Kesombongan terhadap ilmu adalah salah satu bentuk ujub
(bangga diri) yang sangat berbahaya. Orang seperti ini merasa paling tahu,
paling benar, dan paling paham. Akibatnya, dia sulit menerima masukan atau
kritik, walaupun sebenarnya ia sedang berada dalam kekeliruan.
“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang
lain.”
(HR. Muslim)
Kesombongan membutakan hati. Ilmu yang seharusnya membuat
seseorang semakin rendah hati dan bijaksana, justru malah menjadikannya arogan
dan menutup diri dari kebenaran.
Orang yang tidak merasa bersalah meski salah, bisa jadi
kehilangan kepekaan hati. Ini bisa terjadi karena:
·
Terlalu terbiasa menyalahkan orang lain.
·
Menganggap diri sebagai otoritas mutlak.
·
Tidak pernah diajari untuk introspeksi diri.
·
Terlalu sibuk menunjukkan kehebatan dibanding mencari
kebenaran.
Orang semacam ini tidak hanya merusak dirinya, tapi juga
lingkungan sekitarnya. Ia bisa membuat orang lain merasa terintimidasi,
menciptakan suasana tidak nyaman, bahkan memecah belah komunitas.
Ilmu yang benar akan membawa seseorang pada kerendahan hati.
Sebagaimana pepatah Arab:
"Semakin tinggi pohon, semakin merunduk buahnya."
Supaya kita terhindar dari sifat ujub atau kesombongan,maka
kuncinya adalah keikhlasan dan kerendahan hati. Ilmu bukan untuk meninggikan
diri, tapi untuk menuntun diri dan orang lain menuju kebaikan terlebih
mengharap ridho Allah SWT.
Kita semua bisa jatuh dalam perangkap ini—merasa tahu, merasa
paling benar. Maka introspeksi atau muhasabah diri dan mencari nasihat adalah
kunci keselamatan hati. Jika bertemu orang seperti ini, bersabarlah, doakanlah,
dan jika memungkinkan, beri nasihat dengan lemah lembut.

Komentar
Posting Komentar