Ingatlah, saudaraku, kehidupan ini
berjalan berdasarkan hukum alam yang tidak pernah salah. Segala sesuatu yang
kita lakukan, baik ataupun buruk, akan kembali kepada diri kita sendiri. Ketika
kita menindas orang lain, meremehkan, atau menyakiti hati sesama, cepat atau
lambat kita pun akan merasakan hal yang sama. Inilah prinsip sebab-akibat yang
berlaku universal, tanpa mengenal siapa kita, apa jabatan kita, atau seberapa
kuat kita merasa berkuasa.
Menindas orang lain mungkin memberi
rasa puas sesaat. Namun, hati manusia tidak pernah benar-benar tenang jika
hidup dengan cara merugikan orang lain. Perlakuan buruk akan menumbuhkan
kebencian, sakit hati, bahkan doa-doa yang keluar dari mulut orang yang
teraniaya. Doa seperti itu tidak membutuhkan syarat panjang untuk sampai kepada
Sang Pencipta. Begitu pula ketika kita meremehkan orang lain. Mungkin saat ini
kita merasa lebih pintar, lebih kaya, atau lebih kuat, tetapi roda kehidupan
berputar. Ada masanya kita berada di bawah, dan pada saat itu kita akan
merasakan bagaimana rasanya diremehkan.
Sebaliknya, ketika kita menebarkan
kebaikan, menghargai orang lain, dan menolong sesama, maka kebaikan itu pun
akan kembali. Kadang tidak langsung, kadang datang dari arah yang tidak kita
sangka. Tetapi yakinlah, alam semesta tidak pernah menutup mata terhadap
kebaikan sekecil apa pun.
Karena itu, berhati-hatilah dalam
bersikap. Jangan meremehkan siapa pun, karena setiap manusia memiliki martabat
yang sama di hadapan Tuhan. Jadilah orang yang menanam kebaikan, karena itulah
investasi sejati dalam hidup. Ingatlah hukum alam ini, saudaraku: apa yang kita
tabur, itulah yang akan kita tuai.

Komentar
Posting Komentar