Langsung ke konten utama

Berebut Masuk Surga

Saya masih ingat dengan riwayat empat golongan manusia yang masuk surga tanpa dihisab dan timbang amal mereka dan tidak melewati jembatan sirotol mustakim.Empat golongan itu adalah .
  1. Orang yang mati shahid di medan tempur.
  2. Orang yang haji mabrur
  3. Orang kaya yang dermawan
  4. Ulama .
Semua berebut tidak ada yang mau antri tetapi mereka ingin yang pertama masuk surga.Sehingga malaikat jibril disuruh Allah untuk menghukumi mereka semua.Maka satu persatu di tanya oleh malaikat.

Pertama orang yang mati sahid ditanya sama malak jibril.kenapa kamu mati syahid?,orang yang mati syahid menjawab karena saya mati waktu perang membela Agama Allah.jibril bertanya lagi dari siapa kamu tahu pahala syahid tersebut.orang mati syahid menjawab saya tahu dari ulama .kalau begitu kata jibril kamu jaga etika jangan dulu masuk surga.

Kedua yang haji mabrur ditanya sama malak jibril kenapa kamu yang pertama masuk surga.kata yang haji mabrur karena saya seorang yang haji mabrur artinya haji saya diterima oleh Allah.jibril nanya lagi dari siapa kamu tahu pahala haji mabrur .haji itu menjawab saya tahu haji mabrur dari ulam .kalau begitu kamu jangan yang pertama masuk surge jaga etika kamu.

Yang ketiga adalah orang dermawan ditanya oleh malak jibril kenapa kamu mau surga yang pertama .orang kaya itu menjawab karena saya membelanjakan hata saya di jalan Allah.dari siapa kamu tahu pahala itu semua .yang kaya menjawab dari ulama .kalau begitu kamu jaga juga dong etika jangan duluan.

Yang ke empat ulama disurh jibril yang pertama masuk surga.tapi ulama ini tetap rendah hati ya jibril saya bisa jadi ulama karena dermawan orang kaya tadi jadi biarkan dia yang duluan masuk surge.

Akhirnya orang kaya yang dermawan tadi yang pertama masuk dululan ke surge disusul oleh yang lainya.sehingga tidak berebut lagi di depan pintu surge.tertnyata harta juga bisa menyelamatkan orang yang memilikinya kalau harta tersebut dibelanjakan dijalan yang allah ridhoi .semoga kita semua ketika nanti dikahirat mendapat ridho dari Allah dan masuk surganya tanpa dihisab atau ditimbang dan melewati jembatan sirotol mustakim .Amiiiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...