Langsung ke konten utama

Anak Paud Dihantam NARKOBA


Saya miris sekali melihat sebuah berita tentang narkoba yang meraja lela.Sekarang peredaranya bukan di kalangan anak dewasa saja tapi dari mulai anak paud sudah diberikan narkoba lewat jajanan permen yang mengandung narkoba.Sungguh keji menurut saya orang yang meracuni genarasi bangsa dengan narkoba.

Anak adalah harapan nusa bangsa dan negara,kalau sejak anak anak sudah kena narkoba bagaiman dia mau membangun bangsa ini karena sudah tidak lagi berpikir jernih yang dipikirkan adalah mabuk narkoba itu.Tugas orang tua di akhirjaman sangat berat sekali membentengi anak dari segala arah agar tidak jatuh kedalam narkoba.

Bagi orang tuanya yang paham dengan pendidikan mereka akan merasa takut dengan keadaan peredaran narkoba seperti itu.Tapi takut bukan berarti ketakutan ,takut untuk waspada kalau waspada pasti hati –hati dan dalam mendidik anak –anak.tidak terlalu memanjakan anak juga tidak terlalu mengekang anak.Segala sesuatu akan kembali kepada keluarga itu sendiri,karena pendidikan yang awal atau pertama untuk seorang anak adalah keluarga .Jadi keluarga dulu yang harus kuat dalam memberikan pendidikan kepada anaknya.

Karena akan serba salah dalam mendidik anak ,kalau diberikan kebebasan dia akan kebablasan.Kalau dikekang akan merasa tertekan dan stress lagi sungguh jadi serba serbi.Jadi harus pertengahan saja.Jadi bagaimana anak mau soleh kalau orang tua dan guruny tidak soleh.

Perangi narkoba yaitu dengan taat pada ajaran agama,mana yang halal dan yang haram sudah jelas diatur dalam agama .Islam itu sudah mengatur segalanya makansaja diatur dalam islam.cara makanya,mencari makannya,kandungan makanannya,jenis makananya,semua diatur .Tinggal kita mau diatur tidak ?

Semoga kita mampu memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anak generasi bangsa, jangan sampai hancur karena narkoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...