Langsung ke konten utama

Jangan Patah Semangat

Darmareja ,16-4-2017.Seekor cicak dia tidak pernah setres atau putus asa  dalam mencari makan.Padahal kita tahu  makanan cicak  adalah kupu-kupu kecil atau laron yang memiliki  sayap dan mereka bisa terbang.Cicak hanya bisa sabar dan menanti mangsanya  datang atau lengah.Cicak juga tidak pernah mengeluh  ketika dia mengejar mangsanya  ketika sudah dekat mangsanya terbang menjauhinya.





Adalagi seekor  nyamuk  dia mencari makan dari darah  manusia  atau hewan lain ,pekerjaannya sangat berbahaya  karena nyawa resikonya.Coba kita lihat nyamuk baru saja  hinggap di kulit kita mereka sudah kita pukul dengan tangan  kadang kita ingin puas kalau sudah kita dapatkan  mereka kita gilas sampai jadi daki.Kadang ruangan sudah kita semprot dengan obat nyamuk ketika nyamuk masuk mereka langsung mati.Sungguh mencari makan yang sangat berbahaya tapi mereka terus melakukannya.


Sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi kita  dari dua kejadian tersebut,kita kebanyakan mengeluh dan putus asa.Hanya karena alasan sepele sebuah pekerjaan sering ditinggalkan karena menurut kita kurang nyaman atau tidak betah.Saya pernah  mengobrol dengan orang tua yang memiliki anaknya yang sering pindah kerjaan atau berhenti dari sebuah pekerjaan,menurut orang lain pekerjaannya itu nyaman dan menjamin .Tapi begitulah mental anak ini tidaka kuat hanya karena atas mengor sedikit kesalahannya pekerjaannya dia tinggalkan.

Padahal lebih baik lelah bekerja daripada lelah menganngur.coba lihat  dari dua contoh di atas tadi cicak dan  nyamuk tidak pernah setres atau mengeluh dia tetap mencari makan walau dengan segala resikonya.Jadi jangan banyak alasan  untuk sebuah pekerjaan  dan jangan banyak keluhan dalam menjalankan pekerjaan.
Apapun tentunya  memiliki resiko dan harus ada pengorbanan .Jangan banyak mengeluh dan putus asa dari sebuah pekerjaan cari solusi , tetap berjuang dengan semangat  dan harapan jangan padam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kejutan Manis di Hari Ulang Tahun: Pengalaman Tak Terlupakan Bersama Murid-Murid Tercinta

Tanggal 17 September selalu menjadi hari yang istimewa bagi saya, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya. Namun, tahun ini ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuatnya terasa jauh lebih berkesan dan membekas dalam ingatan. Semua itu terjadi berkat kejutan yang luar biasa dari anak-anak didik saya di sekolah, yang dengan penuh cinta dan kreativitas berhasil membuat hari itu menjadi salah satu momen paling indah dalam hidup saya. Seperti biasa, pagi itu saya datang ke sekolah dengan perasaan yang tenang. Tidak ada yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Saya memasuki kelas dengan pikiran bahwa hari ini akan berlangsung seperti biasanya: mengajar, berbagi ilmu, dan mendampingi anak-anak menimba pengetahuan. Namun, ternyata mereka sudah menyiapkan sesuatu di balik diam-diam mereka. Begitu saya membuka pintu kelas, tiba-tiba terdengar bunyi “plop!”—sebuah balon meletus tepat di dekat pintu. Seketika ruangan dipenuhi tawa riang dan sorak-sorai murid-murid saya. Saya terkejut, nam...

Tanjakan Lemah Duhur yang Membahayakan Pengendara

  Pagi itu saya berangkat seperti biasa menuju sekolah untuk mengajar. Saya pergi bersama istri dan kedua anak saya menggunakan sepeda motor. Perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi pengalaman yang menegangkan ketika kami melewati tanjakan Lemah Duhur. Kondisi jalan di lokasi tersebut memang sudah lama rusak. Aspalnya banyak yang botak, batu split berserakan, dan permukaannya sangat licin, terutama saat pagi hari. Ketika motor mulai menanjak, ban motor saya tiba-tiba tergelincir akibat kerikil lepas di jalan. Saya berusaha mengendalikan motor dengan menarik rem, namun karena posisi motor sudah miring, kami akhirnya tetap terjatuh. Dalam keadaan panik, saya langsung berusaha menyelamatkan anak laki-laki saya yang duduk di depan. Sementara itu, istri saya jatuh sambil menggendong anak perempuan kami yang masih kecil. Syukurlah kami tidak mengalami luka serius, meskipun kejadian tersebut cukup membuat trauma dan khawatir. Setelah kejadian itu, saya mengetahui bahwa ...

Menengok Teman yang Sakit di Kampung Cibubuay

Pada hari Sabtu, tanggal 16 Mei 2026, kami siswa kelas 5 pergi menengok teman kami yang sedang sakit di Kampung Cibubuay. Kami pergi bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa peduli kepada teman. Perjalanan menuju rumah Gustandi sangat menyenangkan. Kami melewati gang-gang kecil, jalan setapak, dan pematang sawah yang indah. Di tengah perjalanan, kami juga sempat bertemu ular sawah. Walaupun sedikit takut, kami tetap melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami menemukan rumah Gustandi. Kami bersyukur karena keadaan Gustandi sudah agak sehat walaupun belum pulih seratus persen. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan memberi semangat agar ia cepat sembuh. Tidak lama kemudian, langit mulai mendung. Karena khawatir hujan turun, kami memutuskan untuk segera pulang. Benar saja, ketika kami sampai di tengah perjalanan, hujan turun sangat lebat hingga membuat kami basah kuyup. Saat berangkat kami berjalan bersama-sama, tetapi ketika pulang kami b...