Langsung ke konten utama

Sesuap Nasi

Darmareja,17-4-2017.Sahabatku yang baik  coba lihat oleh kita sesuap nasi  yang selalu disantap oleh kita dan renungkan.Kita tidak akan menyia-nyiakan  nasi itu  menjadi sampah kalau kita tahu proses panjang  yang mengantarkan dia menjadi sesuap nasi itu.Semua orang akan menghargai sesuatu kalau dia tahu bagaimana prosesnya.ada orang  mengatakan  semakin mudah  mendapatkan sesuatu  maka harganya akan murah.
Sahabatku kita kembali kepada sesuap nasi tadi ,untuk menjadi nasi begitu banyak rangkaian yang harus dilewati apabila tidak dilewati tidaklah mungkin akan menjadi sesuap nasi.Sebelum menjadi nasi pasti harus dimasak dahulu begini rincian sealakadarnya:
  1. Petani mencangkul sawahnya dan membajaknya;
  2. menyiapkan penyemaianpadi
  3. menanamnya
  4. lima beras hari kemudian dipupuk sambil disiangi
  5. dipupuk lagi dan disiangi yang kedua
  6. disemprotdari hama dikasih obat hama
  7. dijaga dari burung pipit dll
  8. dipanen
  9. dijemur 
  10. digiling
  11. dipak kedalam karung 
  12. didistribusikan 
  13. dicuci
  14. di masak
  15. dihidangkan 
Ini  hanya  rincian yang secara umum saja belum pekerjaan yang kecil-kecilnya.Jadi betapa panjangnya sebuah proses sesuap nasi yang selalu kita santap setiap hari .Semakin tahu kita dengan sebuah prosesnya yang panjang akan semakin menghargainya dan tidak akan menyia-nyiakanya.
Sahabatku yang baik sebetulnya bukan saja  sesuap nasi  tapi yang lain pun seperti itu.Jangan menyia-nyiakan sesuatu hanya karena dipandang sepele padahal memiliki  perjuangan yang luarbiasa.Semoga tulisan sederhana menginspirasi kita dalam menghargai sesuatu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makan Bergizi Gratis Perdana di MI Cijulang

  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cijulang menyambut dengan penuh suka cita program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali dilaksanakan di sekolah. Program ini disambut sangat gembira oleh para siswa, karena selain memberikan pengalaman baru, juga menambah semangat belajar mereka di sekolah. Sejak pagi, wajah anak-anak terlihat ceria menantikan momen istimewa ini. Ketika makanan bergizi dibagikan, mereka tampak begitu antusias dan menikmatinya dengan lahap. Menu yang disajikan pun sehat dan bervariasi, mulai dari nasi, lauk pauk berprotein, sayuran segar, hingga buah-buahan. Hal ini tentu menjadi langkah baik dalam mendukung pertumbuhan fisik maupun kecerdasan anak-anak. Kepala MI Cijulang menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas terselenggaranya program MBG ini. Menurut beliau, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kesehatan siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan agar anak-anak lebih rajin belajar. Dengan tubuh yang sehat dan gizi ...

SOAL LATIHAN IPAS KELAS 5 SD/MI

  Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah cara menyenangkan untuk menambah wawasan. Untuk melatih pemahaman, silakan kerjakan soal-soal IPAS yang tersedia. Kegiatan ini tidak bersifat wajib, sehingga siapa pun bebas memilih untuk berpartisipasi. Soal IPAS diperuntukkan bagi masyarakat umum, tanpa batasan usia maupun latar belakang pendidikan. Menariknya, soal tersebut dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja sesuai kenyamanan masing-masing. Dengan begitu, belajar IPAS menjadi lebih fleksibel sekaligus bermanfaat. Semakin sering berlatih, semakin mudah memahami konsep-konsep penting dalam IPAS yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Unutk mengerjakan soal tersebut silahkan klik  kata yang di cetak  miring         :   Klik di sini soalan IPAS Kelas 5 MI /SD

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...