Langsung ke konten utama

SABAR MENANTI HUJAN DATANG


Cuaca yang panas  sangat membakar tubuh  karena  begitu teriknya sinar matahari.Kemarau  yang panjang  yang tek pernah turun hujan sehingga petani menjadi bersedih  meilhat padinya mati karena kekeringan,begitu juga yang memiliki  ikan,ikan mati karena airnya surut tak ada lagi.Udara semaikn panas karena pohon banyak mati  dan akibat penebangan sehingga udara panas tidak ada tempat berlindung dari terik sinar matahari.

Hanya doa yang dipanjatkan  setiap ahari dan malam  agar Allah segera mengirimkan hujan.Sesekali awan hitam  berkumpul di langit  namun mereka pergi lagi ditiup angin yang kencang.Mungkin angin itu  masih menina bobokan orang yang sedang  main layangan  yang setiap sore anak - anak riang main layangan yang tak pernah tahu kesedihan orang tuanya yang menjadi seorang petani yang sedang merindukan guyuran hujan.

Ibu rumah tangga pun menjerit karena air semakin sulit air sumur sudah  surut kering tinggal sedikit hanya seember itupun sulit.Mencari sumber mata air juga jauh dan sulit karena pohonnya tinggal sedikit sering ditebang  sembarangan tanpa memikirkan masa depan.Untuk keperluaan dapur  ibu -ibu harus pandai mengatur  karena  air yang dibutuhkan tidak sedikit,untuk keperluan dapur.

Semoga hujan segera datang membasahi tanah yang sudah gersang agar senyum petani menjadi terang dan ibu -ibu kembali menjadi riang.Petani semoga cepat kemabali keladang dengan membawa harapan demi kelaurga yang tersayang .Sekarang sulit semoga besok akan lapang  dengan hujan datang  membawa harapan.Jangan berheti berdoa dan terus berdoa  sambil bersabar semoga hujan datang...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bergizi Gratis Perdana di MI Cijulang

  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menyambut dengan penuh suka cita program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di sekolah. Program ini disambut sangat gembira oleh para siswa, karena selain memberikan pengalaman baru, juga menambah semangat belajar mereka di sekolah. Sejak pagi, wajah anak-anak terlihat ceria menantikan momen istimewa ini. Ketika makanan bergizi dibagikan, mereka tampak begitu antusias dan menikmatinya dengan lahap. Menu yang disajikan pun sehat dan bervariasi, mulai dari nasi, lauk pauk berprotein, sayuran segar, hingga buah-buahan. Hal ini tentu menjadi langkah baik dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak-anak. Kepala MI Cijulang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas terselenggaranya program MBG ini. Menurut beliau, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan agar anak-anak lebih rajin belajar. Dengan tubuh yang sehat dan gizi ...

SOAL LATIHAN IPAS KELAS 5 SD/MI

  Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah cara menyenangkan untuk menambah wawasan. Untuk melatih pemahaman, silakan kerjakan soal-soal IPAS yang tersedia. Kegiatan ini tidak bersifat wajib, sehingga siapa pun bebas memilih untuk berpartisipasi. Soal IPAS diperuntukkan bagi masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang pendidikan. Menariknya, soal tersebut dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja sesuai kenyamanan masing-masing. Dengan begitu, belajar IPAS menjadi lebih fleksibel sekaligus bermanfaat. Semakin sering berlatih, semakin mudah memahami konsep-konsep penting dalam IPAS yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Unutk mengerjakan soal tersebut silahkan klik  kata yang di cetak  miring         :   Klik di sini soalan IPAS Kelas 5 MI /SD

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...