Langsung ke konten utama

AMALAN BUBARAN SETELAH LEBARAN

 


Pada hari yang sangat berbahagia ini marilah kita panjatkan Segala puja dan puji kita kehadirat Allah Swt berkat kudrat dan irodatNya juga kasih dan sayangnya  kita bisa melakasanakan sholat iedul fitri di masjid fitra Alkhoir yang tercinta  ini.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan kita yang membawa uamatnya minaddulumati ilanur wakadalika ila sirotim mustakim yang merupakan tokoh revolusioner Islam  sedunia  yakni baginda tercinta nabi besar Muhammad saw.

Hadirin sidang ied yang berbahagia

Sebulan penuh kita ditempa  dengan berbagai amalan.siangnya puasa sambil mencari nafkah demi keluarga tercinta,sedangkan   malamnya  sholat tarawih dan kiamulail ditambah dengan tadarusan baik secara berjamaah maupun sendirian, walau mata ngantuk tetap terjaga karena bulan puasa bulan yang mulya jangan sampai terlewatkan. Di mana pahala dilipatkan  untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan.

Bulan puasa penuh dengan harapan  dan berbagai kegiatan keagamaan, anak sekolah dengan sanlat atau pesantren kilat. Dipondok pesantren dengan pengajian pasaran,di perkuliahan diaadakan seminar keagamaan  begitu juga di masjid digelar kultum atau ceramah keagamaan dan juga  memperingati nujullul quran.

Tidak berhenti di situ hampir setiap hari ibu ibu memberikan ta`jil ke masjid supaya bisa berbagi  kepada sesama. Dengan acara buka Bersama masjid ramai musola penuh dengan berbagai kegiatan keagamaan.

Dimalam terakhir ada yang i`tikap dimasjid  dengan harapan mendapatkan lailatul qodar  yaitu  malam mulya lebih dari seribu bulan.

Menjelang berakhirnya  ramadhon  ada lagi kewajiban  membayar zakat fitrah yang dikumpulkan oleh upz masjid .

Dengan berakhirnya romadhan kita berkumpul untuk melaksanakan sholat iedul fitri  dan setelah itu kita saling memaafkan   dan bersilatuhami kepada saudara dan tetangga kita baik yang dekat maupun jauh.Terutama kepada orang tua kita yang masih hidup jangan lewatkan mereka karena kedua orang tualah   kita jadi bisa begini. mintalah maaf dan doanya. Berikan yang terbaik  jangan engkau susahkan hidupnya. Kalau mereka sudah tidak ada maka doakan mereka. Semoga mereka mendapat Rahmat dan magfiroh Allah dan ditempatkan di taman – taman surga.

Hadirin yang berbahagia

Segala amal yang kita lakukan itu dengan dasar iman,  tentunya harus dengan ihlas karena syaratnya amal ibadah  diterima harus memiliki  dua  yaitu ilmu dan ihlas. Semoga segala ibadah kita diterima oleh allah swt.

Hadirin Rohimakumullah

Ibadah  dalam islam  harus seimbang  bukan hanya menenggelamkan diri dalam ibadah secara vertical saja atau ritual saja tapi harus juga ibadah secara horizontal secara sosial.ibadah  secara vertical   apa yang disebut dengan ibadah mahdoh  dan ibadah lainnya.

Sebagai seorang muslim ibadah sangat penting, kerja mencari nafkah tak kalah penting sebagaimana hadist nabi.

 

 اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأنَّك تَعِيشُ أبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا

Artinya: “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya. Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok pagi.”

 

Hadirin yang berbahagia

Setelah semua itu kita lewati  datanglah iedul fitri dimana  gemuruh takbir bergema ke seluruh penjuru dunia menggetarkan jiwa orang yang beriman.Air mata bercucuran karena telah ditinggalkan oleh ramadhon yang agung. masih bisakah kita bertemu dengan romadhon  yang akan datang? kita tidak tahu hanya Allah yang maha tahu. Takbir terus bergema  dari mulai terbenam matahari sampai pagi ini menusuk jiwa  teringat hati yang lalai  dan penuh dosa telah  menyia-nyiakan kesempatan di bulan suci Romadahon. Semoga kita bisa bertemu lagi dengan romadhon yang akan datang.

Hadirin yang berbahagia

Kita beramal jangan berhenti  setelah romadhon pergi  tapi teruskan di bulan bulan yang lainya. Kiamaul lail yang biasa dikerjakan harus diteruskan, jangan sampai ketika romadhon sholat  witirnya tiga sedangkan di bulan lain tidak. Jangan berhenti  tadarusan hanya karena sudah  hotaman, memberi makan berhenti haya karena telah lebaran tapi teruskan berbagi supaya menjadi kebiasaan atau istikomah dalam kebaikan. Ke masjid jangan berheti hanya karena tarawih tidak ada  lagi, tapi  tetap berjamaah di masjid,jangan sampai masjid ramai ketika romadhon saja karena ada tarawih tapi setelah Romadhon pergi masjid jadi sepi sunyi kembali. Teruslah  kita beramal sholeh jangan hanya karena setelah lebaran  amal kita jadi bubaran.

Disisa umur kita di dunia ini mari kita gunakan waktu dan Kesehatan kita untuk berbuat baik atau beramal sholeh. Suatu kesempatan yang Allah berikan kepada kita.Sebagaimana Hadis nabi

 اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِك.

 

“Manfaatkanlah lima perkara, sebelum datang lima perkara: (1) Masa mudamu sebelum masa tuamu. (2) Sehatmu sebelum sakitmu. (3) Kayamu sebelum miskinmu. (4) Waktu luangmu sebelum sibukmu. (5) Hidupmu sebelum datang matimu.”

Hadirin yang berbahagia

Hanya itu yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini sebagai nasehat untuk diri saya pribadi dan umumnya hadirin sekalian  yang berbahagia. 

e-mail. maskunyasira@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...