Masjid adalah rumah Allah, tempat
umat berkumpul untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Di dalamnya,
ada yang datang dengan hati khusyuk, ada yang hadir dengan wajah penuh doa, dan
tak jarang kita juga melihat anak-anak kecil yang ikut serta bersama orang
tuanya.
Kadang, kehadiran anak-anak
membuat suasana masjid menjadi lebih ramai. Terkadang terdengar suara tawa,
bisikan, bahkan tangisan kecil. Hal ini sering kali menimbulkan kegelisahan
bagi sebagian jamaah. Namun, mari kita renungkan sejenak: apakah kita harus
marah? Apakah mereka layak dicaci?
Anak-anak sejatinya bukan
gangguan, mereka adalah amanah. Kehadiran mereka di masjid adalah tanda bahwa
sejak dini mereka dikenalkan pada rumah Allah. Justru di sinilah pentingnya
peran orang tua. Tanpa arahan dan bimbingan, wajar bila anak-anak sulit menjaga
ketenangan. Maka, mendampingi mereka dengan penuh kesabaran adalah bagian dari
tanggung jawab orang tua.
Bagi kita yang menjadi jamaah
lain, mari belajar untuk lebih bijak. Jangan jadikan suara anak-anak sebagai
alasan untuk meninggalkan masjid atau memilih sholat di rumah. Sebaliknya,
jadikan itu sebagai pengingat bahwa generasi penerus umat sedang belajar
mencintai masjid.
Masjid akan tetap hidup bukan
hanya karena lantunan doa dari orang tua, tetapi juga oleh langkah-langkah
kecil anak-anak yang suatu hari akan tumbuh menjadi pemakmur rumah Allah.

Komentar
Posting Komentar