Langsung ke konten utama

Menikah Dengan Wanita Buta Tuli dan Bisu

Darmareja,27-05-2017.Ada seorang santri sedang jalan-jalan ditepi sungai karena suatu kebutuhan,dia melihat sebuah buah apel yang hanyut disungai tersbut.Dia memungut buah apel tersebut tanpa memikir panjang dia memakan kebetulan lapar .Setelah habis buah apel tersbut dia ingat bahwa buah apel tersebut pasti ada pohonya dia menyesal karena telah memakannya dia merasa dosa bagaimana kalau orang yang memiliki pohon apel tersebut tidak mengahalalkan.

Akhirnya dia menyelusuri sungai tersebut sampai dia sampai dekat kebun apel dan menemukan petaninya di sana .Dia bertanya siap pemilik perkebunan apel tersbut orang itu menjawab yang memiliki perkebunan tersbut adalah dia sendiri.Petani tersebut bertanya ada apa menanyakan siap pemiliki apel tersebut.

Santri tersebut menerangkan maksudnya dia ingin minta maaf karena dia telah memungut buah apel dan memakanya.Petani tersebut sangat takjub dengan kejujuran santri tersebut dan kesolehannya.Petani bisa mengerti maksud dan tujuan santri tersebut dan tahu betapa hati-hatinya santri tersebut dalam soal hala dan haram.

Petani tersebut menjawab boleh saya memaafkan tapi dengan satu syarat .Santri tersebut menjawab apa saratnya .Kamu harus menikah dengan anak ku baru aku halalkan buah tersebut.Anak itu jadi bingung dengan syarat tersebut belum beres bingung santri tersebut.Petani itu bertanya bagaiman kamu bersedia tidak menikah dengan anakku.Santri tersebut dengan bingung menjawab siap karena ingin dihalalkan buah apel tersbut.

Kata Petani itu anaknya tersebut adalah beda dengan anak yang lainya.Santri tersebut langsung bertanya memang kenapa anaknya pak.Anak saya dia adalah buta ,tuli dan bisu.Mendengar petani tersebut santri tersebut merasa lemas,masa menikah dengan wanita yang buta,tuli dan bisu .Tapi dia akan mengikuti syarat petani tersebut dan menerima saja.

Santri mengikuti petani tersebut kerumahnya dan mengundang seluruh tetangga dan kerabatnya bahwa anak petani tersebut akan menikah dengan seorang santri.Semua bekal nikah ditanggung sama petani tersebut santri tersbut hanya mengikuti saja.

Petani dan kerabatnya bahagia akan menikahkan anaknya tapi bagi santri tersebut merunduk meratapi nasibya menikah dengan seorang wanita yang buta,tuli dan bisu.

Pada hari itu proses ijab Kabul berlangsung lancar dan setelah walimah semua hadirin pulang.Anakku kamu sekarang adalah jadi anggota keluarga ku dan temui isrimu di kamar itu.dengan sedih santri tersbut menuju sebuah kamar yang megah dan berhias tapi langkahnya tersa berat karena akan bulan dengan seorang wanita yang buta ,tuli dan bisu dia tidak bisa membayangkan deh bagaimana ini bisa terjadi mendapatkan wanita seperti itu.

Ketika dia menuju kamar tersebut mengucapkan salam.Namun tiba –tiba dari kamar tersbut ada sebuah sura lembut selembut suara bidadari menjawab salam santri tersbut.Wanita tersebut mengajak santri tersbut untuk mendekatinya.Santri jadi malu dia minta maaf kalau salah kamar.Perempuan tersebut menjawab dia tidak salah kamar bahwa dia adalah istrinya.Semakin heran santri tersebut dengan kejadian tersebut Setelah melihat apa yang dilihat dihadapanya seorang wanita putih bersih bagai bidadari tersenyum kepadanya dengan suara lebut dia mengajak mendekatinya.Santri diam dan tak bisa berkata apa-apa karena terpana dengan seorang bidadari yang dilihat dikamar tersebut mengaku dirinya adalh istri santri tersbut.Setelah panjang lebar menjelaskan bahwa wanita yang dikatakan petani tersebut adalh dirinya semakin heran santri tersebut.

Setelah keesokan harinya santri itu berbiscara dengan mertuanya yaitu petani buah apel tersebut.menantuku jadikan dia istrimu aku titipkan segala kewajiban kepadamu dia adalah putriku satu-satunya.dia bisu karena mulutnya tak pernah berbica untuk dosa dia tuli dari yang haram dan matanyapun buta dari yang haram.

Santri tersebut menangis sujud syukur mendapatkan seorang wanita secantik bidadari dan sangat sholehah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...