Langsung ke konten utama

Apa yang Kita Tabur, Itulah yang Kita Tuai

 


Ingatlah, saudaraku, kehidupan ini berjalan berdasarkan hukum alam yang tidak pernah salah. Segala sesuatu yang kita lakukan, baik ataupun buruk, akan kembali kepada diri kita sendiri. Ketika kita menindas orang lain, meremehkan, atau menyakiti hati sesama, cepat atau lambat kita pun akan merasakan hal yang sama. Inilah prinsip sebab-akibat yang berlaku universal, tanpa mengenal siapa kita, apa jabatan kita, atau seberapa kuat kita merasa berkuasa.

Menindas orang lain mungkin memberi rasa puas sesaat. Namun, hati manusia tidak pernah benar-benar tenang jika hidup dengan cara merugikan orang lain. Perlakuan buruk akan menumbuhkan kebencian, sakit hati, bahkan doa-doa yang keluar dari mulut orang yang teraniaya. Doa seperti itu tidak membutuhkan syarat panjang untuk sampai kepada Sang Pencipta. Begitu pula ketika kita meremehkan orang lain. Mungkin saat ini kita merasa lebih pintar, lebih kaya, atau lebih kuat, tetapi roda kehidupan berputar. Ada masanya kita berada di bawah, dan pada saat itu kita akan merasakan bagaimana rasanya diremehkan.

Sebaliknya, ketika kita menebarkan kebaikan, menghargai orang lain, dan menolong sesama, maka kebaikan itu pun akan kembali. Kadang tidak langsung, kadang datang dari arah yang tidak kita sangka. Tetapi yakinlah, alam semesta tidak pernah menutup mata terhadap kebaikan sekecil apa pun.

Karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap. Jangan meremehkan siapa pun, karena setiap manusia memiliki martabat yang sama di hadapan Tuhan. Jadilah orang yang menanam kebaikan, karena itulah investasi sejati dalam hidup. Ingatlah hukum alam ini, saudaraku: apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bergizi Gratis Perdana di MI Cijulang

  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menyambut dengan penuh suka cita program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di sekolah. Program ini disambut sangat gembira oleh para siswa, karena selain memberikan pengalaman baru, juga menambah semangat belajar mereka di sekolah. Sejak pagi, wajah anak-anak terlihat ceria menantikan momen istimewa ini. Ketika makanan bergizi dibagikan, mereka tampak begitu antusias dan menikmatinya dengan lahap. Menu yang disajikan pun sehat dan bervariasi, mulai dari nasi, lauk pauk berprotein, sayuran segar, hingga buah-buahan. Hal ini tentu menjadi langkah baik dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak-anak. Kepala MI Cijulang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas terselenggaranya program MBG ini. Menurut beliau, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan agar anak-anak lebih rajin belajar. Dengan tubuh yang sehat dan gizi ...

SOAL LATIHAN IPAS KELAS 5 SD/MI

  Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah cara menyenangkan untuk menambah wawasan. Untuk melatih pemahaman, silakan kerjakan soal-soal IPAS yang tersedia. Kegiatan ini tidak bersifat wajib, sehingga siapa pun bebas memilih untuk berpartisipasi. Soal IPAS diperuntukkan bagi masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang pendidikan. Menariknya, soal tersebut dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja sesuai kenyamanan masing-masing. Dengan begitu, belajar IPAS menjadi lebih fleksibel sekaligus bermanfaat. Semakin sering berlatih, semakin mudah memahami konsep-konsep penting dalam IPAS yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Unutk mengerjakan soal tersebut silahkan klik  kata yang di cetak  miring         :   Klik di sini soalan IPAS Kelas 5 MI /SD

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...