Langsung ke konten utama

Pola Pikir Tentang Sampah


Darmareja,10-09-2017.Sampah adalah benda sisa atau barang yang tidak terpakai dan terbuang .Baik itu sampah rumah tangga atau sampah industri yang di buang karena tidak dipakai lagi.Sampah biasanya kalau tidak dibuang akan jadi masalah.

Sampah dibagi dua ada sampah organik dan ada sampah nonorganik .Sampah organic adalah sampah yang membusuk yang dihasilkan dari sayuran bangkai atau sisa makanan.Sedangkan sampah nonorganic adalah sampah yang tidak membusuk atau lama membusuknya biasanya sampah tersebut dihasilkan dari pelastik atau alat –alat kaleng dan lain sebagainya.

Sebenarnya sampah organic bisa diolah menjadi pupuk organic .Dengan proses pembusukan secara alami yang terkenal dengan pupuk kompos.Pupuk ini bagus untuk lingkungan atau ramah lingkungan .Secara ekonomi juga bagus petani tidak tergantung dengan pupuk kimia hasil dari pabrik.Sedangkan pupuk nonorganic diolah menjadi suatu barang yang bermanfaat atau didaur ulang menjadi suatu barang baru yang lebih bermanfaat dari sebelumnya.

Tapi permasalahannya banyak orang yang buang sampah sembarangan dan tidak dipikir dampak negatip untuk lingkungan ,kenyataan itu tidak didesa atau dikota yang pola pikirnya sudah maju pada kenyataanya hampir sama.membuang sampah ke suangai atau membuang sampah keselokan dan menumpukan sampah dipinggir jalan sehingga membuat penumpukan sampah yang bau dan mengahalangi pemandangan.Bila musim hujan tiba selokan mampet karena banyak sampah air meluap banjir di mana-mana sampah kemabali ke rumah –rumah dan membuat lebih kotor lagi.

Sekalipun sangsi di adakan kalau pola pikir masyarakat masih picik membuang sampah asal-asalan pasti mejadi masalah terus.Yang harus dibina adalah pola piker masyarakat tentang sampah dan bagaiman cara memanfaatkan sampah.Sehingga sampah bukan menjadi masalah tapi sampah adalah menjadi sumber ekonomi dan energy bagi masyarakat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...