Langsung ke konten utama

CIRI -CIRI SIFAT SERAKAH, BAHAYA DAN TIPS MENJAUHINYA...



  
Sebetulnya hidup itu sederhana yang mahal itu gengsinya. Kebanyakan manusia itu resah gelisah dengan kehidupan yang dijalaninya, karena mereka tidak mau bersyukur dengan apa yang dia miliki atau pemberian Tuhannya. Karena memang salah satu sifat manusia adalah serakah (maaf) kalau tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya.

 Saya pernah mengobrol dengan orang yang sudah sepuh, Dia mengatakan "manusia itu ingin punya rumah mewah, kendaraan yang indah pokonya dia tidak ingin rendah dari kawanya semua, menurut dia hidup itu perlombaan yang tidak ada ujunngnya."

  Menurut Gus Baha dalam salah satu ceramahnya beliau mengatakan "manusia itu tidak mati kalau tidak memiliki  mobil mewah, manusia itu tidak mati kalau  tidak memiliki rumah yang sangat indah, manusia itu tidak akan mati kalau tidak kendaraan supermewah, manusia itu mati kalau tidak makan." Jadi manusia itu kadang  tidak bersyukur  dengan nikmat yang Allah berikan karena nikmat tersebut dipandang rendah dan tidak berarti, karena  pandangan mata hatinya  itu tertutupi dengan keserakahannya. 

   Bahwa manusia itu  tidak akan merasa puas kalaupun dia sudah memiki satu gunung emas, manusia itu ingin yang memiliki dua gunung emas, sudah memiki dua gunung emas manusia itu ingin  yang ke tiganya, hanya kematian yang  menghentikanya.

Berikut ciri ciri orang serakah, bahaya serakah dan tips  menghindari hidup serakah 

Ciri-Ciri orang yang memiliki sifat serakah

  1. Tidak bersyukur dengan nikmat Allah SWT berikanya     kepadanya
  2.  Selalu merasa kurang padahal ia telah banyak mendapat   nikmat
  3.  Ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain
  4.  Panjang angan-angan yaitu suka menghayal dan tidak   realistis
  5.  Kikir, ia tidak mau hartanya berkurang sedikitpun
  6.  Kurang menghargai pemberian orang lain jika tidak sesuai   keinginan 
  7. Terlalu mencintai harta yang dimiliki.
  8. Terlalu semangat mencari harta tanpa memperhatikan waktu dan kondisi tubuh.
  9. Semua perbuatannya selalu bertendensi pada materi

Bahaya Serakah

  1.  Orang yang tamak selalu merasa kurang dan tidak pandai bersyukur
  2. Sifat tamak dapat menimbulkan rasa dengki, hasul dan permusuhan
  3. Sifat tamak akan membutakan orang sehingga menghalalkan segala cara dalam meraih tujuannya
  4.  Sifat tamak akan menjauhkan seseorang dari Allah Swt.
  5.  Sifat tamak membuat orang menjadi bakhil, karena takut hartanya berkurang

 Cara Menghindari Sifat Serakah

  1.  Mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan
  2.  Membiasakan diri dengan sifat ikhlas dan rendah diri
  3.  Membiasakan diri dengan sifat pemurah dan jujur
  4.  Membiasakan hidup sederhana, hemat, qana’ah dan zuhud
  5.  Meminta pertolongan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat serakah
  6. Menghindari sifat iri jika melihat orang lain banyak harta
  7. Sadar bahwa materi hanya hiasan hidup dan perantara menuju akhirat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...