Langsung ke konten utama

Di Manakah Sumber Kebahgian Itu ???

 


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat, hampir semua manusia memiliki mimpi yang indah, yaitu ingin bahagia. Ada yang ingin bahagia dengan mengejar materi  atau kekayaan, ada juga yang mengejar kebahagiaanya dengan  jabatan, bahkan ada yang mengumbar nafsu birahi dengan mencari pasangan. Berbagai macam orang  mencari kebahagian dengan caranya masing -masing.

Di manakah sumber kebahagiaan itu ? apakah sumber kebahagian itu ada pada harta? Apakah sumber kebahagiaan itu ada pada jabatan atau pasangan?

Semua orang mencari harta, dengan cara bersaing dan berlomba demi harta. Tidak sedikit ada yang tidak memperdulikan  halal dan haram, yang penting dapat harta. Ada yang dapat harta ada juga yang tidak mendapatkatnya. Namun aneh semakin harta di tumpuk dan semakin banyak, yang datang bukan bahagia namun susah dan gelisah yang datang. Tidak sedikit orang yang bergelimang harta  namun hidupnya dipenuhi dengan kesusahan. Mungkin anda pernah membaca berita  ada orang yang terjerat narkoba karena hidupnya merasa setres dan tidak bahagia. Ternyata dia bukan stress atau gelisah dan susah karena kurang harta, bahkan  dia super kaya. Menurut kita segalanya dia punya, dari mulai tubuh dan wajah yang indah, rumah yang megah, mobil yang mewah dan uang yang melimpah. Kalau dia mau pergi ke luar negeri tinggal pergi karena memiliki jet pribadi. Namun semua itu tidak membuat bahagia seakan dia merana karena dia masih mencari kebahagian yang terlarang, bahkan membahayakan nyawanya sendiri dengan mengkonsumsi  obat - obatan terlarang. Sehingga dia harus berurusan dengan Kesehatan dan hukum. Lalu timbul pertanyaan , di manakah kebagaian itu berada?

Selain  harta  yaitu tahta yang banyak diperebutkan manusia. Tahta mungkin kita identikan dengan jabatan. Inipun  banyak yang bersaing dan berlomba  mencari jabatan atau ingin naik jabatan. Karena semakin jabatan tinggi semakin banyak kekuasaan yang didapatkan, dan  banyak uang  yang datang. Ketika jabatan sudah didapatkan, tidak sedikit yang tidak merasa senang. Bukan ketenangan dan kebahagiaan yang didapatkan bahkan keserakahan yang datang, membawa kepada gundah gulana dan resah gelisah yang menyerang. Padahal dengan jabatan yang tinggi  semua fasilitas bisa didapatkan, tentu hati merasa Bahagia dan senang. Namun aneh Sebagian orang bukan kebahagiaan yang dirasakan tapi kebalikanya. Lalu di manakah kebahagiaanu itu?

Mungkin hidup itu misteri,kata orang. Karena melihat  ada orang yang bergelimang harta dengan jabatan tinggi,namun kehidupanya tidak bahagia. Orang bijak pernah berkata ada tangisan di dalam istana tapi da gelak tawa di gubuk tua. Ada juga hidup tenang dan Bahagia  walau serba sederhana.

Ternyata sahabat! Harta dan jabatan, bukan sumber kebahagiaan, itu hanya alat untuk mencapai kebahagiaan. Jadi kita suka salah dalam mencari kebahagiaan bukan pada sumber kebahagian tapi baru kepada alat untuk mencari kebahagiaan. Lalu di manakah sumber kebahagiaan itu? Sumber kebahagiaan itu tiadak lain adalah  ada pada keridhoan Allah. Carilah keridhoan Allah pasti anda akan bahagia jauh dari keridhoan Allah pasti akan gundah gulana, resah dan gelisah, semua harta dan jabatan tidak akan berguna.

Kenapa kita hidup bermasalah atau tidak bahagia? karena kita jauh dari Allah. Semoga harta dan jabatan yang kita miliki sesuai dengan keridhoan  Allah, bukan ada dalam kebencian Allah.

email. maskunyasira@gmail.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...