9. Perencanaan
Tiba tiba aku bertemu
dengan Meli Sapriani, begitu cantik sekali
dengan kerudung berwarna merahnya. Mey berdiri di atas hamparan rumput
yang begitu luas, Mey Menunggu aku. Dia menggandeng seorang anak kecil . Aku
berlari sekencang - kencangnya mendekati Mey. Dia tersenyum dan melambaikan
tangan sambil memegang pundak anak kecil. Ketika aku mau memeluk Mey karena
saking rindunya, bertahun tahun tidak
bertemu kini orangnya sudah ada di depanku.
Aku tahan, Mey bukan istriku lagi, walau saling mencintai tapi jangan sampai melanggar hukum ilahi. Cinta
bukan segalanya harus bisa menahan diri. Ketika kita bisa menahan diri dari yang haram maka Allah
akan memberikannya dengan yang halal. Aku seperti salah tingkah di depan Mey.
“Apa kabar mas?”Tanya Mey
“Eh aku baik, kamu gimana?”
Aku jawab dengan begitu bahagia.
“Aku baik juga mas.”
“Ini siapa mey?”
“Mas ini anak kita.”
“Ah kamu bercandakan?”
“Iya ini anak kita lho, Mas!”
“Ah masa ? aku tidak
punya anak.”
“Ini buah hasil cinta kita Mas. Sayang ini papah
kamu sekarang kamu harus bahagia ya punya papah.”
Mey berbicara kepada anak
kecil itu sambil menunjuk kepadaku. Aku belum mengerti aku punya anak. Anak itu
mendekati ku dan memeluk aku. Tak terasa air mataku meleleh di pipiku. Begitu juga
dengan Meli menangis melihat kami berpelukan. Sambil menangis Meli memintaku untuk tidak meninggalkan
mereka lagi. Siapa yang akan meninggalkan Mey, aku terusir dengan terpaksa
harus berpisah dengannya. Mey bercerita.
“Ketika kamu meninggalkan
aku. Kamu tidak tahu kalau aku hamil anakmu
ini, makanya sekarang jangankan tinggalkan aku lagi. Bagaimanapun kamu tahu kan
mas aku menerimamu apa adanya bukan ada apanya aku mencintaimu dengan sepenuh hati makan
sekali sepirng berdua aku rela asal
jangan kau mendua bukan begitu janjiku. Apalagi sekarang ank kita sudah besar
kamu jangan tinggalkan kami lagi. Dia butuh kasih sayang orang tua terutama
cinta seorang bapak. Sekarang cinta kita sudah berbuah dan jangan sampai buah itu jatuh busuk
sebelum berkembang. Aku takut sudah
kehilangan kamu dan kehilangan dia juga.”
“Aku tahu mey, tapi
bagaimanapun keadaanlah memaksa aku harus pergi meninggalkan mu, bukan
aku tidak mempertahankan cinta tapi semua tidak percaya jadi aku terpaksa, menerima kepahitan dan
kegetiran malam itu.”
“Buktikan kalau kau mampu Mas menjadi seorang yang sukses , bukankankah kau orang hebat. Pasti kamu bisa Mas.”
“Kamu memang bijak Mey dari dahulu suka membesarkan
hatiku.”
“Buktikan Mas kekuatan cinta akan mengalahkan segalanya
seperti kisah cintanya saudagar mesir yang begitu terpesona dengan ketampanan Nabi
Yusuf, dia tidak merasakan sakit walau
tersayat karena terbius dengan rasa
cintanya. Kalau memang kau benar - benar
memiliki cinta sejati maka kau harus membuktikanya karena itu tadi mas kekuatan cinta akan
mengalahkan segalanya. Orang yang
mencintai sesuatu akan tahan dalam
cobaannya dan berani menderita
dengan perjuangannya.
“Iya Mey aku akan membuktikannya aku mencintaimu dan anakku.”
Anak itu melepaskan
pelukannya dan kembali kepada Mey.
“ Maaf ya Mas aku pergi
dahulu .” Mey tersenyum manis begitu juga anak itu sambil melambaikan tangan
kepadaku. Aku berteriak sekeras mungkin
kepada mereka.
“Mey jangan pergi tunggu
aku .”
Teriak aku
sambil mengejar mereka ketika aku
mengejar mereka kakiku terperosok lobang
dan aku jatuh, ternyata aku mimpi. Keringat
membasahi badan. Semua terjadi seperti nyata, ternyata hanya mimpi. Aku bangkit
dari tempat tidurku aku istigpar, Ya Allah ampuni dosaku! pertanda apa ini? semoga
ini adalah hanya mimpi saja. Aku lihat baru jam dua malam dari situ ku tidak
bisa tidur lagi bayangan Mey dan anak itu menggangguku. Jantungku berdetak kencang
keringat dingin membasahi tubuhnku. Aku
ambil air minum mineral supaya aku sedikit tenang, dengan mimpi tadi.
Semakin gelisah dan bertanya selalu, pertanda apalagi dengan mimpi seperti itu? Malam yang
masih sepi tapi aku sudah bangun dengan beban
mimpi tadi. Mimpi ini petunjuk atau cobaan buatku agar aku banyak minta ampun
kepada Tuhan.
Akhirnya aku
sampai pagi mataku tidak terpejam lagi dan langsung aku mandi dan sampai pergi ke kantor aku tidak tidur lagi tapi pas siang agak sedikit kepalaku pening
karena kurang tidur di tempat kerjaku sering menguap.
Dengan kejadian mimpi
buruk seperti itu karena sampai kepikiran badanku merasa panas dingin mungkin
meriang, selera makanpun berkurang. Akhirnya aku telepon dokter untuk datang ke
rumah dan aku diperiksa dokter langgananku yang biasa suka datang kerumah. Setelah pemeriksaan dokter, beliau menyarankan satu atau dua hari
aku harus istirahat karena kecapeian. Aku kirim surat doket lewat mas Akbar
kepada perusahaan karean aku sakit tidak
bisa kerja, harus istirahat.
Aku hanya diam di kamar
saja selama dua hari kepalaku memang terasa berat dan perasaan badan sakit semua.
namun kalau aku memaksakan diri bekerja
nanti sakitku lebih parah lagi. Terasa aku menuruti saran dokter nanti kalau
sudah baik atau sehat pasti kerjalagi. Hasil dari pemeriksaan dokter bahwa aku
kecapaian dan juga banyak pikiran.
Karena aku sakit dan tinggal di rumah saja. Aku banyak dijenguk teman , terutama teman dekat.
Mungkin mereka menghiburku agar tidak terlalu kesepian.
Setelah dua hari badanku mulai terasa ringan kepalaku tidak
terasa sakit. Walau pikiranku masih
kepikiran dengan mimpi malam itu. Pagi hari mulai bekerja lagi. Simpati
teman sekantor luar biasa ketika aku sakit. Ketika aku masuk kerja lagi ada teman yang minta mamaf karena tidak tidak sempat menengok, aku katakan kepada mereka aku
hanya kecapean saja jadi tidak usah
kawatir.
Selama aku istrirahat
dua hari di rumah aku selalu
ingat jembatan merah itu yang di sebrangnya ada Ana. Aku harus ke sana kalau
sudah sehat dan memastikan siapa dia?
aku hanya ingin silaturahmi saja. Aku harus datang dengan baik - baik semoga tidak jadi masalah. Tapi kapan harus
ke sana mungkin nanti hari Minggu lagi, ketika aku libur kerja dan sambil
mengambil Hp ke counter ujang. Benar juga bila perlu ujang juga ajak
tapi ah jangan dia kasihan sibuk dengan counternya. Biarlah aku
selesaikan masalahku dengan diriku sendiri jangan sampai melibatkan orang lain. Apapun yang
terjadi aku siap menghadapinya toh aku
niatnya baik.hanya ingin bertemu ana. Dan kenapa sekarang Ana jadi
takut cuman itu saja. kalau aku disangka
penculik dan digebukin orang bagaimana?
O iya aku harus pura pura sedang membuat
contend an membuat video jadi jangan beralasan
mencari Ana. Alasannya aku sedang
membuat conten untuk video saja. Bila perlu aku wawancara tokohnya di sana dan
meminta bantuanya tentu harus aku kasih
uang juga biar urusan cepat kelar.Ya harus memakai pulus (uang) supaya mulus . Temanku suka
becanda hidup tanpa pulus manpus hidup
dengan pulus pasti mulus.
Jadi kesimpulan perencanaanku
nanti, ketika hari Minggu aku bawa kamera vlog dan pura - pura sedang membuat
konten sambil meneliti di sana, ada Ana
tidak? Jenius kataku dalam hati.
Semoga rencanaku berhasil dengan tidak ada resiko
yang berbahaya. Karena aku memiliki
pirasat lain,bahwa Ana adalah anak yang
misterius. Dia selalu terbayang dan seakan dia selalu mengkitu langkahku ke
mana aku pergi.
Aku hanya bisa berharapa baik dengan suatu
rencana namun segala kepastian adalah
milik Tuhan.Semoga segala kegelisahan
ini dapat terobati atau bisa mengenali siapa Ana sebenarnya?

Komentar
Posting Komentar