Langsung ke konten utama

MALAM SABTU PENYEMANGAT

Cijulang,26 Januari 2019.Malam sabtu adalah malam yang mungkin sangat menegangkan karena di pengajian ada muhadorohan yaitu latihan pidato , pembawa acara dan membaca Alqur`an.Sebuah acara yang diagendakan dipengajian kami agar anak tidak memiliki rasa rendah diri tapi dia percaya diri mampu tampil bicara didalam sebuah porum didepan teman- temannya dan nanati dihadapanorang banyak.

Menyuruh seorang anak yang semangat dalam belajar adalah mudah berbeda dengan anak yang setengah semangat dalam dirinya.Ketika satu kelompok sudah selesai maka kelompok yang lain yang harus maju lagi.Yang paling heran ada seorang anak yang asalnya susah bicara dan kurang gaul namun setelah dia kumpulkan semangatnya mungkin dia tampil sebagai mc dialah Udin yang jarang bicara dan main main.Teman temanpun riang bertepuk tangan karena udin mampu berbicara dihadapan semua orang.Ada yang agak keras kepala namanya tedi suka kabur dan tidak mau ikut acara namun malam ini dia juga ingin tampil beda dengan membawakan sebagai juru doa semua teman- temanyapun hampir tidak percaya kok seorang tedi bisa berdoa.Yang membacakan Alquran adalah Irpan dialah seorang pemalu kalau disuruh ke depan tapi kalau dibelakang dia sangat suka main main.Yang satu lagi sebagai pidato adalah Denden dia sangat agresip tapi kalau disuruh ke depan ogah - ogahan tapi malam ini dia tampil walau harus dituntun terlebih dahulu.

Sebenarnya bukan penampilan yang harus sempurna tapi awal mula bagi mereka yang harus di kuasai adalah mental agar tidak demam panggung atau malu berbicara di hadapan orang banyak.Seorang yang hebat ilmunya kalau dia tidak mampu berbicara dihadapan orang banyak sungguh kurang bermanfaat.Jadi acara muhadoroh adalah mendorong agar anak menjadi percaya diri tidak rendah diri karena mereka pun memiliki potensi diri tampil dihadapan orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...