Langsung ke konten utama

SISWA MENJADI MC



Diakhir tahun ajaran di sekolah kami selalu diadakan kenaikan kelas orang kampong bilang samen.Karena sekolah kami gabungan dari TK,MI,MD,MTs dan SMK .Acara samen tidak cukup sampai satu hari tapi perlu dua hari penuh untuk segala kegiatan anak-anak ,dan itu memerlukan scedul yang jelas agar acara tidak terbengkelai.

Biasanya yang mengatur acara adalah panitia dan yang membawakan acara atau pembawa acara adalah dari guru.Yang suka menjadi pembawa acara dari guru adalah bu Ela atau bu Nurlaelah.merekalah pembawa acara yang selalu tampil di acara samenan sekolah kami.

Lama kelamaan ada suatu perubahan,yang mengisi acara dalam kenaikan kelas adalah semua dari anak atau siswa .Seperti pembawa acara bukan dari guru tetapi dari siswa ,mereka dilatih untuk membawakan acara agar pada hari kenaikan kelas tidak terlalu grogi.

Siswa yang menjadi pembawa acara biasanya dipilih mereka yang memiliki bakat,seperti memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan suara yang jelas dan bisa menyesuaikan dengan keadaan situasi panggung.

Dengan pembawa acara dari siswa sebetulnya itu prestasi sekolah juga walaubagaimanapun sekolah mampu mendidik mereka menjadi pembawa acara di depan umum.Yang paling menantang adalah pembawa acara sunda,karena pembawa acara bahasa Sunda harus beda dengan pembawa acara bahasa Indonesia .

Pembawa acara pada kenaikan kelas kemarin adalah;Aas komariah (pembawa acara bahasa Indonesia)pada kegiatan anak –anak tarian , talaran dan wisuda TK;Helmi pembawa acara (bahasa Indonesia)pada acara malam pengajian.Neng Hikmah (pembawa acara Sunda) pada perpisahan upacara adat.

Semoga kedepanya mereka menjadi pembawa acara yang sangat propesional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...