Langsung ke konten utama

IKUT MENGANTAR NIKAH PAK OLEH


Pada hari Minggu tanggal 9 Februari 2020 saya ikut menghadiri pernikahannya Pak Solehudin.Dia adalah tetangga saya jadi tidak enak dong kalau tidak hadir. Nikahnya di kampung Jenjing,Kampung itu sering saya dengar tapi belum pernah saya berkunjung ke sana , lewat saja belum.Pagi pagi saya dan keluarga siap berangkat , karena takut ke sasar saya ikuti mobil pengantin saja.Baru pertama kali jalan keluar kampung bawa motor sendiri ke daerah yang belum kenal. 




Asalnya jalannya mulai normal karena beraspal dan datar. Lama –lama kelamaan mendekati ke kampung Jengjing, ternyata saya melewati tanjakan yang panjang banget.Untungnya jalan tersebut beraspal kalau tidak beraspal pasti saya babak belur kayanya.Baru pertama kali saya bawa motor ke daerah tersebut, dengan medan yang sangat menantang.Sehabis tanjakan saya disuguhi jalan berbatu yang tidak beraspal, tapi tetap semangat sekalian latihan.Untungnya cuaca mendukung , tidak hujan kalau hujan kayanya saya nyerah dengan jalan seperti itu. 


Saya pikir daerah saya saja yang naik dan turun ternyata daerah yang saya lewati lebih menantang sekali. Alhamdulilah berangkat kekampung itu saya dan semua kawan kawan yang naik motor selamat sampai tempat. 

Setelah acara walimah atau akad sudah selesai rombongan pengantar dari pengantin pria semua pulang kembali. Yang tidak pulang pengantin dan orang tunya mereka wajib hadir, masa pengantin prianya ikut pulang lagi. Perjalanan pulang sekarang adalah menurun yang panjang kalau berangkat tadi nanjak sekarang menurun. 

Jalanan menurun sebagian berbatu sampai tutup setang saya jatuh,saya sampai kaget. Takut kalau motor saya mogok atau roda saya bocor soalnya jauh ke mana –mana. Tapi Alhamdulilah perjalanan saya selamat sampai Nagrak dan bisa sampai ke Pondok Tisuk.



Sudah lama saya tidak silaturahmi ke guru saya di Pondok tisuk saya bersama istri saya secara mendadak saya silaturahmi kepada beliau. Kami lama di Pondok tisuk karena hujan turun jadi kami tidak bisa pulang dengan cepat, menunggu hujan reda. Setelah hujan reda kami melanjutkan perjalanan lagi menuju rumah. 


Sampai dirumah badan terasa lelah dan agak sakit sakit karena habis melewati jalan berbatu dan menanjak dan turun tadi.Luarbaiasa baru pertama kali bisa mengendarai motor sudah langsung adventure ke kampung orang dengan medan menantang dan membawa anak dan istri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...