Darmareja.4-12-2017.Hanya karena mimpi seorang raja firaun membasmi setiap bayi laki –laki ,karena takut kekuasaannya hilang atau pindah tangan.Padahal hanya mimpi tidak bisa dijadikan sebuah alasan untuk sebuah pembantaian .Kenapa itu bisa dilakukan karena dia memiliki kekuasaan.Sekalipun arogan bawahan pasti melakukan apa yang dia sampaikan sekalipun tidak sesuai dengan keadaan.
Padahal kalau kita pikir tidak ada akan ada raja kalau tidak ada rakyat .Mereka manggut mendengarkan dan menjalankan perintahnya tapi hatinya berontak,ingin cepat pergi jauh dari cengkraman raja dolim tersebut.Mereka bukan setia tidak mau berontak hanya karena mereka tidak memiliki kakuatan.
Firaun semakin menjadi jadi menobatkan diri menjadi tuhan karena merasa tidak memiliki saingan dalam kehidupan .Hanya satu ganjalan anak angkatnya yaitu Nabi Musa utusan Tuhan pembela rakyat yang sedang diperas firaun.Penghalang Firaun bukan raja hanya satu orang manusia biasa bukan pejabat tapi dia adalah pembela rakyat.Yang menyampaikan Firman Tuhan mana yang halal dan mana yang haram.
Dengan sombong dan angkuhnya firaun mengejar Nabi musa dan umatnya .Padahal menurut kita firaun itu raja hebat dengan bala tentara yang kuat untuk apa ikut Mengejar Nabi Musa dan umatnya rakyat jelata yang tidak memiliki senjata karena mereka mantan budaknya.Sampai laut merah pengejarannya firaun merasa senang karena mangsa sudah di depan mata dia ingin segera meleyapkanya.
Tuhan menolong setiap umatNya,dengan kekuasaan-Nya laut merah mejadi terbelah Nabi Musa dan umatnya dapat menyebrang laut merah .Firaun menjadi marah cepat sekali dia mengejarnya namun apa daya firaun hanya manusia biasa bukan Tuhan tidak bisa melawan takdir dia harus terkubur dalam kesombongannya.Akhirnya mengapung di laut merah mejadi saksi kesombongan dan keangkuhanya.Di abadikan agar menjadi saksi untuk orang yang memliki hati .
Kekuasaan bukan untuk kesombongan tapi untuk mengolah Negara agar rakyat adil makmur dan sejahtera.Bukan sebaliknya kekayaan negara dikuasai keluarga raja saja karena takut sengsara .Rakyat hampir sekarat tidak di hiraukannya.Kekuasaan bukan untuk bertindak sewenang –wenang karena ada undang-undang.Kepentingan rakyat seharusnya dikedepankan bukan arogan dan keegoisan apalagi kebengisan membuat rakyat menjadi ketakutan. Rakyat yang ketakutan dan merasa tidak nyaman membuat ekonomi jadi morat marit sehingga ekonomi rakyat mejadi sempit.
Sifat sombong yang dimiliki manusia,kalau sifat itu kita kembangkan maka akan akan membinasakan.Berapa banyak orang sombong yang mati karena kesombonganya.Kalau orang kaya sombong dia tidak akan menikmati kekayaanya ,kalau seorang raja seperti firaun tadi yang sombong dia tidak merasakan nikamtnya menjadi raja karena sibuk mengerjar–ngejar Nabi Musa dan umatnya akhirnya dia tenggelam dalam kesombonganya di laut merah.Jadi kalau kita sombong kita tidak bisa menikamati hidup ini karena kenikmatanya terhalang dengan kesombongan.
Semoga kita dijauhkan dari sifat sombong ini karena sifat ini berbahaya untuk kita semua binasa bukan hanya yang memilikinya tapi bisa membinasakan orang lain juga.
Padahal kalau kita pikir tidak ada akan ada raja kalau tidak ada rakyat .Mereka manggut mendengarkan dan menjalankan perintahnya tapi hatinya berontak,ingin cepat pergi jauh dari cengkraman raja dolim tersebut.Mereka bukan setia tidak mau berontak hanya karena mereka tidak memiliki kakuatan. Firaun semakin menjadi jadi menobatkan diri menjadi tuhan karena merasa tidak memiliki saingan dalam kehidupan .Hanya satu ganjalan anak angkatnya yaitu Nabi Musa utusan Tuhan pembela rakyat yang sedang diperas firaun.Penghalang Firaun bukan raja hanya satu orang manusia biasa bukan pejabat tapi dia adalah pembela rakyat.Yang menyampaikan Firman Tuhan mana yang halal dan mana yang haram.
Dengan sombong dan angkuhnya firaun mengejar Nabi musa dan umatnya .Padahal menurut kita firaun itu raja hebat dengan bala tentara yang kuat untuk apa ikut Mengejar Nabi Musa dan umatnya rakyat jelata yang tidak memiliki senjata karena mereka mantan budaknya.Sampai laut merah pengejarannya firaun merasa senang karena mangsa sudah di depan mata dia ingin segera meleyapkanya.
Tuhan menolong setiap umatNya,dengan kekuasaan-Nya laut merah mejadi terbelah Nabi Musa dan umatnya dapat menyebrang laut merah .Firaun menjadi marah cepat sekali dia mengejarnya namun apa daya firaun hanya manusia biasa bukan Tuhan tidak bisa melawan takdir dia harus terkubur dalam kesombongannya.Akhirnya mengapung di laut merah mejadi saksi kesombongan dan keangkuhanya.Di abadikan agar menjadi saksi untuk orang yang memliki hati .
Kekuasaan bukan untuk kesombongan tapi untuk mengolah Negara agar rakyat adil makmur dan sejahtera.Bukan sebaliknya kekayaan negara dikuasai keluarga raja saja karena takut sengsara .Rakyat hampir sekarat tidak di hiraukannya.Kekuasaan bukan untuk bertindak sewenang –wenang karena ada undang-undang.Kepentingan rakyat seharusnya dikedepankan bukan arogan dan keegoisan apalagi kebengisan membuat rakyat menjadi ketakutan. Rakyat yang ketakutan dan merasa tidak nyaman membuat ekonomi jadi morat marit sehingga ekonomi rakyat mejadi sempit.
Sifat sombong yang dimiliki manusia,kalau sifat itu kita kembangkan maka akan akan membinasakan.Berapa banyak orang sombong yang mati karena kesombonganya.Kalau orang kaya sombong dia tidak akan menikmati kekayaanya ,kalau seorang raja seperti firaun tadi yang sombong dia tidak merasakan nikamtnya menjadi raja karena sibuk mengerjar–ngejar Nabi Musa dan umatnya akhirnya dia tenggelam dalam kesombonganya di laut merah.Jadi kalau kita sombong kita tidak bisa menikamati hidup ini karena kenikmatanya terhalang dengan kesombongan.
Semoga kita dijauhkan dari sifat sombong ini karena sifat ini berbahaya untuk kita semua binasa bukan hanya yang memilikinya tapi bisa membinasakan orang lain juga.
Komentar
Posting Komentar