Langsung ke konten utama

Karena Sombong Hidup Tidak Bisa Dinikmati !!!

Darmareja.4-12-2017.Hanya karena mimpi seorang raja firaun membasmi setiap bayi laki –laki ,karena takut kekuasaannya hilang atau pindah tangan.Padahal hanya mimpi tidak bisa dijadikan sebuah alasan untuk sebuah pembantaian .Kenapa itu bisa dilakukan karena dia memiliki kekuasaan.Sekalipun arogan bawahan pasti melakukan apa yang dia sampaikan sekalipun tidak sesuai dengan keadaan.

Padahal kalau kita pikir tidak ada akan ada raja kalau tidak ada rakyat .Mereka manggut mendengarkan dan menjalankan perintahnya tapi hatinya berontak,ingin cepat pergi jauh dari cengkraman raja dolim tersebut.Mereka bukan setia tidak mau berontak hanya karena mereka tidak memiliki kakuatan.

Firaun semakin menjadi jadi menobatkan diri menjadi tuhan karena merasa tidak memiliki saingan dalam kehidupan .Hanya satu ganjalan anak angkatnya yaitu Nabi Musa utusan Tuhan pembela rakyat yang sedang diperas firaun.Penghalang Firaun bukan raja hanya satu orang manusia biasa bukan pejabat tapi dia adalah pembela rakyat.Yang menyampaikan Firman Tuhan mana yang halal dan mana yang haram.

Dengan sombong dan angkuhnya firaun mengejar Nabi musa dan umatnya .Padahal menurut kita firaun itu raja hebat dengan bala tentara yang kuat untuk apa ikut Mengejar Nabi Musa dan umatnya rakyat jelata yang tidak memiliki senjata karena mereka mantan budaknya.Sampai laut merah pengejarannya firaun merasa senang karena mangsa sudah di depan mata dia ingin segera meleyapkanya.

Tuhan menolong setiap umatNya,dengan kekuasaan-Nya laut merah mejadi terbelah Nabi Musa dan umatnya dapat menyebrang laut merah .Firaun menjadi marah cepat sekali dia mengejarnya namun apa daya firaun hanya manusia biasa bukan Tuhan tidak bisa melawan takdir dia harus terkubur dalam kesombongannya.Akhirnya mengapung di laut merah mejadi saksi kesombongan dan keangkuhanya.Di abadikan agar menjadi saksi untuk orang yang memliki hati .

Kekuasaan bukan untuk kesombongan tapi untuk mengolah Negara agar rakyat adil makmur dan sejahtera.Bukan sebaliknya kekayaan negara dikuasai keluarga raja saja karena takut sengsara .Rakyat hampir sekarat tidak di hiraukannya.Kekuasaan bukan untuk bertindak sewenang –wenang karena ada undang-undang.Kepentingan rakyat seharusnya dikedepankan bukan arogan dan keegoisan apalagi kebengisan membuat rakyat menjadi ketakutan. Rakyat yang ketakutan dan merasa tidak nyaman membuat ekonomi jadi morat marit sehingga ekonomi rakyat mejadi sempit.

Sifat sombong yang dimiliki manusia,kalau sifat itu kita kembangkan maka akan akan membinasakan.Berapa banyak orang sombong yang mati karena kesombonganya.Kalau orang kaya sombong dia tidak akan menikmati kekayaanya ,kalau seorang raja seperti firaun tadi yang sombong dia tidak merasakan nikamtnya menjadi raja karena sibuk mengerjar–ngejar Nabi Musa dan umatnya akhirnya dia tenggelam dalam kesombonganya di laut merah.Jadi kalau kita sombong kita tidak bisa menikamati hidup ini karena kenikmatanya terhalang dengan kesombongan.

Semoga kita dijauhkan dari sifat sombong ini karena sifat ini berbahaya untuk kita semua binasa bukan hanya yang memilikinya tapi bisa membinasakan orang lain juga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...