Langsung ke konten utama

BOTRAM ROKOK

Ketika saya pulang dari sekolah agama sore ,ada janji dengan seseorang soal bisnis ada yang mau daftar masuk Paytren.Saya pulang melewati lapang dari jalan warung Pa Ujang Guru ,ketika saya melewati pohon beringin saya dengar ada anak anak yang sedang mengobrol .Asalanya saya tidak tahu mereka itu siapa ketika sudah dekat ,ternyata mereka anak-anak SMA sedang botram rokok yang masih memakai seragam sekolahnya.

Mereka mengenali saya dan mereka pergi dengan berboncengan motor entah ke mana.Enak sekali ya sambil ngobrol dibawah pohon beringin yang rindang mereka asik merokok.Mungkin uang yang di pakai untuk membeli rokok dari orang tuanya.Orang tuanya setengah mati mencari rejeki untuk sekolah mereka ,dikasih uang eh dibakar sama anaknya.

Seminggu kemudian saya saya pulang dari sekolah agama bertiga melewati lapang ,di ujung lapang di bawah pohon beringin ada sekumpulan anak masih duduk di SLTP saya kenal sebagian dari mereka .Mereka juga sama seperti anak SMA sedang botram rokok ,ketika mereka melihat saya mereka langsung pergi .Entah kenapa mereka pergi melihat saya padahal saya santai aja Cuman lewat aja,kebetulan mereka sedang botram rokok.

Setelah yang botram rokok itu pergi adalagi sekumpulan anak yang masih duduk di sltp juga mereka berpakaian rapih dan mendekati saya mereka mengucapkan salam dan bersalaman.Saya tanya mau kemana mereka itu ternya mereka mau mengaji katanya.Subhanallah ,itulah dunia .tadi sekumpulan anak sedang botram rokok sekarang ada sekumpulan anak mau mengaji.

Saya suka merasa prihatin kepada sekumpulan anak yang sedang botram rokok,dan saya merasa bangga dengan sekumpulan anak yang mau mengaji dengan baju kokok yang rapih .Di dunia ini ada dua sisi yang berbeda mungkin ada yang taat dan ad pula yang membangkang.

Saya berharap dan selalu berdoa semoga anak yang sholeh semakin banyak dari pada anak yang membangkang.Namu itu semua tidak terlepas dari didikan orang tuanya terlebih dahulu ,bagaimana anak itu didik oleh orang tuanya di rumah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...