Langsung ke konten utama

Tahun Baru Islam 1439 H

Hari ini hari Rabu tepatnya hari terakhir dibulan Julhijah berganti menjadi 1 Muharam tahun 1439 Hijriah adalah tahun baru Islam.di akhiri matahari terbenam itulah pergantian tahun baru hijriah beda dengan pergantian tahun baru masehi yaitu jam 00 atau jam 12 malam.Dikampung atau dikota pergantian tahun baru muharam biasanya suka ramai diperingati dengan membaca doa bersama di masjid ada juga dengan pawai obor dan lainlain.

Setelah sholat isya saya keluar karena langit begitu cerah dari jauh terdengar sayup-sayup suara pawai bedug mungkin itu dari kampong Cipayung .Ketika saya melihat langit bintang bertebaran dan ada orang menerbangkan balon api ramai juga tahun baru Hijriah kali ini.di belakang rumah saya tiba –tiba terdengan dentuman meriam karbit yang sangat menggelegar luarbiasa keras suaranya.

Tahun baru adalah harapan baru untuk mewujudkan mimpi di tahun yang baru ini.Bukan hanya mewujudkan mimpi tapi sebagai bahan evaluasi yang harus jadi acuan diri untuk lebih baik lagi ditahun ini.Tidak ada yang lebih baik dari intropeksi diri sekaligus mensyukuri nikmat masih diberikan umur sampai di tahun baru ini.

Kadang kita lupa bahkan suka melupakan keburukan kita ,dari segala sikap ucap kelakuan kita.Karena begitulah kita kebaikan sedikit suka dibangga-banggakan akhirnya jadi hilang sedangkan keburukan kita lupakan bukan ditobatkan.Kalau bahasa Umar binKhotob harus kita hisab (perhitangkan) baik dan buruk sebelum nanti diperkitungkan setelah mati.

Hanya bisa berharap dan berusaha semoga di tahun baru hijriah ini kita lebih baik dari yang kemarin.dan memliki keistikomahan dalam beribadah teguh dalam akidah selalu toleran dalam muamalah dan giat bekerja dengan hati yang cerah.

Tahun baru hijriah semoga kita diberikan keberkahan dalam menjalani kehidupan di dunia ini .Semoga senantiasa kita selalu dalam lindungan Allah swt.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...