Skip to main content

MENINGGAL MENDADAK ,PAK SANU

Pada hari kamis saya mengajar seperti biasa dikelas enam.Sebagai guru kelas mengajar harus borongan dari keseneian sampai matematika guru kelas diusahakan harus bisa.mengajar dari pagi sampai siang,bhkan saya sampai sore karena disambung dengan sekolah agama.Sangat menyenangkan karena bisa bercanda dengan para siswa dan juga bisa berbagi kebaikan kepada mereka.

Hari itu dibelakang sekolah yang terhalang dua petak sawah dekat penggilingan banyak orang yang sibuk bekerja ada yang menjemur padi,dikebun sayuran,mencangkul adanjuga yang sedang panen.Suasana alam pertanian seperti itu setiap harinya sangat menyenangkan bisa bergaul dengan orang lain sambil bekerja.

Dibelakang penggilingan ada seorang kakek yang sedang mencangkul sawahnya namanya Pak Sanu.Dia mencangkul seperti biasa paginya dia botram bersama rekan kerjanya sesame petani.Tidak ada hal yang sangat mencurugakan sedikitpun.Namun ketika jam duhur tiba dia berhenti bekerja mau pulang dan mencuci kaki tangan dan kakinya rebahan di rumah P unang ,eh dia malah meninggal dunia.Sungguh meninggal yang tidak terduga dan sangat mudah sekali.

Hampir masyarakat cijulang termasuk saya sendiri hampir gak percaya kalau tidak percaya dengan takdir.karena tadi masih bekerja ngobrol dan makan bersama dulu biasa berangkat ke sawah .Eh pas duhur sudah pergi untuk selamanya.


Comments

Popular posts from this blog

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...

GALERI FOTO KEGIATAN HUT RI KE-81 MI CIJULANG

Dokumentasi kemeriahan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di MI Cijulang. Berbagai kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan seluruh siswa serta warga sekolah. “Semangat Kemerdekaan, Semangat Belajar, Semangat Meraih Prestasi.” Dirgahayu Republik Indonesia ke-81