengan tubuh yang sehat dan gizi ...

SOAL LATIHAN IPAS KELAS 5 SD/MI

  Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah cara menyenangkan untuk menambah wawasan. Untuk melatih pemahaman, silakan kerjakan soal-soal IPAS yang tersedia. Kegiatan ini tidak bersifat wajib, sehingga siapa pun bebas memilih untuk berpartisipasi. Soal IPAS diperuntukkan bagi masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang pendidikan. Menariknya, soal tersebut dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja sesuai kenyamanan masing-masing. Dengan begitu, belajar IPAS menjadi lebih fleksibel sekaligus bermanfaat. Semakin sering berlatih, semakin mudah memahami konsep-konsep penting dalam IPAS yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Unutk mengerjakan soal tersebut silahkan klik  kata yang di cetak  miring         :   Klik di sini soalan IPAS Kelas 5 MI /SD

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...