Darmareja.21-04-2017.Saya teringat ada seorang anak yang sangat takut dengan kapuk pohon randu.Apabila melihat kapuk pohon randu dia begitu takut ,badan gemetar dan berkeringat.Apalagi teman-temanya suka menakut nakutinya dengan kapuk pohon randu.Dia terus semakin takut dengan yang namanya kapuk apalagi kapuknya ada bijinya yang berwarna hitam. Swaktu saya kecil ada seorang ibu takut jamur,kalau dia melihat jamur dia begitu ketakutan ,lari tunggang langgang.Aneh sekali dia takut dengan jamur padahal dimakan juga habis itu jamur ya.Tapi itulah sebuah ketakutan entah apa yang ada di dalam jiwanya dan apa sebabnya.
Yang ini berbeda seorang nenek tetangga saya dahulu dia begitu takut dengan ulat ,sekalipun kecil dan tidak gatal asal ulat dia akan ngamuk ketakutan.Yang aneh nenek ini kalau dikasih tahu ada ulat dia ngamuk kepada yang ngasih tahunya.Padahal ulat jengkal yang kecil tapi itulah sebuah ketakutan.
Pada suatu hari dikelas papan tulis kotor saya suruh anak yang takut dengan kapuk itu untuk menghapusnya.Dia tidak mau mengahpusnya biasanya dia anak yang taat sekali ,tapi kali ini dia tidak mentaati perintahku.Tanpa sadar ternyata penghapusnya sobek dan dalamannya keluar yang diisi kapuk.Ternyata ini yang membuat dia tidak mau menghapus papan tulis itu,melihat kapuk dari penghapus yang sudah sobek karena suka dilempar –lempar siswa laki-laki.
Saya panggil dia ke depan ,dia tidak mau karena takut.Beberapa saat saya kasih tahu kepada dia jangan ikuti perasaan kamu tapi gunakan otak kamu untuk berpikir seberapa bahaya dan menakutkanya kapuk.Tetap dia masih takut dengan penghapus itu.Saya hanya seorang guru bukan psikiater yang bisa mengobati anak seperti itu,tapi saya kawatir dia memliki ketakutan yang berlanjut sampai tua ,menurut saya itu sangat berbahaya.
Dengan perlahan tapi pasti saya yakinkan hatinya untuk berani dan melawan ketakutanya.Asalnya dia suruh meraba kapuk tersebut tapi dia memlaingkan mukanya karena masih takut.Namun dia juga mau berjuang dengan berkeringat dia membuang rasa takutnya dan memberanikan diri meraba kapuknya sedikit demi sedikit.Entah berapa menit di wajahnya sekarang beda dari yang pertama ada sedikit keberanian.Di menit terakhir dia berani memegang kapuk itu berkali kali dan sekarang ada senyum kemenangan di wajahnya.
Semua siswa merasa senang dan bertepuk tangan karena kawannya itu berani mengalahkan ketakutannya sendiri.Anak yang nakal pun tidak mampu menggodanya lagi dengan kapuk karena dia sudah tidak takut lagi.
Saudaraku yang baik ketika kita takut dengan sesuatu ketakutan itu tidak akan hilang hanya dengan harapan saja kecuali dengan tindakan.Ketakutan itu memang nyata kalahkan dengan tindakan bukan dengan hayalan.
Komentar
Posting Komentar