Langsung ke konten utama

Perlombaan di Madrasah Ibtidaiyah Cijulang Meriahkan HUT RI ke-80

 
 



Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menggelar berbagai perlombaan yang penuh semangat dan keceriaan. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, dengan tujuan menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus mempererat kebersamaan antar siswa.


Kegiatan lomba dilaksanakan di halaman madrasah dengan suasana meriah. Berbagai lomba tradisional yang sederhana namun penuh makna digelar, seperti lomba balap karung, makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga lomba estafet kelereng. Setiap anak tampak antusias mengikuti perlombaan, tidak hanya untuk meraih hadiah, tetapi juga untuk merasakan kebersamaan dan semangat kemerdekaan.


Para guru dan panitia lomba turut serta memberi semangat dan dukungan, sehingga suasana semakin ramai dan hangat. Meski hadiah yang diberikan sederhana, namun sangat menarik dan mampu menambah semangat para siswa untuk berpartisipasi.


Kepala MI Cijulang menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ajang untuk menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, serta rasa cinta tanah air kepada para siswa sejak dini.


Acara perlombaan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Senyum bahagia terpancar dari wajah siswa-siswi MI Cijulang, baik yang meraih juara maupun yang hanya ikut meramaikan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan para pahlawan dapat terus dihayati dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...