Langsung ke konten utama

DIGUYUR AIR SEGAYUNG HHH

Setiap malam jum`at di pengajian kami selalu mengadakan doa bersama atau tawasul dan juga membaca surat Yasin.Ini dilakukan sudah sejak lama dari kakek buyut kami agar mendapat keberkahan dari Allah Subhanahu Wataala.Kadang ada anak membawa air di botol kecil atau bekas air ineral untuk meminumnya nanti setelah berdoa dan mengaji.

Kebetulan malam ini adalah malam jumat  jadi seperti biasa  kami melakukan  doa bersama da membaca surat Yasin.Pembacaan doa atau  hadiah dipimpin oleh kakek nama bah Kamal,selesai membaca doa  kami melanjutkan  dengan membaca surat Yasin.Malam ini ada yang spesial  karena pengajian dihadiri dengan Pak RT dan Bapak bapak yang lainnya,setelah sholat magrib mereka tidak pulang mengikuti aurad dan setelah itu ikut Yasinan  atau membaca surat Yasin.

Namun dasar anak -anak ada yang hadir ada yang tidak,kebetulan ada anak yang nakal tidak masuk ruangan pengajian malah diam di belakang  yang pisah ruangan dengan ngumpet.Ketika  kami sedang husyu berdoa dan mengaji  eh dia malah ketawa ketiwi bukan ikut  ngaji.dan yang parah marah dia malah mukul mukul bedug dasar anak  (kesal dalam hati ) tapi kalau marah takut banyak masalah.

Karena semua merasa terganggu dengan kelakuan anak nakal itu.Tiba - tiba  Pak Rt bangkit tapi tidak menuju ruangan anak itu tapi keluar pengajian ,saya pikir dia mau pulang.Namun tidak lama dia pulang lagi dengan membawa  segayung ember  menuju ruangan belakang.Tanpa basa basi dia langsung menyemburkan air itu ke tempat anak itu yang sedang mukul -mukul  bedug.Setelah disiram air segayung itu suara bedug tidak terdengar tapi terdengar suara kaki yang lari menuju keluar lewat pintu belakang.Suasana jadi sepi hanya yang mengaji sajadan Pak RT duduk kembali  bergabung untuk mengaji lagi.

Kasian juga anak itu pasti basah,malam -malam diguyur  air segayung.setelah tidak terdengar suar ribut  mungkin dia kaburr karena diguyur hhhh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...