Langsung ke konten utama

SEORANG SISWI SIMPATI KEPADA GURU YANG BERJALAN KAKI



Sebuah pengalaman yang indah pasti tidak akan hilang dalam ingatan. Seperti sebuah pengalaman seorang guru  ini. Guru tersebut setiap hari pergi dan pulang dengan jalan kaki karena tak memiliki kendaraan.Untuk bertahan dalam kesederhanaan di jaman kemajuan memang agak sedikit sulit,kalu tidak sadar dengan keadaan diri. 

Ketika banyak murid –muridnya bertanya kepadanya. Kenapa pak guru tidak naik motor ke sekolah?Dengan tenang dia menjawab karena ingin sehat dan hemat.Beliau menerangkan dengan jalan kaki badan jadi sehat, karena tidak terasa sedang berolahraga.Jalan kaki juga membuat kita hemat, karena tidak mengenal uang bensin dan juga uang servis kendaraan. Jawaban itulah yang dilontarkan beliau kepada anak anaknya.Padahal jawaban itu hanya sebuah jawaban untuk membela diri saja.Sebenarnya beliau ingin sekali membeli sepeda motor, namun uangnya tidak cukup terus. 

Hingga pada suatu pagi menjadi pengalaman yang berkesan buat beliau.Ketika sedang berjalan kaki sendiri ke sekolah.Tiba - tiba ada seorang siswi SMA mengendarai sepeda motor metik berhenti didepan dia mengajak dia berboncengan dengan guru tersebut.Dengan baik siswi SMA tersebut mengajak pak guru tersebut ikut di motornya(dibonceng).Mungkin karena kasihan melihat seorang guru itu setiap hari berjalan kaki.Secara naluri kemanusiaan pak guru tersebut seperti merasa bahagia tapi kaya dalam mimpi,ko ada anak SMA yang simpati kepadanya.Padahal mereka tidak saling mengenal satu sama lain.Padahal banyak Siswa bukan siswi yang membawa motor tapi tak pernah menawarkan dia untuk naik motornya.Ini anak SMA perempuan cantik dan baik dengan lembut menawrkan tumpangan ojeknya. 

Mendapat tawaran tersebut paka guru itu menolak dengan halusnya karena takut tersinggung siswi tersebut. Menolak kebaikan orang kan tidak baik.Tapi dengan berbagai alasan pak guru ini menolak ajakannya dengan sangat lembut agar tidak menyakitinya. 

Pak guru tersebut menolak karena kalau ikut naik motor itu serba serbi. Kalau pak guru di bonceng apa kata dunia laki laki di bonceng wanita yang bukan muhrim lagi.kalau dia yang membonceng motor itu tidak mungkin karena guru honorer itu tidak bisa mengendarai motor.Padahal dalam hatinya sangat bahagia namun dilema kata anak sekarang. 

Pak guru itu tidak patah semangat dalam mengajarnya.Walau hanya dengan jalan kaki yang penting tidak merugikan orang dia selalu pergi setiap pagi.Pak guru itu berbicara dalam hatinya,ternyata dari sekian siswa yang membawa motor dan cuek kepadanya tapi ada saja yang simpati seorang siswi lagi. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...