Skip to main content

KEMARAU ANUGRAH



Darmareja,2-9-2017,Langit begitu biru cerah sekali tanpa ada yang menghalangi kemana awan pergi sebagai harapan hati akan hujan yang dinanti.Hari ini pun cerah kembali karena hujan tak datang lagi pohon mengeluh daunnya layu akarnya kering tak ada yang menyirami.Debu-debu beterbangan ke sana kemari membawa pirus flu yang dikenai.

Manusia hanya bisa mengeluh tak tahu diri menanti hujan datang lagi padahal musim itu sudah pasti setiap tahun berganti kenapa manusia tak mewaspadai akan bahaya kekeringan yang menjadi.Manusia tahu rumahnya air adalah pohon tapi tanpa berpikir ditebang tanpa ampun dan pilih pilih semua ditebang sekendak hati .Ketika kemarau menjadi air tak bisa dicari baru manusia bisa mengeluh dan menyesali .

Ketika kemarau datang kita tidak usah gelisah karena pohon akan berbuah hanya saja kita yang salah segala pohon kita tebang menjadi musnah,memang manusia sebagian serakah ingin merubah hutan menjadi sawah dan rumah padahal itu adalah salah.

Mari kita belajar dari waktu yang sudah –sudah agar tidak terjadi lagi musibah kekeringan sawah dan rumah menjadi malapetaka dan bencana yang sangat mengerikan.Pola pikir kita harus dirubah dan terapkan menjadikan kemarau sebagai anugrah bukan musibah.

Comments

Popular posts from this blog

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...

GALERI FOTO KEGIATAN HUT RI KE-81 MI CIJULANG

Dokumentasi kemeriahan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di MI Cijulang. Berbagai kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan seluruh siswa serta warga sekolah. “Semangat Kemerdekaan, Semangat Belajar, Semangat Meraih Prestasi.” Dirgahayu Republik Indonesia ke-81